01-02-2010, 12:51 PM
TUGAS : PERKEMBANGAN PESRTA DIDIK
NAMA KELOMPOK :ERLIANA
SANTI ELFINA
SITI RAFIAH SIREGAR
ZULFAHMI PUTRA
KELAS : III / B BIOLOGI
FAKULTAS : PENDIDIKAN MATEMATIKA ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN : PENDIDIKAN BIOLOGI
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami ucapkan ke hadirat Allah SWT karena atas rahmat dan hidayah-Nya saya dapat menyelesaikan makalah PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK yang diberikan oleh dosen Dra.TITY HASTUTI,M.pd yang berjudul PERKEMBANGAN MASA REMAJA. Kami berharap makalah ini bisa bermanfaat untuk kita semua dan bermanfaat bagi pembaca dalam kehidupan sehari-hari. Dan kami manyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan, masih banyak kesalahan dan kekhilapan, maka dari itu kami mengharapkan saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan makaliah ini.
Akhir kata, penulis mengharapkan semoga makalah ini berguna bagi kita semua.
Pekanbaru, desember 2009
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar belakang masalah
Masalah remaja adalah masa datangnya pubertas(sebelas sampai empat belas tahun)sampai usia sekitar delapan belas masa tarnsisi dari kanak-kanak
hingga dewasa.
B.Tujuan makalah
1. Memberikan, mengukur dan menerangkan perubahan dalam tingkah laku serta kemampuan yang sedang berkembang sesuai tingkat umur yang mempunyai cici-ciri universal,dalam arti yang berlaku bagi anak-anak dimana saja dan lingkungan social budaya mana saja.
2. Mempelajari perbedaan-perbedaan yang bersifat pribadi pada tahapan atau masa perkembangan tertentu.
3. Mempelajari tingkah laku anak pada lingkungan tetentu yang menimbulkan reaksi yang berbeda.
4. Mempelajari penyimpatrgan dari tingkah laku yang dialami oleh
seseorang,seperti kenakalan-kenakalan,kelainan-kelainan dalam
fungsionalitas inteleknya.
BAB II
PEMBAHASAN
PERKEMBANGAN MASA REMAJA
Masalah remaja adalah masa datangnya pubertas (sebelas sampai empat belas tahun) sampai usia sekitar delapan belas-masa tranisisi dari kanak-kanak ke dewasa. Masa ini hampir selalu merupakan masa-masa sulit bagi remajamaupun orang tuanya.
Ada sejumlah alasan untrk ini:
1. Remaja mulai menyampaikan kebebasanya dan haknya untuk mengemukakan pendapatnya sendiri.
Tidak terhindarkan, ni bisa menciptakan ketegangan dan perselisihan, dan bisa menjauhkan ia dari keluarganya.
2 Ia tebih mudah dipengaruhi teman-temannya dari pada ketika masih lebih muda. Ini berarti pengaruh orang tuapun melemah. Anak remaja berperilaku dan mempunyai kesenangan yang berbeda bahkan bertentangan dengan perilaku dan kesenangan keluarga. Contoh-contoh yang umum adalah model pakaian, potongan rambut atau musih yang semuanya harus mutakhir.
3. Remaja mengalami perubahan fisik yang luar biasa, baik pertumbuhannya maupun seksualitasnya.
4. Perasaan seksual yang mulai muncul bisa rnenakutkan membingungkan dan menjadi sumber.perasaa
salah dan frustasi.
5. Remaja sering menjadi terlalu percaya diri dan ini bersama-sama dengan emosinya yang biasanya
meningftat, mengakibatkan ia strkar menenrna nasihat orang tua.
Ada sejumlah kesulitan yang sering dialami kaum remaja yang betapapun menjemukan bagi mereka dan orang tua mereka merupakan bagian yang nonnal dari perkembangan ini.
Beberapa kesulitan atau bahaya yang mungkin dialami kaum remaja antara lain :
l. Variasi kondisi kejiwaan, suatu saat mungkin ia terlihat pendiam, cemberut, dan mengasingkan diri
tetapt pada saat yang lain ia terlilnt sehaliknya, periang berserj-seri dan yakin Perilaku yang sukar
ditebak dan berubah-ubah ini bukanlah abnormal. Itu hanya perlu diprihatinkan bila ia tejerumus dalam
kesulitan, kesulitan di sekolah atau kesulitan dengan teman-temannya.
2. Rasa ingin tahu seksual dan coba-coba, hal ini normal dan sehat. Rasa ingin tahu seksual dan bangkit
birahi adalah normal dan sehat. Ingat, bahwa perilaku tertarik pada seks sendiri juga merupakan ciri
yang normal pada perkembangan masa remaja. Rasa ingin tahu seksual dan birahi jelas menimbulkan
bentuk-bentuk perilaku seksual.
3. Membolos
4. Perilaku anti sosial, seperti suka menggmggu, berbohong, kejam dan agresif. Sebabnya mungkin
bermacam-macam dan banyak tergantung pada budayanya. Akan tetapi, penyebab yang mendasar
adalah pengaruh buruk teman, dan kedisiplinan yang salah dari orang tua terutama bila terlalu keras atau
terlalu lunak-dan sering tidak ada sama sekali
5. Penyalahgrrnaan obat bius
6.Psikosis, bentuk psikosis yang paling dikenal orang adalah skizofrenia.
Apa yang harus anda lakukan bila anda merasa cemas terhadap anak remaja anda ?
Langkah pertama adalah bertanya kepada diri sendiri apakah perilaku yang mencemaskan itu adalah perilaku
Yang normal pada anak remaja. Misalnya adalah pemurung, suka melawan, lebih senang sendiri atau bersama
Teman-temanya dari pada bersama anda. Anak rernaja anda ingin menunjukan bahwa ia berbeda dengan anda.
Hal ini dilakukan dengan berpakaian menurut mode mutakhir, begitu pula dengan kesenanganya pada potong rambut dan musik. Semua itu sangat normal, asal perilaku tersebut tidak membahayakan, anda tidak perlu prihatin.
Tindakan selanjutrya adalah menetapkan batas dan mempertatrankannya. Menetapkan batas-itu sangatlah penting, tetapi batas-batas itu haruslah cukup lebar untuk memungkinkan eksplorasi yang sehat.
Bila perilaku anak anda membahayakan atau melampaui batas-batas yang anda harapkan, langkah
berikutnya adalah memahami apa yang tidak beres. Depresi dan prilaku yang membahayakan diri selalu merupakan respon terhadap stes yang tidak dapat diatasinya.
Anak remaja yang berperilaku atau suka membolos sering kali akibat meniru dan mengikut teman-temannya. dan merupakan respon dari sikap orang tua yang terlalu ketat atau terlalu longgar.
Minum-minuman alkohol atau menghisap ganja merupakan respon terhadap stres dan akibat meniru teman. Masalah seksual paling sering mencerminkan adanya kesulitan diri didalam proses
pendewasaan.
secara umum masalah yang terjadi pada remaja dapat di{asi dengan baik jika orang tuanya termasuk orang yang “cukup baik". Donald winnicott, seorang psikoanalisis dari inggris memperkenalkan istilah "good enou mothering,, ia menggunakan istilah untuk rnengacu pada kemampuan seorang ibu untuk mengenali dan memberi respon terhadap kebutuhan anaknya, tanpa menjadi ibu yang sempurna. Sekarang laki-laki pun telah “diikutsertakan” sihingga cukup beralasan untuk membicarakan tantang menjadi orang tua yang cukup baik. Tugas-tugas yang dilakukan oleh orang tua yang curkup baik, secara garis besar adalah:
1. memenuhi kebutuhan fisik yang paling pokok; sandang, pangan dankesehatan
2. memberikan ikatan dan hubungan emosional, hubungan ini merupakan bagian penting dari perkembangan fisik dan emosional yang sehat dari seorang anak.
3. Memberikan suatu landasan yang kokoh ini berarti memberikan suasana rumah dan kehidupan keluarga yang stabil.
4. membimbing dan mengendalikan perilaku
5. Memberikan berbagai pengalaman hidup yang normal, hal ini diperlukan untuk membantu anak anda matang dan akhimya mampu menjadi seorang dewasa yang mandiri. Sebagian besar orang tua tanpa sadar telah memberikan pangalaman-pangalaman itu secara alami.
6. Mengajarkan cara berkomunikasi, orang tua yang baik mengajarkan anak untuk mampu menuangkan pikiran kedalam kata-kata dan memberi nama pada setiap gagasan, mengutarakan gagasan-gagasan yang rumit dan berbicara tentang hal-hal yang terkadang sulit untuk dibicarakan seperti ketakutan dan amarah.
7. Membantu anak anda menjadi bagan dari keluarga.
8. Memberi teladan.
PENDIDIKAN REMAJA MENURUT SUDUT PANDANG
PSIKOLOGI ISLAM
Bila kita berbicara tentang pendidikan remaja menurut sudut pandang psikologi islam, kita harus bertanya terlebih dahulu seperti apa seharusnya psikologi islam memandang remaja dan manusia
secara umum? Apakah psikologi islam seharusnya melihat manusia lebih sebagai suatu produk kebudayaan yang tunduk sepenuhnya pada perubahan-perubahan social.
Atau ia sehanrsnya lebih melihat manusia dari aspek fitrah insaniah yang dengannya ia diciptakan? Apakah fase-fase perkembangan manusi4 termasuk fase remaj4 harus sepenuhnya tunduk pada kehendak cultural masyarakat yang selalu berubah dari waktu ke waktu? Ataukah ia setrarusnya tebih memperhatikan hal-hal yang bersifat natural dalam tahap-tahap pertumbuhannya?
Adalah benar jika dikatakan bahwa manusia merupakan makhluk budaya dan tak mungkin dipisahkan dari perkembangan budayanya. Kendati demikian, manusia juga memiliki sifat-sifat
natural (fitrah) yang tak boleh diabaikan, demi terjaganya kesehatan psikologis manusia itu sendin. Psikoiogi Islam berkepentingan untuk mempelajari hal-hal yang fitrah ini untuk kemudian mengawalnya dalam fase-fase pertumbuhan manusia.
Al-qur'an mengingatkan, (tetaplah atas) fitrah Allah SWT yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada finah Altah SWT. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetatrui. Perubahan yang serius pada fitah manusia tentu akan menimbulkan problem-problem serius juga di tingkat psikologis dan sosial.
TIPE-TIPE KEPRIBADIAN REMAJA
Transisi dari anak-anak menuju dewasa disebut dengan remaja adalah sebuah proses universal yang berbeda antar individu, negara wilayah atau budaya. Titik awal tansisi ini baik laki-laki maupun perempuan adalah pada awal masa pubertas yang dapat terjadi pada usia yang berbeda-beda. Tidak ada patokan baku mengenar transisi dari anak ke dewasa.
Pubertas adalah proses psikis dan kematangan seksual yang meliputi karakteristik seksual sekunder seperti :
pertumbuhan buah dada pada perempuan dan tumbuhnya rambut pada alat kelamin laki maupun perempuan. Selain mengalami masa kematangan fisik, pada masa transisi ini remaja juga mengalami perubahan psikologis dan kognitif.
Masa remaja merupakan masa pencarian jati diri,
dengan demikian masa ini juga mempengaruhi tipe kepribadian yang dimiliki oleh para remaja.
Berbagai tipe kepribadian remaja diantaranya :
Tipe I perfeksionis:
Orang dengan tipe ini termotivasi oleh kebutuhan untuk hidup dengan benar, memperbaiki diri sendiri dan orang lain dan menghindari marah. Remaja dengan tipe kepribadian seperti ini cenderung melakukan segala sesuatunya dengan standar yang tinggi dan sesuai dengan prinsip yang diyakininya seperti misalnya usaha yang maksimal dalam memperoleh nilai yang maksimal dalam ujian yang diikuti.
Tipe 2 penolong :
Tipe kedua dimotivasi oleh kebutuhan untuk dicintai dan dihargai, mengekspresikan perasaan positif pada orang lain, dan menghindari kesan membuhrhkan. Remaja dengan tipe kepribadian
ini selaiu termotivasi untuk berbuat baik kepada orang lain dan senantiasa berusaha untuk tidak merugikan orang lain dalam bertindak ataupun dalam pergaulan.
Tipe 3 pengeiar prestasi.:
Para pengejar prestasi termotivasi oleh kebutuhan untuk menjadi orang yang produktif, meraih
Kesuksesan dan tertrindar dari kcgagalan. Remaja dengan tipe kepnbadian ini memiliki kecenderungan lebih menonjol dibandingkan dengan teman-teman disekitarnya aktif dalam mengejar prestasi baik di bidang akademik maupun non akademik.
Tipe 4 romantis :
Orang tipe romantis termotivasi oleh kebutuhan untuk mematrami perasaan diri sendiri serta
dipatrami orang lain, menemukan makna hidup, dan menghindari citra diri yang biasa-biasa saja.
Rimaja dengan tipe kepribadian ini cenderung melankolis dan sering mencari upaya untuk menarik perhatian orang lain. Remaja seperti ini sangat menghormati makna sebuah hubungan baik dengan keluarga, teman, maupun pacarnya.
Tipe 5 pengamat:
Orang tipe ini termotivasi oleh kebututran untuk rnengetahui segala sesuatu dan alam semesta, merasa cukup dengan diri sendiri dan menjaga jarak serta menghindari kesan bodoh atau tidak
memiliki jawaban.
Remaja tipe ini memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan sering member komentar terhadap berbagai hal disekitamya termasuk juga mengomentari teman-temannya sendiri.
Tipe 6 pencemas :
Remaja tipe 6 termotivasi oleh kebutuhan untuk mendapatkan persetujuan, merasa diperhatikan, dan terhindar dari kesan permberontak.
Tipe 7 petualang :
Remaja dengan kepribadian petualang termotivasi oleh kebutuhan untuk merasa bahagia serta merencanakan hal-hal menyenangkan, memberi sumbangsih pada duniq dan terhindar dari derita dan dukacita.
Tipe 8 pejuang :
Tipe pejuang tennotivasi oleh kebutuhan untuk da.pat mengandalkan diri sendiri, kual member pengaruh pada dunia, dan terhindar dari kesan lemah.
Tipe 9 pendamai:
Para pendamai dimotivasi oleh kebutuhan untuk menjaga kedamaian, menyatu dengan orang lain dan menghindari konflik.
DAFTAR PUSTAKA
Lask, Bryan. Memahami dan mengatasi masalah anak. 1985. Gramedia. Jakarta
Nadeak, Wilson. Memahami anak remaja. 1991. Kanisius. Yogyakarta
NAMA KELOMPOK :ERLIANA
SANTI ELFINA
SITI RAFIAH SIREGAR
ZULFAHMI PUTRA
KELAS : III / B BIOLOGI
FAKULTAS : PENDIDIKAN MATEMATIKA ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN : PENDIDIKAN BIOLOGI
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami ucapkan ke hadirat Allah SWT karena atas rahmat dan hidayah-Nya saya dapat menyelesaikan makalah PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK yang diberikan oleh dosen Dra.TITY HASTUTI,M.pd yang berjudul PERKEMBANGAN MASA REMAJA. Kami berharap makalah ini bisa bermanfaat untuk kita semua dan bermanfaat bagi pembaca dalam kehidupan sehari-hari. Dan kami manyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan, masih banyak kesalahan dan kekhilapan, maka dari itu kami mengharapkan saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan makaliah ini.
Akhir kata, penulis mengharapkan semoga makalah ini berguna bagi kita semua.
Pekanbaru, desember 2009
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar belakang masalah
Masalah remaja adalah masa datangnya pubertas(sebelas sampai empat belas tahun)sampai usia sekitar delapan belas masa tarnsisi dari kanak-kanak
hingga dewasa.
B.Tujuan makalah
1. Memberikan, mengukur dan menerangkan perubahan dalam tingkah laku serta kemampuan yang sedang berkembang sesuai tingkat umur yang mempunyai cici-ciri universal,dalam arti yang berlaku bagi anak-anak dimana saja dan lingkungan social budaya mana saja.
2. Mempelajari perbedaan-perbedaan yang bersifat pribadi pada tahapan atau masa perkembangan tertentu.
3. Mempelajari tingkah laku anak pada lingkungan tetentu yang menimbulkan reaksi yang berbeda.
4. Mempelajari penyimpatrgan dari tingkah laku yang dialami oleh
seseorang,seperti kenakalan-kenakalan,kelainan-kelainan dalam
fungsionalitas inteleknya.
BAB II
PEMBAHASAN
PERKEMBANGAN MASA REMAJA
Masalah remaja adalah masa datangnya pubertas (sebelas sampai empat belas tahun) sampai usia sekitar delapan belas-masa tranisisi dari kanak-kanak ke dewasa. Masa ini hampir selalu merupakan masa-masa sulit bagi remajamaupun orang tuanya.
Ada sejumlah alasan untrk ini:
1. Remaja mulai menyampaikan kebebasanya dan haknya untuk mengemukakan pendapatnya sendiri.
Tidak terhindarkan, ni bisa menciptakan ketegangan dan perselisihan, dan bisa menjauhkan ia dari keluarganya.
2 Ia tebih mudah dipengaruhi teman-temannya dari pada ketika masih lebih muda. Ini berarti pengaruh orang tuapun melemah. Anak remaja berperilaku dan mempunyai kesenangan yang berbeda bahkan bertentangan dengan perilaku dan kesenangan keluarga. Contoh-contoh yang umum adalah model pakaian, potongan rambut atau musih yang semuanya harus mutakhir.
3. Remaja mengalami perubahan fisik yang luar biasa, baik pertumbuhannya maupun seksualitasnya.
4. Perasaan seksual yang mulai muncul bisa rnenakutkan membingungkan dan menjadi sumber.perasaa
salah dan frustasi.
5. Remaja sering menjadi terlalu percaya diri dan ini bersama-sama dengan emosinya yang biasanya
meningftat, mengakibatkan ia strkar menenrna nasihat orang tua.
Ada sejumlah kesulitan yang sering dialami kaum remaja yang betapapun menjemukan bagi mereka dan orang tua mereka merupakan bagian yang nonnal dari perkembangan ini.
Beberapa kesulitan atau bahaya yang mungkin dialami kaum remaja antara lain :
l. Variasi kondisi kejiwaan, suatu saat mungkin ia terlihat pendiam, cemberut, dan mengasingkan diri
tetapt pada saat yang lain ia terlilnt sehaliknya, periang berserj-seri dan yakin Perilaku yang sukar
ditebak dan berubah-ubah ini bukanlah abnormal. Itu hanya perlu diprihatinkan bila ia tejerumus dalam
kesulitan, kesulitan di sekolah atau kesulitan dengan teman-temannya.
2. Rasa ingin tahu seksual dan coba-coba, hal ini normal dan sehat. Rasa ingin tahu seksual dan bangkit
birahi adalah normal dan sehat. Ingat, bahwa perilaku tertarik pada seks sendiri juga merupakan ciri
yang normal pada perkembangan masa remaja. Rasa ingin tahu seksual dan birahi jelas menimbulkan
bentuk-bentuk perilaku seksual.
3. Membolos
4. Perilaku anti sosial, seperti suka menggmggu, berbohong, kejam dan agresif. Sebabnya mungkin
bermacam-macam dan banyak tergantung pada budayanya. Akan tetapi, penyebab yang mendasar
adalah pengaruh buruk teman, dan kedisiplinan yang salah dari orang tua terutama bila terlalu keras atau
terlalu lunak-dan sering tidak ada sama sekali
5. Penyalahgrrnaan obat bius
6.Psikosis, bentuk psikosis yang paling dikenal orang adalah skizofrenia.
Apa yang harus anda lakukan bila anda merasa cemas terhadap anak remaja anda ?
Langkah pertama adalah bertanya kepada diri sendiri apakah perilaku yang mencemaskan itu adalah perilaku
Yang normal pada anak remaja. Misalnya adalah pemurung, suka melawan, lebih senang sendiri atau bersama
Teman-temanya dari pada bersama anda. Anak rernaja anda ingin menunjukan bahwa ia berbeda dengan anda.
Hal ini dilakukan dengan berpakaian menurut mode mutakhir, begitu pula dengan kesenanganya pada potong rambut dan musik. Semua itu sangat normal, asal perilaku tersebut tidak membahayakan, anda tidak perlu prihatin.
Tindakan selanjutrya adalah menetapkan batas dan mempertatrankannya. Menetapkan batas-itu sangatlah penting, tetapi batas-batas itu haruslah cukup lebar untuk memungkinkan eksplorasi yang sehat.
Bila perilaku anak anda membahayakan atau melampaui batas-batas yang anda harapkan, langkah
berikutnya adalah memahami apa yang tidak beres. Depresi dan prilaku yang membahayakan diri selalu merupakan respon terhadap stes yang tidak dapat diatasinya.
Anak remaja yang berperilaku atau suka membolos sering kali akibat meniru dan mengikut teman-temannya. dan merupakan respon dari sikap orang tua yang terlalu ketat atau terlalu longgar.
Minum-minuman alkohol atau menghisap ganja merupakan respon terhadap stres dan akibat meniru teman. Masalah seksual paling sering mencerminkan adanya kesulitan diri didalam proses
pendewasaan.
secara umum masalah yang terjadi pada remaja dapat di{asi dengan baik jika orang tuanya termasuk orang yang “cukup baik". Donald winnicott, seorang psikoanalisis dari inggris memperkenalkan istilah "good enou mothering,, ia menggunakan istilah untuk rnengacu pada kemampuan seorang ibu untuk mengenali dan memberi respon terhadap kebutuhan anaknya, tanpa menjadi ibu yang sempurna. Sekarang laki-laki pun telah “diikutsertakan” sihingga cukup beralasan untuk membicarakan tantang menjadi orang tua yang cukup baik. Tugas-tugas yang dilakukan oleh orang tua yang curkup baik, secara garis besar adalah:
1. memenuhi kebutuhan fisik yang paling pokok; sandang, pangan dankesehatan
2. memberikan ikatan dan hubungan emosional, hubungan ini merupakan bagian penting dari perkembangan fisik dan emosional yang sehat dari seorang anak.
3. Memberikan suatu landasan yang kokoh ini berarti memberikan suasana rumah dan kehidupan keluarga yang stabil.
4. membimbing dan mengendalikan perilaku
5. Memberikan berbagai pengalaman hidup yang normal, hal ini diperlukan untuk membantu anak anda matang dan akhimya mampu menjadi seorang dewasa yang mandiri. Sebagian besar orang tua tanpa sadar telah memberikan pangalaman-pangalaman itu secara alami.
6. Mengajarkan cara berkomunikasi, orang tua yang baik mengajarkan anak untuk mampu menuangkan pikiran kedalam kata-kata dan memberi nama pada setiap gagasan, mengutarakan gagasan-gagasan yang rumit dan berbicara tentang hal-hal yang terkadang sulit untuk dibicarakan seperti ketakutan dan amarah.
7. Membantu anak anda menjadi bagan dari keluarga.
8. Memberi teladan.
PENDIDIKAN REMAJA MENURUT SUDUT PANDANG
PSIKOLOGI ISLAM
Bila kita berbicara tentang pendidikan remaja menurut sudut pandang psikologi islam, kita harus bertanya terlebih dahulu seperti apa seharusnya psikologi islam memandang remaja dan manusia
secara umum? Apakah psikologi islam seharusnya melihat manusia lebih sebagai suatu produk kebudayaan yang tunduk sepenuhnya pada perubahan-perubahan social.
Atau ia sehanrsnya lebih melihat manusia dari aspek fitrah insaniah yang dengannya ia diciptakan? Apakah fase-fase perkembangan manusi4 termasuk fase remaj4 harus sepenuhnya tunduk pada kehendak cultural masyarakat yang selalu berubah dari waktu ke waktu? Ataukah ia setrarusnya tebih memperhatikan hal-hal yang bersifat natural dalam tahap-tahap pertumbuhannya?
Adalah benar jika dikatakan bahwa manusia merupakan makhluk budaya dan tak mungkin dipisahkan dari perkembangan budayanya. Kendati demikian, manusia juga memiliki sifat-sifat
natural (fitrah) yang tak boleh diabaikan, demi terjaganya kesehatan psikologis manusia itu sendin. Psikoiogi Islam berkepentingan untuk mempelajari hal-hal yang fitrah ini untuk kemudian mengawalnya dalam fase-fase pertumbuhan manusia.
Al-qur'an mengingatkan, (tetaplah atas) fitrah Allah SWT yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada finah Altah SWT. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetatrui. Perubahan yang serius pada fitah manusia tentu akan menimbulkan problem-problem serius juga di tingkat psikologis dan sosial.
TIPE-TIPE KEPRIBADIAN REMAJA
Transisi dari anak-anak menuju dewasa disebut dengan remaja adalah sebuah proses universal yang berbeda antar individu, negara wilayah atau budaya. Titik awal tansisi ini baik laki-laki maupun perempuan adalah pada awal masa pubertas yang dapat terjadi pada usia yang berbeda-beda. Tidak ada patokan baku mengenar transisi dari anak ke dewasa.
Pubertas adalah proses psikis dan kematangan seksual yang meliputi karakteristik seksual sekunder seperti :
pertumbuhan buah dada pada perempuan dan tumbuhnya rambut pada alat kelamin laki maupun perempuan. Selain mengalami masa kematangan fisik, pada masa transisi ini remaja juga mengalami perubahan psikologis dan kognitif.
Masa remaja merupakan masa pencarian jati diri,
dengan demikian masa ini juga mempengaruhi tipe kepribadian yang dimiliki oleh para remaja.
Berbagai tipe kepribadian remaja diantaranya :
Tipe I perfeksionis:
Orang dengan tipe ini termotivasi oleh kebutuhan untuk hidup dengan benar, memperbaiki diri sendiri dan orang lain dan menghindari marah. Remaja dengan tipe kepribadian seperti ini cenderung melakukan segala sesuatunya dengan standar yang tinggi dan sesuai dengan prinsip yang diyakininya seperti misalnya usaha yang maksimal dalam memperoleh nilai yang maksimal dalam ujian yang diikuti.
Tipe 2 penolong :
Tipe kedua dimotivasi oleh kebutuhan untuk dicintai dan dihargai, mengekspresikan perasaan positif pada orang lain, dan menghindari kesan membuhrhkan. Remaja dengan tipe kepribadian
ini selaiu termotivasi untuk berbuat baik kepada orang lain dan senantiasa berusaha untuk tidak merugikan orang lain dalam bertindak ataupun dalam pergaulan.
Tipe 3 pengeiar prestasi.:
Para pengejar prestasi termotivasi oleh kebutuhan untuk menjadi orang yang produktif, meraih
Kesuksesan dan tertrindar dari kcgagalan. Remaja dengan tipe kepnbadian ini memiliki kecenderungan lebih menonjol dibandingkan dengan teman-teman disekitarnya aktif dalam mengejar prestasi baik di bidang akademik maupun non akademik.
Tipe 4 romantis :
Orang tipe romantis termotivasi oleh kebutuhan untuk mematrami perasaan diri sendiri serta
dipatrami orang lain, menemukan makna hidup, dan menghindari citra diri yang biasa-biasa saja.
Rimaja dengan tipe kepribadian ini cenderung melankolis dan sering mencari upaya untuk menarik perhatian orang lain. Remaja seperti ini sangat menghormati makna sebuah hubungan baik dengan keluarga, teman, maupun pacarnya.
Tipe 5 pengamat:
Orang tipe ini termotivasi oleh kebututran untuk rnengetahui segala sesuatu dan alam semesta, merasa cukup dengan diri sendiri dan menjaga jarak serta menghindari kesan bodoh atau tidak
memiliki jawaban.
Remaja tipe ini memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan sering member komentar terhadap berbagai hal disekitamya termasuk juga mengomentari teman-temannya sendiri.
Tipe 6 pencemas :
Remaja tipe 6 termotivasi oleh kebutuhan untuk mendapatkan persetujuan, merasa diperhatikan, dan terhindar dari kesan permberontak.
Tipe 7 petualang :
Remaja dengan kepribadian petualang termotivasi oleh kebutuhan untuk merasa bahagia serta merencanakan hal-hal menyenangkan, memberi sumbangsih pada duniq dan terhindar dari derita dan dukacita.
Tipe 8 pejuang :
Tipe pejuang tennotivasi oleh kebutuhan untuk da.pat mengandalkan diri sendiri, kual member pengaruh pada dunia, dan terhindar dari kesan lemah.
Tipe 9 pendamai:
Para pendamai dimotivasi oleh kebutuhan untuk menjaga kedamaian, menyatu dengan orang lain dan menghindari konflik.
DAFTAR PUSTAKA
Lask, Bryan. Memahami dan mengatasi masalah anak. 1985. Gramedia. Jakarta
Nadeak, Wilson. Memahami anak remaja. 1991. Kanisius. Yogyakarta