Komunitas Key She

Full Version: TUGAS KELOMPOK
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
TUGAS KELOMPOK PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK

NAMA KELOMPOK : * ANGGELINA
* DEWI SARTIKA
* NURHAYATI

PROGRAM STUDY : PENDIDIKAN BIOLOGI

UNIVERSITAS ISLAM RIAU 2009



KATA PENGANTAR


Syukur alhamdulilah penulis ucapkan karena telah bisa menyelesaikan makalah ini. Yaitu tentang karakteristik dan pengembangan peserta didik. Mungkin tidak banyak yang penulis berikan dalam makalah ini. Tetapi mudaha-mudahan bisa bermanfaat, khususnya untuk penulis dan untuk pembaca pada umumnya.

Makalah ini berisi bagai mana karakter-karakter seorang manusia atau individu, yang mana setiap individu itu berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Dan hanya berupa gambaran umum yang dapat penulis berikan di dalam makalah ini. Kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan, dimana masih banyak kekurangan-kekurangan didalam makalah ini. Akhirnya penulis ucapkan terima kasih.































BAB I
PENDAHULUAN


Karakteristik dan perbedaan individu mencakup ke dalam beberapa aspek, yang pertama adalah bagaimana individu dan karakteristiknya, yaitu meliputi pengertian individu dan karakteristik individu, yang ke dua yaitu perbedaan-perbedaan individu, ini terbagi ke dalam beberapa kelompok;

1) intelek seorang individu
2) emosi individu
3) social
4) bahasa
5) bakat khusus
6) sikap, nilai, dan moral.

Kesemuanya ini adalah membahas tentang karakteristik individu yang berbeda.


BAB II
KARAKTERISTIK DAN PERBEDAAN INDIVIDU

A. Individu dan karakteristiknya.

1.pengertian individu
manusia adalah makhluk yang dapat di pandang dari berbagai sudut pandang. Manusia memiliki salah satu objek formal yang mempersoalkan hakikat manusia maupun objek materil yang mempersoalkan manusia sebagai apa adanya dan dengan berbagai kondisinya. Manusia secara utuh adalah manusia yang mempunyai cirri atau karakter hakiki atau fisik kodrat manusia yang seimbang. Dilihat dari berbagai segi yaitu :
(i) individu dan sosial
(ii) jasmani dan rohani
(iii) dunia dan akhirat.
Keseimbangan hubungan tersebut menggambarkan keselarasan hubungan antara manusia dan dirinya, lingkungannya dan dengan tuhannya.

Individu berarti tidak dapat di bagi (undivided),tidak dapat di pisahkan keberadaannya sebagai makhluk yang pilah, tunggal, dan khas.
Menurut kamus Echlos dan sadaly, individu adalah orang, perseorangan, oknum. Berdasarkan pengertian tersebut dapat terbentuk yang dapat merangsang perkembangan-perkembangan potensi yang di miliki dan akan membawa perubahan-perubahan apa saja yang di inginkan dalam kebiasaan dan sikap-sikapnya.

2. karakteristik individu

setiap individu memiliki ciri dan sifat atau karakteristik bawaan atau heredity dan karakteristik yang di perolah dari pengarug lingkungan. Karakteristik bawaan merupakan karakteristik keturunan yang di miliki sejak lahir, baik yang menyangkut factor biologis maupun factor sosial psikologis. Kepribadian terbawa pembawaan ( heredity ) dan lingkungan, merupakan factor yang terbentuk karena factor terpisah, masing-masing mempengaruhi kepribadian dan mempengaruhi kemampuan individu bawaan dan lingkungan dengan caranya sendiri-sendiri.

Natur dan Nurture merupakan istilah yang bisa di gunakan untuk menjelaskan karakteristik individu dalam hal fisik, mental, dan emosional pada setiap tingkat perkembangan. Karakteristik yang berkitan dengan factor biologis cendrung lebih bersifat, sedangkan karakteristik yang berkaitan dengan sosial psiologis lebih banyak di pengaruhi oleh factor lingkungan.



B. Perbedaan individu

Aspek perkembangan individu di kenal adanya dua fakta yang menonjol yaitu :

(i) semua manusia mempunyai unsure-unsur kesamaan di dalam pola peerkembanganya.
(ii) Di dalam pola yang bersifat umum dari apa yang membentuk warisan manusia secara biologis dan sosial, tiap-tiap individu mempunyai kecendrungan yang berbeda. Perbedaan tersebut secara keseluruhan lebih banyak bersifat kuantitatif dan bukan kualitatif.


Ciri dan sifat orang yang satu berbeda dengan yang lain. Perbedaan ini di sebut perbedaan individu atau individual. Menurut landgren menyangkut variasi yang terjadi, baik variasi pada aspek fisik maupun psikologis. Sebagai contoh seorang ibu yang memiliki seorang bayi, berkata bahwa bayinya banyak menangis, bergerak dan kuat minum. Ibu lain juga memiliki seorang bayi, dia berkata bahwa bayinya pendiam, banyak tidur tetapi kuat minum. Ini menunjukan bahwa bayi ke dua memiliki cirri dan sifat yang berbeda satu sama lainnya.

1. bidang-bidang perbedaan.
Upaya pertama yang di lakukan untuk mengetahui perbedaan individu, sebelum dilakukan pengukuran kapasitas mental yang mempengaruhi penilaian sekolah adalah sebagai berikut:

(1) perbedaan fisik atau usia, tingkat dan berat badan, jenis kelamin, pendengaran, penglihatan, dan kemampuan bertindak
(2) perbedaan sosial termasuk status ekonomi, agama, hubungan keluarga dan suku.
(3) Perbedaan kepribadian termasuk watak, motif, minat dan sikap.
(4) Perbedaan intelegensi dan kemampuan dasar.
(5) Perbedaan kecakapan atau kepandaian di sekolah.

Perbedaan-perbedaan tersebut berpengaruh terhadap prilaku. Sebagai manusia lebih mampu dalam bidang kognitif atau ilmu pengetahuan.

a. perbedaan kognitif.

Intelegensi atau kecerdasan sangat mempengaruhi kemampuan kognitif seseorang. Di katakana bahwa antara kecerdasan dengan nilai kemampuan kognitif berkolerasi tinggi dan positif, semakin tinggi nilai kecerdasan seseorang semakin tinggi kemempuan kognitifnya.



b. perbedaan individualdalam kecakapan bahasa

Bahasa merupakan salah satu kemampuan individu yang sangat penting dalam kehidupannya. Kemampuan tiap individu dalam berbahasa berbeda-beda, kemampuan berbahasa merupakan kemampuan seseorang untuk menyatakan pikirannya dalam bentuk ungkapan kata dan kalimat yang penuh makna, logis, dan sistematis. Kemampuan berbahasa sangat di pengaruhi oleh factor kecerdasan, lingkungan, dan fisik.

c. perbedaan dalam kecakapan motorik

kecakapan motorik atau psikomotorik merupakan kemampuan untuk melakukan koordinasi kerja syaraf motorik yang di lakukan oleh syaraf pusat untuk melakukan kegiatan. Kemampuan motorik di pengaruhi oleh kematangan pertumbuhan fisik dan tingkat kemampuan berfikir.

d. perbedaan latar belakang.

Latar belakang keluarga, baik di lihat dari segi sosial ekonomi, maupun sosiokultural adalah berbeda-beda.

e. perbedaan dalam bakat.

Bakat merupakan kemampuan khusus yang di bawa sejak lahir.

f. perbedaan dalam kesiapan belajar.

Sikap apatis, pemalu, dan kurang percaya diri, akibat dari kesehatan yang kurang baik, cacat tubuh, dan latar belakang yang miskin pengalaman, mempengaruhi perkembangan pemahaman dan ekspresi diri.


C. ASPEK-ASPEK PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN INDIVIDU

1. Pertumbuhan fisik
a. pertumbuhan sebelum lahir.
Masa sebelum lahir merupakan pertumbuhan dan perkembangan manusia yang sangat kompleks, karena pada masa itu merupakan awal terbentuknya organ-organ tubuh dan susunan jaringan syarap membentuk system yang lengkap. Kelahiran pada dasarnya merupakan pertanda kematangan biologis dan jaringan syaraf masing-masing komponen biologis mampu berfungsi secara sendiri.

b. pertumbuhan setelah lahir
pertumbuhan fisik manusia setelah lahir merupakan lanjutan pertumbuhannya sebelum lahir dan berlangsung sampai masa dewasa. Pertumbuhan fisik anak di bagi menjadi empat periode utama, dua periode di tandai dengan pertumbuhan yang cepat dan dua periode lainnya di cirikan oleh pertumbuhan yang lambat.




2.INTELEK
intelek atau daya fikir atau daya berkembang sejalan dengan pertumbuhan syaraf otak.

(1). tahap pertama : masa sensori motorik ( 0,0-2,5 tahun ), masa ketika bayi mempergunakan system pengindraan dan aktifitas motorik mengenal lingkungannya.

(2). Tahap ke dua : masa pra-oprasional (2,0-7,0 tahun), kemampuan anak menggunakan symbol yang mewakili suatu konsep. Kemampuan simbolik memungkinkan anak melakukan tindakan-tindakan yang berkaitan dengan hal-hal yang telah lewat.

(3). Tahap ke tiga : masa konkreto prerasional (7,0-11,0 tahun), melakukan berbagai macam tugas yang konkret.
a. identifikasi : mengenali sesuatu
b. negasi : mengingkari sesuatu
c. reprokasi : mencari hubungan timbal balik antara beberapa hal.

(4). Tahap ke empat : masa operasional (11,0-dewasa) dalam usia remaja dan seterusnya seseorang sudah mampu berfikir abstrak dan hipotesis, memperkirakan apa yang munkan terjedi, dan mengambil kesimpulan.


3.EMOSI

Rasa dan perasaan merupakan salah satu potensi yang khusus di miliki oleh manusia. Emosi merupakan gejala peresaan di sertai dengan perubahan atau prilaku fisik. Seperti marah yang di tunjukan dengan teriakan seorang yang gembira akan melonjak-lonjak sambil tertawa lebar, dan sebaliknya.

4. SOSIAL

Bayi lahir dalam keadaan yang sangat lemah. Ia tidak mampu hidup terus tanpa bantuan orang lain, terutama ibunya, jadi setiap orang membutuhkan orang lain. Dalam proses pertumbuhan setiap orang tidak dapat berdiri sendiri. Setiap manusia memerlukan lingkungan dan senantiasa akan memerlukan manusia lainnya. Dalam perkembangannya setiap orang akhirnya mengetahui bahwa manusia itu saling membantu dan di bantu , memberi dan di beri.


5. BAHASA

fungsi bahasa adalah sebagai alat komunikasi. Bicara adalah bahasa suara, bahasa lisan dan perkembangan awal berbahasa lisan, bayi menyampaikan isi pikiran atau perasannya dengan tangis atau ocehan. dan lebih lanjut 6-9 bulan mulai berkomunikasi dengan satu kata atau dua kata. Dengan demikian seterusnya anak mulai mampu menyusun kalimat tiga kata untuk menyatakan maksud atau keinginannya.


6. BAKAT KHUSUS

Bakat merupakan kemampuan tertentu yang di miliki oleh seseorang individu yang hanya dengan rangsangan atau sedikit latihan kemampuan itu dapat berkembang. Tiga dimensi bakat ( BULLFROD) :
(i) dimensi perceptual
(ii) dimensi psikomotorik
(iii) dimensi intelektual

seseorang yang berbakat akan cepat dapat di amati sebab kemampuan yang di miliki akan berkembang dengan pesat dan menonjol. Bakat khusus merupakan salah satu kemampuan untuk bidang tertentu seperti seni, olah raga, atau keterampilan.


7. SIKAP, NILAI, DAN MORAL.

Tujuan akhir proses belajar di kelempokan menjadi tiga sasaran yaitu:
(a). penguasaan pengetahuan(kognitif)
(b). pengiasaan nilai dan sikap (afektif)
©. penguasaan psikomotorik

Masa bayi belum mengenal moral, karena bayi belum mengenal nilai dan suara hati. Perilakunya belum di bimbing oleh norma-norma moral. Pada awalnya pengenalan moral, nilai dan perilaku serta tindakan itu masih bersifat paksaan akan tetapi sejalan dengan perkembangan inteleknya berangsur-angsur anak mulai mengikuti berbagai ketentuan yang berlaku di dalam kehidupannya.


KESIMPULAN

Setiap individu memiliki karakter yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Dapat di lihat dari segi perbedaan fisik, social, keperibadian, intelegensi, dan kemampuan dasar seseorang. Serta perbedaan kecakapan seseorang atau kepandaian yang semuanya itu sangat barpengaruh terhadap prilaku individu. Dengan demikian tingkat perbedaan antara individu yang satu dengan yang lainnya berbeda-beda, sesuai dengan kepribadian masing-masing.

SARAN

Di sini penulis harapkan kritik dan saran yang dapat membangun. Makalah ini begitu banyak kekurangan-kekurangannya, bagi pembaca makalah ini di harapkan partisipasinya untuk membantu agar makalah ini menjadi jauh lebih baik dan memberikan manfaat untuk banyak orang. Atas partisipasinya kami ucapkan terima kasih. Karma tidak ada manusia yang sempurna, begitu juga dengan makalah yang penulis buat. Akhir kata penulis ucapkan terima kasih.
Reference URL's