01-05-2010, 04:38 PM
Nama Kelompok :
1. Nining Astuti
2. Kartini
3. Fedrawati
KELAS : III B
JURUSAN : BIOLOGI
FAKULTAS : FKIP
KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada ALLAH SWT, karena berkat dan rahmatNYA lah sehingga penulis dapat makalah ini dengan judul “penyesuaian remaja”
Penulis menyadari, bahwa makalah ini belum sempurna sehingga kritik dan saran dari pembaca sangat diperlukan untuk kesempurnaan makalah yang saya buat ini. Atas kritik dan saran dari semua pihak, Penulis ucapkan terima kasih.
Pekanbaru, desember 2009
BAB I
PENDAHULUAN
Belajar ataupun bekerja pada bidang-bidang yang diminati terlebih lagi didukung dengan bakat serta talenta yang sesuai, akan membawa gairah dan memberi kenikmatan dalam mempelajari atau menjalaninya. Sayangnya seringkali remaja memilih suatu jurusan atau bidang studi karena terbawa den ikut teman-temannya, atau memilih bidang yang sedang popular, tanpa sempat mencerna lebih dahulu den memahami bidang yang akan dipelajari, menjadi apa setelah selesai sekolah atauprm lebih jauh lagi mengenali bidang pekerjaan seperti apa yang bisa digelutinya sesuai dengan latar belakang pendidikannya tersebut.
Mengembangkan minat dan bakat bertujuan agar seseorang belajar atau dikemudian hari bisa bekerja di bidang yang diminatinya dan sesuai dengan kemampuan serta minat dan bakat yang dimilikinya sehingga mereka bisa mengembangkan kapabilitas untuk belajar serta bekerja secara optimal dengan penuh antusias.
KONSEP DIRI REMAJA
A. Pengertian konsep diri remaja
Cara pandang individu terhadap dirinya akan membentuk suatu konsep tentang dirinya sendiri. Konsep tentang diri merupakan hal yang penting bagi kehidupan individu karena konsep diri menentukan bagaimana individu bertindak dalam berbagai situasi. Konsep diri juga dianggap sebagai pemegang peranan kunci dalam pengintegrasian kepribadian individu, didalam memotivasi tingkah laku serta didalam pencapaian kesehatan mental.
Berdasarkan penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa konsep diri merupakan suatu hal yang sangat penting dalam pengintegrasian kepribadian, memotivasi tingkah laku sehingga pada akhirnya akan tercapainya kesehatan mental. Sehingga konsep diri dapat didefenisikan sebagai gambaran yang ada pada diri individu yang erisikan tentang bagaimana individu melihat dirinya sendiri sebagai pribadi yang disebut dengan pengetahuan diri, bagaimana individu merasa atas dirinya yang merupakan penilaian diri sendiri serta bagaimana individu menginginkan diri sendiri sebagai manusia yang diharapkan.
B. Perkemangan Konsep Diri Remaja
Konsep diri berasal dan berkembang sejalan pertumbuhannya. Ketika individu lahir, tidak memiliki pengetahuan tentang dirinya serta tidak memiliki penilaian terhadap dirinya sendiri. Dalam perkembangan konsep diri, yang digunakan sebagai sumber pokok informasi adalah interaksi individu dengan orang lain. Antara lain adalah :
1. Orang Tua
Orang tua adalah kontak sosial yang paling awal yang dialami oleh seseorang dan yang paling kuat.
2. Kawan Sebaya
Kawan sebaya menempati posisi kedua setelah orang tua dalam mempengaruhi konsep diri.
3. Masyarakat
Masyarakat sangat mementingkan fakta - fakta yang ada pada seorang anak sehingga Hal ini sangat Berpengaruh terhadap konsep diri yang dimiliki oleh seorang individu.
C. Jenis -Jenis Konsep Diri Remaja
Dalam perkembangannya konsep diri terbagi dua. Yaitu :
1. Konsep diri Positif
Konsep diri positif bersifat stabil dan bervariasi. Individu yang memiliki konsep diri positif adalah individu yang tahu betul tentang dirinya dapat memahami dan menerima sejumlah fakta yang sangat bermacam - macam tentang dirinya sendiri, evaluasi terhadap dirinya sendirimenjadi positif dan dapat menerima keberadaan orang lain.
2. Konsep Diri Negatif
Dapat dibedakan menjadi dua. Yaitu :
a. Pandangan individu tentang dirinya sendiri benar – benar tidak teratur, tidak memiliki perasaan kesetabilan dan keutuhan diri, kekuatan dan kelemahannya atau yang dihargai dalam kehidupannya.
b. Pandangan tentang dirinya sendiri terlalu stabil dan teratur. Hal ini bisa terjadi karena individu dididik dengan cara yang sangat keras, sehingga menciptakan citra diri yang tidak mengizinkan.
D. Aspek - Aspek Konsep Diri Remaja
Konsep diri merupakan gambaran mental yang dimiliki oleh seorang individu. Gambaran mental yang dimiliki individu memiliki tiga aspek yaitu pengetahuan yang memiliki individu mengenai dirinya sendiri, pengharapan yang dimiliki individu untuk dirinya sendiri serta penilaian mengenai diri sendiri.
PENYESUAIAN DIRI REMAJA
A. Konsep dan Proses Penyesuaian Diri
1. Pengertian penyesuaian diri
a. Penyesuaian berarti adaptasi : dapat mempertahankan eksisensinya bisa memperoleh kesejahteraan jasmani dan rohani.
b. Penyesuaian juga dapat diartikan sebagai konformitas yang berarti menyesuaikan sesuatu dengan standar atau prinsip
c. Penyesuaian dapat diartikan sebagai penguasaan, yaitu memiliki kemampuan untuk memuat rencana dan mengorganisasi respon sedemikian rupa.
d. Penyesuaian dapat diartikan penguasaan dan kematangan emosional.
2. Proses Penyesuaian Diri
Penyesuaian yang sempurna terjadi jika manusia selalu dalam keadaan seimbang antara dirinya dengan lingkungannya dimana tidak ada lagi kebutuhan yang tidak terpenuhi, dan dimana semua fungsi organisme beri alan normal. indiv idu dikatakan berhasil dalam melakukan penyesuaian diri apabila ia dapat memenuhi kebutuhannya dengan cara yang wajar atau apabila dapat diterima oleh lingkungan tanpa merugikan atau mengganggu lingkungannya.
3. Karakteristik Penyesuaian Diri
Ada individu - individu yang dapat melakukan penyesuaiyan diri secara positif, namun adapula individu - individu yang melakukan penyusaian diri yang salah. Berikut ini akan ditinjau karekteristik penyesuaian diri yang positif dan penyesuaian diri yang salah.
a. Penyesuaian diri secara positif
Ditandai hal- hal seagai berikut :
1. Tidak menunjukkan adanya ketegangan emosional
2. Tidak menunjukkan adanya mekanisme - mekanisme psikologis
3. Tidak menunjukkan adanya frustasi pribadi
4. Memiliki pertimbangan rasional dan pengarahan din.
5. Mampu dalam belajar.
6. Menghargai pengalaman.
7. Bersikap realistik dan objektif.
b. Penyesuaian Diri yang Salah
Penyes.raian diri yang salah ditandai dengan berbagai bentuk tingkah laku yang serba salah tidak terarah emosional, sikap yang tidak realistis, agresif dan sebagainya Ada tiga bentuk raeksi dalam penyesuaian yang salah yaitu
1. Reaksi bertahan.
2. Reaksi menyerang, dan
3. Reaksi melarikan diri
4. Faktor - faktror yang Mempengaruhi Proses Penyesuaian Diri
1. Kondisi - kondisi fisik, termasuk didalamnya keturunan, konstitusi fisik, susunan saraf, kelenjar, dan sistem otot, kesehatan, penyakit, dan sebagainya.
2. Perkembangan dan kematangan, khususnya kematangan intelektual, sosial, moral, dan emosional.
3. Penentuan psikologis, termasuk didalamnya pengalaman, belajamya, pengkondisian, penentuan diri, frustasi, dan konflik.
4. Kondisi lingkungan, khususnya keluarga dan sekolah.
5. Penentuan kultural, termasuk agama.
B. Permasalahan - permasalahan Penyesuaian Diri Remaja
Permasalahan penyesuaian diri yang dihadapi remaja dapat berasal dari suasana psikologis keluarga seperti keretakan keluarga. Permasalahan lain yang mungkin timul adalah penyesuaian diri yang berkaitan dengan kebiasaan belajar yang baik.
Upaya - upaya yang dapat dilakukan untuk memperlancar proses penyesuaian diri remaja khususnya disekolah adalah :
1. Menciptakan situasi sekolah yang dapat menimbulkan rasa betah agi anak didik.
2. Menciptakan suasana belajar mengajar yang menyenangkan agi anak.
3. Usaha memahami anak didik secara menyeluruh.
4. Menggunakan metode dan alat mengajar yang menimbulkan gairah belajar.
5. Menggunakan prosedur evaluasi yang dapat memperbesar motivasi belajar.
6. Ruang kelas yang memenuhi syarat- syarat kesehatan.
7. Peraturan yang jelas dan pahami murid - murid.
8. Kerja sama dari para guru dalam melaksanakan kegiatan pendidikan disekolah.
9. Teladan para guru dalam segala segi pendidikan.
10. Pelaksanaan program bimbingan dan penyuluhan yang sebaik - baiknya.
KESIMPULAN
Manusia tidak dilahirkan dalam keadaan telah mampu menyesuiakan diri, maka penyesuain diri terhadap lingkungan hidup, pertumbuhan dan perkembangan memerlukan proses yang cukup unit. Penyesuaian diri dapat diartikan adaptasi, komformitas, pengusaan, dan kemaangan emosional. Proses penyesuain diri yang tertuju pada pencapaian keharmonisan antara faktor intemal dan eksernal anak sering menimbulkan konflik tekanan, frustasi, dan berbagai macam prilaku untuk membebaskan diri dari ketengangan.
Kondisi fisik, mental dan emosional dipengaruhi dan diarahkan oleh faktor-faktor lingkungan dimana kemungkinan akan berkembang proses penyusaian yang baik atau salah. Selain faktor lingkungan, faktor psikologis kematangan, kondisi fisik dan kebudayaan juga mempengaruhi proses penyesuaian dari.
Penyesuaian diri adalah suatu proses. Salah satu ciri pokok dari kepribadian yang sehat mentalnya ialah memiliki kemampuan untuk mengadakan penyesuaian diri secara harmonis baik terhadap diri sendiri maupun terhadap lingkungannya.
Proses penyesuaian diri dipenngaruhi oleh beberapa faktor antara lain : kondisi fisik, tingkatan perkembangan dan kematangan, faktor fisikologis, lingkungan dan kebudayaan.
DAFTAR PUSTAKA
Derajat, Zakiah. Kesehatan mental. Jakarta; Gunung Agung. 1982
Sarwono, Sarlito Wirawan. Psikologi remaja. Jakarta; Rajawali Pres. 1991
1. Nining Astuti
2. Kartini
3. Fedrawati
KELAS : III B
JURUSAN : BIOLOGI
FAKULTAS : FKIP
KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada ALLAH SWT, karena berkat dan rahmatNYA lah sehingga penulis dapat makalah ini dengan judul “penyesuaian remaja”
Penulis menyadari, bahwa makalah ini belum sempurna sehingga kritik dan saran dari pembaca sangat diperlukan untuk kesempurnaan makalah yang saya buat ini. Atas kritik dan saran dari semua pihak, Penulis ucapkan terima kasih.
Pekanbaru, desember 2009
BAB I
PENDAHULUAN
Belajar ataupun bekerja pada bidang-bidang yang diminati terlebih lagi didukung dengan bakat serta talenta yang sesuai, akan membawa gairah dan memberi kenikmatan dalam mempelajari atau menjalaninya. Sayangnya seringkali remaja memilih suatu jurusan atau bidang studi karena terbawa den ikut teman-temannya, atau memilih bidang yang sedang popular, tanpa sempat mencerna lebih dahulu den memahami bidang yang akan dipelajari, menjadi apa setelah selesai sekolah atauprm lebih jauh lagi mengenali bidang pekerjaan seperti apa yang bisa digelutinya sesuai dengan latar belakang pendidikannya tersebut.
Mengembangkan minat dan bakat bertujuan agar seseorang belajar atau dikemudian hari bisa bekerja di bidang yang diminatinya dan sesuai dengan kemampuan serta minat dan bakat yang dimilikinya sehingga mereka bisa mengembangkan kapabilitas untuk belajar serta bekerja secara optimal dengan penuh antusias.
KONSEP DIRI REMAJA
A. Pengertian konsep diri remaja
Cara pandang individu terhadap dirinya akan membentuk suatu konsep tentang dirinya sendiri. Konsep tentang diri merupakan hal yang penting bagi kehidupan individu karena konsep diri menentukan bagaimana individu bertindak dalam berbagai situasi. Konsep diri juga dianggap sebagai pemegang peranan kunci dalam pengintegrasian kepribadian individu, didalam memotivasi tingkah laku serta didalam pencapaian kesehatan mental.
Berdasarkan penjelasan diatas, dapat disimpulkan bahwa konsep diri merupakan suatu hal yang sangat penting dalam pengintegrasian kepribadian, memotivasi tingkah laku sehingga pada akhirnya akan tercapainya kesehatan mental. Sehingga konsep diri dapat didefenisikan sebagai gambaran yang ada pada diri individu yang erisikan tentang bagaimana individu melihat dirinya sendiri sebagai pribadi yang disebut dengan pengetahuan diri, bagaimana individu merasa atas dirinya yang merupakan penilaian diri sendiri serta bagaimana individu menginginkan diri sendiri sebagai manusia yang diharapkan.
B. Perkemangan Konsep Diri Remaja
Konsep diri berasal dan berkembang sejalan pertumbuhannya. Ketika individu lahir, tidak memiliki pengetahuan tentang dirinya serta tidak memiliki penilaian terhadap dirinya sendiri. Dalam perkembangan konsep diri, yang digunakan sebagai sumber pokok informasi adalah interaksi individu dengan orang lain. Antara lain adalah :
1. Orang Tua
Orang tua adalah kontak sosial yang paling awal yang dialami oleh seseorang dan yang paling kuat.
2. Kawan Sebaya
Kawan sebaya menempati posisi kedua setelah orang tua dalam mempengaruhi konsep diri.
3. Masyarakat
Masyarakat sangat mementingkan fakta - fakta yang ada pada seorang anak sehingga Hal ini sangat Berpengaruh terhadap konsep diri yang dimiliki oleh seorang individu.
C. Jenis -Jenis Konsep Diri Remaja
Dalam perkembangannya konsep diri terbagi dua. Yaitu :
1. Konsep diri Positif
Konsep diri positif bersifat stabil dan bervariasi. Individu yang memiliki konsep diri positif adalah individu yang tahu betul tentang dirinya dapat memahami dan menerima sejumlah fakta yang sangat bermacam - macam tentang dirinya sendiri, evaluasi terhadap dirinya sendirimenjadi positif dan dapat menerima keberadaan orang lain.
2. Konsep Diri Negatif
Dapat dibedakan menjadi dua. Yaitu :
a. Pandangan individu tentang dirinya sendiri benar – benar tidak teratur, tidak memiliki perasaan kesetabilan dan keutuhan diri, kekuatan dan kelemahannya atau yang dihargai dalam kehidupannya.
b. Pandangan tentang dirinya sendiri terlalu stabil dan teratur. Hal ini bisa terjadi karena individu dididik dengan cara yang sangat keras, sehingga menciptakan citra diri yang tidak mengizinkan.
D. Aspek - Aspek Konsep Diri Remaja
Konsep diri merupakan gambaran mental yang dimiliki oleh seorang individu. Gambaran mental yang dimiliki individu memiliki tiga aspek yaitu pengetahuan yang memiliki individu mengenai dirinya sendiri, pengharapan yang dimiliki individu untuk dirinya sendiri serta penilaian mengenai diri sendiri.
PENYESUAIAN DIRI REMAJA
A. Konsep dan Proses Penyesuaian Diri
1. Pengertian penyesuaian diri
a. Penyesuaian berarti adaptasi : dapat mempertahankan eksisensinya bisa memperoleh kesejahteraan jasmani dan rohani.
b. Penyesuaian juga dapat diartikan sebagai konformitas yang berarti menyesuaikan sesuatu dengan standar atau prinsip
c. Penyesuaian dapat diartikan sebagai penguasaan, yaitu memiliki kemampuan untuk memuat rencana dan mengorganisasi respon sedemikian rupa.
d. Penyesuaian dapat diartikan penguasaan dan kematangan emosional.
2. Proses Penyesuaian Diri
Penyesuaian yang sempurna terjadi jika manusia selalu dalam keadaan seimbang antara dirinya dengan lingkungannya dimana tidak ada lagi kebutuhan yang tidak terpenuhi, dan dimana semua fungsi organisme beri alan normal. indiv idu dikatakan berhasil dalam melakukan penyesuaian diri apabila ia dapat memenuhi kebutuhannya dengan cara yang wajar atau apabila dapat diterima oleh lingkungan tanpa merugikan atau mengganggu lingkungannya.
3. Karakteristik Penyesuaian Diri
Ada individu - individu yang dapat melakukan penyesuaiyan diri secara positif, namun adapula individu - individu yang melakukan penyusaian diri yang salah. Berikut ini akan ditinjau karekteristik penyesuaian diri yang positif dan penyesuaian diri yang salah.
a. Penyesuaian diri secara positif
Ditandai hal- hal seagai berikut :
1. Tidak menunjukkan adanya ketegangan emosional
2. Tidak menunjukkan adanya mekanisme - mekanisme psikologis
3. Tidak menunjukkan adanya frustasi pribadi
4. Memiliki pertimbangan rasional dan pengarahan din.
5. Mampu dalam belajar.
6. Menghargai pengalaman.
7. Bersikap realistik dan objektif.
b. Penyesuaian Diri yang Salah
Penyes.raian diri yang salah ditandai dengan berbagai bentuk tingkah laku yang serba salah tidak terarah emosional, sikap yang tidak realistis, agresif dan sebagainya Ada tiga bentuk raeksi dalam penyesuaian yang salah yaitu
1. Reaksi bertahan.
2. Reaksi menyerang, dan
3. Reaksi melarikan diri
4. Faktor - faktror yang Mempengaruhi Proses Penyesuaian Diri
1. Kondisi - kondisi fisik, termasuk didalamnya keturunan, konstitusi fisik, susunan saraf, kelenjar, dan sistem otot, kesehatan, penyakit, dan sebagainya.
2. Perkembangan dan kematangan, khususnya kematangan intelektual, sosial, moral, dan emosional.
3. Penentuan psikologis, termasuk didalamnya pengalaman, belajamya, pengkondisian, penentuan diri, frustasi, dan konflik.
4. Kondisi lingkungan, khususnya keluarga dan sekolah.
5. Penentuan kultural, termasuk agama.
B. Permasalahan - permasalahan Penyesuaian Diri Remaja
Permasalahan penyesuaian diri yang dihadapi remaja dapat berasal dari suasana psikologis keluarga seperti keretakan keluarga. Permasalahan lain yang mungkin timul adalah penyesuaian diri yang berkaitan dengan kebiasaan belajar yang baik.
Upaya - upaya yang dapat dilakukan untuk memperlancar proses penyesuaian diri remaja khususnya disekolah adalah :
1. Menciptakan situasi sekolah yang dapat menimbulkan rasa betah agi anak didik.
2. Menciptakan suasana belajar mengajar yang menyenangkan agi anak.
3. Usaha memahami anak didik secara menyeluruh.
4. Menggunakan metode dan alat mengajar yang menimbulkan gairah belajar.
5. Menggunakan prosedur evaluasi yang dapat memperbesar motivasi belajar.
6. Ruang kelas yang memenuhi syarat- syarat kesehatan.
7. Peraturan yang jelas dan pahami murid - murid.
8. Kerja sama dari para guru dalam melaksanakan kegiatan pendidikan disekolah.
9. Teladan para guru dalam segala segi pendidikan.
10. Pelaksanaan program bimbingan dan penyuluhan yang sebaik - baiknya.
KESIMPULAN
Manusia tidak dilahirkan dalam keadaan telah mampu menyesuiakan diri, maka penyesuain diri terhadap lingkungan hidup, pertumbuhan dan perkembangan memerlukan proses yang cukup unit. Penyesuaian diri dapat diartikan adaptasi, komformitas, pengusaan, dan kemaangan emosional. Proses penyesuain diri yang tertuju pada pencapaian keharmonisan antara faktor intemal dan eksernal anak sering menimbulkan konflik tekanan, frustasi, dan berbagai macam prilaku untuk membebaskan diri dari ketengangan.
Kondisi fisik, mental dan emosional dipengaruhi dan diarahkan oleh faktor-faktor lingkungan dimana kemungkinan akan berkembang proses penyusaian yang baik atau salah. Selain faktor lingkungan, faktor psikologis kematangan, kondisi fisik dan kebudayaan juga mempengaruhi proses penyesuaian dari.
Penyesuaian diri adalah suatu proses. Salah satu ciri pokok dari kepribadian yang sehat mentalnya ialah memiliki kemampuan untuk mengadakan penyesuaian diri secara harmonis baik terhadap diri sendiri maupun terhadap lingkungannya.
Proses penyesuaian diri dipenngaruhi oleh beberapa faktor antara lain : kondisi fisik, tingkatan perkembangan dan kematangan, faktor fisikologis, lingkungan dan kebudayaan.
DAFTAR PUSTAKA
Derajat, Zakiah. Kesehatan mental. Jakarta; Gunung Agung. 1982
Sarwono, Sarlito Wirawan. Psikologi remaja. Jakarta; Rajawali Pres. 1991