01-08-2010, 03:26 PM
KELOMPOK 2 :
PENGERTIAN BELAJAR DAN PEMBELAJARAN MENURUT TEORI:
ANGGOTA
1. ISMAWATI
2. TRISNA SETRI AYU
3. SIGIT ALPRIAN
RANGKUMAN KELOMPOK 1 -16
BAB 1
HAKIKAT BELAJAR DAN PEMBELAJAR
1.PENGERTIAN BELAJAR
Belajar adalah suatu kegiatan dimana seseorang membuat atau menghasilkan suatu perubahan tingkah laku yang ada dalam dirinya dalam pengetahuan sikap dan keterampilan.
Factor – factor yang mempengaruhi proses belajar :
a.Factor interen
factor interen adalah kondisi yang berpengaruh dalam proses belajar yang berasal dari diri sendiri sehingga terjadi perubahan tingkah lakunya.beberapa hal yang termasuk factor interen yaitu :
1. Factor kecerdasan
2. Factor bakat
3. Factor kecakapan
4. Factor minat
5. Motivasi belajar
6. Kondisi fisik dan mental
b.faktor eksteren
factor eksteren adalah berbagai kondisi diluar individu peserta didik yang dapat mempengaruhi belajar. Beberapa hal yang termasuk factor eksteren yaitu :
1. Lingkungan sekolah
2. Lingkungan keluarga
3. Lingkungan masyarakat
2. pengertian pembelajaran
Pembelajaran adalah suatu kegiatan agar proses belajar seseorang atau kelompok orang dapat terjadi.
Factor yang mempengaruhi kegiatan pembelajaran :
a. Factor intern
Factor intern adalah factor yang terkait dengan pribadi guru sebagai pengelola kelas.
Beberapa hal yang termasuk factor intern yaitu :
- Persiapan mental
- Kesesuaian antara tugas dan tanggunga jawab
- Penguasan bahan pembelajaran
- Kondisi fisik guru yang perlu diyakini
- Motivasi kerja
b. Factor ekstern
Factor ekstern adalah kondisi yang timbul atau datangnya dari luar pribadi guru antar lain :
- Keluarga
- Lingkungan pergaulan dan masyarakat
- Factor lingkungan.
Oleh sebab itu dapat disimpulkan :
1. Guru sebagai pendidik melakukan rekayasa pembelajaran
2. Siswa sebagai pembelajar disekolah memiliki kepribadian, pengalaman dan tujuan.
3. Guru menyusun desain instruksional untuk membelajarkan siswa
4. Guru menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar
5. Guru bertindak mengajar dikelas dengan maksud membelajarkan siswa
6. Dengan akhirnya suatu proses belajar, maka siswa memperoleh suatu hasil belajar.
3.belajar, perkembangan dan pendidikan
Ketiga gejala tersebut terkait dengan pembelajaran, belajar dilakukan oleh siswa berindividu. Perkembangan dialami dan dihayati pula oeh individu siswa. Sedangkan pendidikan merupakan kegiatan interaksi. Bila siswa belajar maka akan terjadi perubahan mental dan pertumbuhan jasmani pada siswa.
Syarat – syarat perkembangn mental adalah ;
1. Pertumbuhan jasmani lebih siap
2. Individu belajar, baik atas dorongan sendiri atau dorongan sekitar
Ciri – ciri belajar dan pembelajaran :
a. Ciri – ciri belajar
1. Siswa yang bertindak belajar atau pembelajar
2. Memperoleh hasil belajar dan pengalaman hidup
3. Internal pada diri pembelajar
4. Sembarang tempat
5. Sepanjang hayat
6. Motivasi belajar kuat
7. Dapat memecahkan masalah
8. Bagi pembelajar memetinggi martabat pribadi
9. Hasil belajar sebagai dampak pengajaran dan pengiring.
b. Ciri – ciri pembelajaran
1. Siswa yang mengalami perubahan
2. Memperoleh perubahan mental
3. Internal pada diri pembelajar
4. Sembarang tempat
5. Sepanjang hayat
6. Kemauan mengubah diri
7. Terjadinya perubahan positif
8. Bagi pembelajar memperbaiki kemajuan mental
9. Kemajuan ranah kognitif, afektif dan psikomotorik
BAB 2
Pengertian Belajar dan Pembelajaran Menurut Teori :
1. BEHAVIORISTIK
Teori belajar menyatakan hukum – hukum atau prinsip –prinsip umum yang melukiskan kondisi terjadinya belajar.
Menurut teori ini, belajar dipandang sebabai perubahan tingkat yang terjadi berdasarkan paradigma Stimulus-Respons (S-R) yaitu stimulus yang memberikan respons tertentu terhadap stimulus yang datang dari luar.
Behaviorostik menekankan pada hasil belajar (berupa perubahan tingkah laku ) dan tidak memperhatikan pada proses berfikir siswa (tidak dapat dilihat).
Berikut ini adalah ide-ide dari tokoh tokoh behaviorismeyang sangat terkemuka adalah Petrovitch Pavlov, Edward Thomdike, dan B.F Skinner sebagai berikut :
1. Teori pengkondisian Klasikal dan Paviov
Beberapa hukum yang berkaitan dengan teori ClassicalConditioning dari Pavlov sebagai berikut:
a. Pemerolehan
b. Pemunahan
c. Generalisasi
d. Deskriminasi
2. Teori Connecttionism dan Thomdike
Dasar terjadinya belajar adalah pembentukan asosiasi antara stimulus dan respons, terjadinya asosisiasi tersebut menurut Thomdike berdasarkan hukum-hukum sebagai berikut :
a. Hukum kesiapan (law of readiness)
b. Hukum latihan (law of exercises)
c. HUkum pengaruh (law of effect)
3. Teori Operant Conditioning dari B.F Skinner
a. Pelaku harus dipandang berketeraturan dan ditentukan oleh hukum kausalitas
b. Pelaku tidak mempunyai hakekat khusus atau tersendiri yang menuntut penggunaan metode unik atau pengetahuan khusus bebeda dengan Prosedur-Prosedur ilmiah yang telah diterima guna memahaminya.
c. Variabel-variabel yang dipilih untuk pengkajian haruslah dapat diamalakan, variable-variabel itu haruslah berkedudukan seperti metode dan teknik-teknik yang dipakai dalam sains (eksperimen dan observasi).
d. Keadaan internal harus dipandang dibawah control kekuatan – kekuatan yang mengontrol perilaku yang tampak.
2. KOGNITIF
Kognitifisme merupakan suatu bentuk teori yang sering disebut sebagai model kognitif atau perseptual, di dalam model ini tingkah laku seseorang ditentukan oleh persepsi serta pemahamannya tentang situasi yang berhubungan dengan tujuan-tujuannya.
Menurut teori ini, manusia melakukan pengamatan mula-mula secara keseluruhan, kemudian menganalisis apa yang diamati untuk selanjutnya disintesuskan kembali.
Menurut Piaget, dasar dari belajar adalah aktivitas anak bika ia berinterkasi dengan lingkungan social dan lingkungan fisiknya.
3. HUMANISTIK
Teori Humanistik adalah Proses belajar harus dimulai dan ditujukan untuk kepentingan memanusiakan manusia itu sendiri, teori belajar Humanistik sifatnya lebih abstrak dan lebih mendekati bidang kajian filsafat, teori kepribadian, dan psikoterapi, dan dari bidang kajian psikologi belajar.
Tokoh-Tokoh penganut aliran Humanistik diantaranya :
1. Kolb yang terkenal dengan “Belajar Empat Tahap” yaitu :
a. Tahap pengalaman konkret
b. Tahap pengamatan aktif dan reflektif
c. Tahap konseptualisasi
d. Tahap eksperimentasi aktif
2. Honey dan Mumfrod yaitu tentang pembagian macam-macam siswa
a. Kelompok aktivis
b. Kelompok reflector
c. Kelompok teoris
d. Kelompok pragmatis
3. Hibermas dengan tiga macam tipe belajar
a. Belajar Teknis
Yaitu belajar bagaimana seseorang dapat berinteraksi dengan lingkungan alamnya secara benar.
b. Belajar Praktis
Yaitu belajar bagaimana sesorang dapat berinteraksi dengan lingkungan sosialnya, yaitu dengan orang-orang disekelilingnya dengan baik.
c. Belajar Emansipatoris
Yaitu menekankan upaya agar seseorang mencapai suatu pemahaman dan kesadaran yang tinggi akan terjadinya perubahan atau transformasi budaya dalm lingkungan sosialnya.
4. GESTALT
Belajar merupakan proses yang memungkinkan manusia memotifasi atau memodifikasi tingkah lakunya secara permanen. Demikian hingga modifikasi yang sam tidak lagi terjadi pada situasi yang baru.
Belajar merupakan proses yang memungkinkan manusia memodifikasi tingkah lakunya secara permanen.
Gestalt mengidentifikasi 4 fase dalam belajar, yaitu :
1. Fase motivasi (motivation fhase )
2. Fase Pehaman (Aprehending fhase )
3. Fase perolehan ( acquitision phase )
4. Fase menyimpan (storage phase )
5. Pemanggilan kembali (retifel)
5. SOSIAL
Belajar hakekatnya merupakan suatu proses alami, orang yang membutuhkan suatu informasi atau suatu pengetahuan akan berupaya keras untuk memperoleh informasi atau pengetahuan tersebut.
Teori belajar social berusaha menjelaskan tingkah laku manusia dalam segi interaksi timbal balik yang berkesinambungan antara factor kognitif, tingkah laku dan factor lingkungan.
Teori belajar social menenkankan interaksi antara perilaku dan lingkungan yang memusatkan diri pada pola perilaku yang dikembangkan individu untuk menguasai lingkungan dan bukan pada dorongan naluriah.
A. CIRI-CIRI BELAJAR DAN PEMBELAJARAN
Belajar merupakan tindakan dan perilaku siswa yang kompleks sebagai tindakan, maka belajar hanya dialami oleh siswa sendiri.
Ciri-ciri umum Pendidikan , Belajar, dan Perkembangan :
Unsur-Unsur Pendidikan Belajar Perkembangan
1. Pelaku
2. Tujuan
3. Proses
4. Tempat
5. Lama waktu
6. Syarat terjadi
7. Ukuran keberhasilan
8. Faedah
9. Hasil Guru sebagai pelaku mendidik dan siswa yang terdidik.
Membantu siswa untuk menjadi pribadi mandiri yang utuh.
Proses sebagai factor eksternal belajar.
Lembaga pendidikan sekolah dan luar sekolah.
Sepanjang hayat dan sesuai jenjang lembaga.
Guru memilki kewibawaan pendidikan.
Terbentuk pribadi terpelajar.
Bagi masyarakat mencerdaskan kehidupan bangsa.
Pribadi sebagai pembangun yang produktif dan kreatif. Siswa yang bertindak belajar atau pelajar.
Memperoleh hasil belajar dan pengalaman hidup.
Internal pada diri balajar.
Sembarang tempat
Sepanjang hayat.
Motivasi belajar kuat.
Dapat memecahkan masalah.
Bagi pelajar mempertinggi martabat pribadi.
Hasil belajar sebagai dampak pengajaran dan pengiring. Siswa yang mengalami perubahan.
Memperoleh perubahan mental.
Internal pada diri balajar.
Sembarang tempat
BAB 3
TUJUAN BELAJAR DAN PEMBELAJARAN
1. Tujuan belajar
Tujuan belajar adalah sejumlah hasil belajar yang menunjukkan bahwa siswa telah melakukan tugas belajar, yang meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikap – sikap yang baru yang diharapkan tercapai oleh siswa.
2. Tujuan pembelajaran
Guru adalah sumber utam tujuan bagi para siswa dan dia harus mampu menulis dan melih tujuan pendidikan yang bermakna dan dapat diukur. Tujuan itu menyediakan situasi atau kondisi untuk belajar. Misalnya dalam situasi bermain peran. Tujuan menyatakan tingkat minimal perilaku yang dihekendaki, misalnya pada peta pulau jawa, siswa dapat mewarnai dan memberi label pada sekurang-kurangnya pada tiga gunung utama.
Secara umum tujuan belajar ada tiga jenis :
1. Untuk mendapatkan pengetahuan
2. Penanaman konsep dan keterampilan
3. Pembentukan sikap
3. Perlunya Belajar dan Pembelajaran
Belajar boleh dekatakan sebagai proses interaksi antara manusia dengan lingkungannya. Dalam hal ini terkandung maksud bahwa proses interaksi itu adalah :
1. Proses internalisasi dari sesuatu kedalam diri yang belajar
2. Dilakukan secara aktif, dengan sejenak panca indra yang ikut berperan
4.Jenis-Jenis tujuan Belajar dan Pembelajaran
a. Koperatif (CL,Cooperative learning )
Model pembelajaran koperatif adalah kegiatan pembelajaran dengan cara berkelompok untuk bekerja sama saling membantu, mengkonstruksi konsep, menyelesaikan masalah,persoalan, atau yang sering disebut dengan metode inkuiri.
b. Konstetual (CTSL,Conctektual teaching and learning )
Pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran yang dimulai dengan sajian atau Tanya jawab lisan yang terkait dengan dunia nyata kehidupan siswa, sehingga akan terasa , manfaat dari materi yang akan disajikan, motivasi belajar muncul, dunia pikiran siswa menjadi konkrit dan suasana menjadi kondusif atau nyaman dan menyenangkan.
c. Realistik (RME, Realistic Mathematics Education )
Adalah aktivitaskonstruksivis, realitas (kebermaknaan proses aplikasi ), pemahaman (menemukan informasi dalam konteks melalui refleksi, informal ke formal ), inter-twinment ( keterkaitan / intekoneksi antar konsep ), interaksi ( pembelajaran sebagai aktivitas social, shering ), dan bimbingan (dari guru dalam penemuan).
d. Pembelajaran Langsung (DL,direct learning)
e. Pembelajaran berbasis masalah (PBL, problem basic learning)
f. Problem Solving
g. Problem terbuka (OE)
h. Probing Promting
i. Pembelajaran bersiklus (cycle learning)
j. Reciprocal Learning
k. Savi
l. TGT (Teams games Tournament)
Penerapan model ini denangan cara mengelompokkan siswa geterogen, tugas tugas kelompok bisa berbeda. Setelah memperoleh tugas, setiap kelompok bekerja sama dalam bentuk keja individual dan diskusi.
UNSUR – UNSUR DINAMIS DALAM PEMBELAJARAN
Unsur dinamis pembelajaran pada diri guru :
a. Motivasi pemelajaran siswa
Unsur – unsur yang memepengaruhi motivasi belajar adalah :
1. Cita – cita atau aspirasi siswa
Motivasi belajar tampak pada keinginan anak sejak kecil. Keberhasilan mencapai keinginan tersebut menumbuhlkan kemauan bergiat, bahkan dikemudian hari cita- cita dalam kehidupan.
2. Kemampuan siswa
Yaitu keinginan seseorang anak perlu dibarangi dengan kemampuan atau kecakapan mencapainya.
3. Kondisi siswa
Kondisi siswa yang meliputi jasmani dan rohani mempengaruhi motivasi belajar.
4. Kondisi lingkungan
Yang berupa kondisi alam, lingkungan tempat tinggal, pergaulan sebaya , kehidupan masyarakat setempat.
b. Kondisi guru siap membelajarkan siswa
Sebagai pendidik , guru dapat memilih dan memilah mana yang baik dan mana yang buruk. Partisipasi dan teladan mem ilih prilaku yang baik tersebut sudah merupakan upaya membelajarkan dan memotivasi siswa.
BAB 4
Prinsip – prinsip belajar
Prinsip belajar adalah prinsip yang harus digunakan oleh seorang guru maupun siswa dalam kegiatan belajar mengajar demi tercapainya tujuan belajar dan pembelajaran yang diinginkan.
Prinsip – prinsip itu berkaitan dengan :
1. Perhatian dan motivasi
Perhatian terhadap pelajaran akan timbul pada siswa apabila bahan pembelajran sesuai dengan kebutuhan siswa. Kemudian dari perhatian tersebut muncullah motivasi siswa.motivasi siswa adalah tenaga yang menggerakkan dan mengarahkan aktivitas sesorang.
2. Keaktifan
Belajar hanya mungkin terjadi apabila anak aktif mengalami sendiri.menurun john deway belajar adalah menyangkut apa yang harus dikerjakan siswa untuk dirinya sendiri, maka inisiatif harus datang dari siswa sendiri.
3. Keterlibatan langsung atau pengalaman
Belajar yang paling baik adalah nelalui pengaalaman langsung. Keterlibatan siswa dalam belajar jangan diartikan keterlibatan fisik semata namun lebih dari itu terutama dalah keterlibatan mental emosional, keterlibatan dalam kegiatan kogntif dalam pemcapain dan perolehan pengetahuan.
4. Pengulangan
Dengan mengadakan pengulangan maka daya – daya tersebut akan berkembang seperti halnya pisau yang selalu diasah akan menjadi tajam, maka daya – daya yang dilatih dengan mengadakan pengulangan –pengulangan akan menjadi sempurna.
5. Tantangan
Dalam situasi belajar iswa menghadpi suatu tujuan yang ingin dicapai tetapi selalu mendapat hambatan yaitu mempelajari bahan belajar. Maka timbullah motif untuk mengatasi hambatan itu dengan mempelajari bahan belajar.
6. Balikan dan penguatan
Prinsip belajar yang berkaitan dengan balikan dan penguatan terutama ditekankan oleh belajar operan conditioning. Kalau pada teori kondisitioning yang diberi kondisiadalah stimulus, maka pada operan conditioning yang diperkuat adalah responnya.
Beberapa prinsip – prinsip belajar :
1. Prinsip kesiapan ( readiness )
2. Prinsip motivasi ( motivation )
3. Prinsip persepsi
4. Prinsip tujuan
5. Prinsip perbedaan individual
6. Prinsip transfer dan retensi
7. Prinsip belajar kognitif
8. Prinsip belajr afektif
9. Prinsip belajar psikomotor
10. Prinsip belajar evaluasi
Implikasi prinsip –prinsip belajar bagi siswa :
1. Perhatian dan motivasi
Implikasinya yaitu dipelajarinya bahwa motivasi belajar yang ada diri mereka harus dikembangakan terus menerus.
2. Keaktifan
Implikasinya terwujudnya prilaku – prilaku seperti mencari sumber informasi yang dibutuhkan, dan menganalisis hasil percobaan.
3. Keterlibatan langsung
Yaitu dalam bentuk pembuatan lapangan polli, siswa melakukan reaksi kimia, berdiskusi untuk membuat laporan dll
4. Pengulangan
Yaitu dalam bentuk kesadaran siswa untuk bersedia mengerjakan latihan – latihan yang berulang – ulang untuk satu macam membuat permasalahan.
5. Tantangan
Yaitu dalam bentuk tuntutan dimilikinya kesadaran pada diri siswa akan adanya kebutuhan untuk selalu memperoleh, memproses, dan mengolah pesan.
6. Balikan dan penguatan
Implikasinya adalah mencocok kan jawaban dengan kunci jawaban, menerima pernyataan terhadap skor atau nilai yang dicapai.
7. Perbedaan individual
Implikasinya berupa menentukan tempat duduk, menyususn jadwal pelajaran, dan dapat berupa prilaku fisik dan fsikis.
Implikasi prinsip- prinsip belajar bagi guru
1. Perhatian dan motivasi
Guru merencanakan kegiatan pembelajran dan sudah memikirkan prilakunya terhadap siswa sehingga menarik perhatian dan motivasi siswa.
2. Keaktifan
Guru memberikan kesempatan belajar bagi siswa dan berusaha aktif secara optimal
3. Keterlibatan langsung atau pengalaman
Guru merancang dan melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan mempertimbangkan karakterristik siswa dan sisi pelajaran
4. Pengulangan
Guru mampu memilih kan antara kegiatan pembelajaran yang berisi pesan yang membutuhkan pengulangan dengan yang tidak.
5. Tantangan
Yaitu harus diwujudkan oleh guru melalui bentuk kegiatan bahan dan alat, yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran.
6. Balikan dan penguatan
7. Perbedaan individual
BAB 5
SYARAT-SYARAT SUKSES BELAJAR
Prayitno (1997) mengemukakan kondisi utama yang ada pada diri siswa yang secara langsung mempengaruhi mutu belajarnya yang tercajup dalam unsur PTSDL.
A. P = Prasyarat penguasaan materi pelajaran
Prasyarat penguasaan materi pelajaran adalah komponen utama dari PTSDL. rendah penguasaan materi pelajaran siswa bukan disebabkan karena kemampuan dasar atau kecerdasan siswa, mungkin disebabkan oleh penguasaan materi yang menjadi prasyarat untuk menguasai materi selanjutnya. Kesimpulan yang dapat diambil bahwa pencapaian target minimal penguasaan materi pelajaran merupakan modal utama peningkatan mutu kegiatan belajar siswa.
B. T = Keterampilan belajar
Ketrampilan belajar diharapkan bagaimana siswa belajar dan bukan lagi pada apa yang dipelajari. Ada tujuh keterampilan yaitu :
a. Mengatur pelajaran
b. Membaca dan mengingat
c. Mengatur waktu belajar
d. Mengikuti pelajaran dikelas
e. Menggunakan kepustakaan
f. Menulis karya tulis dengan baik
g. Mempersiapkan diri untuk ujian.
Keterampilan belajar yang harus dikuasai siswa adalah :
a. Perencanaan masa studi
b. Kemampuan menjalani proses pembelajaran
c. Peningkatan kemampuan membaca
d. Kemampuan mengingat, konsentrasi, dan ketahanan dalam belajar
e. Penyelesaian tugas dan penulisan karya ilmiah
f. Belajar dari dan bersama orang lain
g. Keterampilan mengikuti ujian
Dapat disimpulkan bahwa penguasaan keterampilan belajar oleh siswa akan mampu meningkatkan mutu kegiatan belajarnya sesuai dengan target kompetrnsi belajar yang diharapkan.
C. S = Sarana Belajar
Befungsi memudahkan terjadinya proses pembelajaran karena dengan sarana belajar mudah menarik perhatian siswa, mencegah verbalisme, merangsang tumbuhnya pengertian, dan berguna multi fungsi. Sarana pembelajaran harus dikelola dengan sistem manajemen yang meliputi tata ruang, kapasitas ruang, jadwal pemakaian ruang, tat letak ruanh kelas, kebersihan dan keindahan kelas agar proses belajar dan pembelajaran menjadinyaman dan menyenangkan.
D. D= Keadaan Diri Pribadi
Kondisi diri siswa harus dipertimbangkan dalam merancang materi pembelajaran, metode dan media pembelajaran , serta pemilihan pendekatan belajar agar tidak menimbulkan hambatan belajar, melainkan dapat mengambangkan potensi diri siswa. Hasil yang diharapakan terbentuk pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAKEM).
E. L= Linkungan Fisik dan Sosio-emosional
Lingkungan dapat mempengaruhi dan mengganggu kegiatan belajar siswa. Lingkungan yang dapat mempengaruhi belajar dapat berupa lingkungan alam, panas, dingin atau sejuk dan lingkunangan social, tenang ramai sibuk dan berisik. Guru diharapakan dapat menciptakan lingkungan social yang didalamnya mewujud suasana keakraban, penerimaan, gembira, rukun dan damai serta memanfaatkan lingkungan social sebagai sumber belajar, bukan sebaliknya berupa suasana perselisihan, bersaing tidak sehat, salah menyalahkan, dan cerai berai.
Bab 6
Motivasi belajar
Pengertian motivasi belajar
Motivasi adalah suatu kondisi atau status internal (kadang kadang diartikan sebagai kebutuhan , keinginan atau hasrat) yang mengarahkan prilaku seseorang untuk aktif bertindak dalam rangka mencapai suatu tujuan jadi ada 3 kata kunci tentang pengertian motivasi menurut huit yaitu kondisi
Kondisi atau status internal memberi arah pada prilaku seseorang
Keinginan yang memberi tenaga dan mengarahkan prilaku seseorang untuk mencapai tujuan
Tingkat kebutuhan dan keinginan akan berpengaruh terhadap prilaku seseorang
Pentingnya motivasi belajar bagi siswa
Menyadarkan kedudukan pada awal belajar , proses hingga hasil akhir
Menginformasikan tentang kekuatan usaha belajar yang dibandingkan dengan teman sebaya
Menyadarkan tentang adanya perjalanan belajar dan kemudian bekerja(disela sela adalah istirahat, atau bermain) yang bersinambung dimana individu dilatih untuk menggunakan kekuatannya sedemikian rupa agar dapat berhasil
Pentingnya motivasi bagi guru
Meningkatkan, membangkitkan, dan memelihara semangant siswa untuk belajar sampai berhasil
Mengetahui dan memahami motivasi belajar siswa dikelas bermacam macam
Meningkatkan dan menyadarkan guru untuk memilih satu diantara bermacam macam peran, sebagai penasehat, fasilitator, teman diskusi dll
Memberi peluang guru untuk unjuk kerja rekayasa pedagogis, tugas guru adalah membuat siswa belajar sampai berhasil
JENIS DAN SIFAT MOTIVASI
Jenis motivasi ada 2 diantaranya ada motivasi primer dan motivasi sekunder, motivasi primer adalah motivasi yang didasarkan pada motif motif dasar, yang umumnya berasal dari segi biologis atau jesmani manusia
Sedangkan sekunder adalah motivasi yang dipelajari yang terpengaruh oleh adanya sikap yang cirri cirinya
Merupakan kecendrungan berfikir dan merasa
Relative bersifat tetap
Berkecendrungan melakukan penilaian
Berkecendrungan melakukan penilaian
Dapat timbul dari pengalaman
Sifat motivasi
Motivasi yang berasal dari dalam diri atau biasa disebut dengan motivesi intrinsic
Motivasi yang berasal dari luar diri atau motivasi ekstrensik
Factor factor yang mempengaruhi motivasi
Factor internal
Factor eksternal
Lingkingan sekolah
Lingkungan masyarakat
Lingkungan keluarga
Bab 7
Jenis dan sifat motivasi
A , jenis dan sifat motivasi
Para ahli dan ilmu jiwa berpendapat yang berbeda dengan tingkat kekuatan mental individu, perbedaan pendapat tersebut umumnya didasarkan pada penelitian tentang prilaku belajar pada hewan
Meskipun mereka berbeda pendapat tentang tingkat kekuatannya , tetapi mereka sependapat bahwa motivasi tersebut dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu motivasi primer dan motivasi sekunder
• Motivasi primer
Motivasi primer adalah motivasi yang didasarkan pada motif motif dasar, dalam motif ini pada dasarnya berasal dari segi biologis tau jesmani manusia , manusia adalah mahkluk jesmani sehingga prilakunya terpengaruh oleh insting
Freund berpendapat bahwa insting memiliki 4 ciri yaitu tekanan, sasaran, objek dan sekunder, tekanan adalah kekuatan yang memotifasi individu untuk bertingkah laku semakin besar energi dalam insting maka prilakunya terpengaruh oleh tekanan terhadap individu semakin besar
Sasaran adalah kepuasan atau kesenangan, sedangkan objek insting adalah hal hal yang memuaskan insting, objek insting ini bias bersal dari luar individu maupun dari dalam individu, adapun sumbernya dalah keadaan jasmaniah
Segenap insting manusia dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu insting kehidupan dan insting kematian, dimana kehidupan bertujuan memelihara kelangsungan hidup seperti makan, minum, istirahat, dll, dan insting kematian tertuju kepada penghancuran seperti merusak, menganiaya, atau membunuh orang lain,
• Motivasi sekunder
Motivasi sekunder adalah motivasi yang dipelajri sebagai ilustrasi orang yang lapar akan tertarik pada makanan, untuk memperoleh makanan seseorang harus bekerja terlebih dahulu agar orang itu dapat bekerja maka ia harus belajar bekerja dengan baik maka ia akan mendapatkan uang , dan uang tersebut dapat digunakan untuk membeli makanan yang ia butuhkan
B . sifat motivasi
Motivasi seseorang dapat bersumber dari dalam diri yang dikenal dengan motivasi internal dan dari luar yang dikenal dengan motivasi eksternal
B . faktor factor yang mempengaruhi motivasi belajar
• Factor internal
Cita cita atau aspirasi siswa
Kemampuan siswa
Kondisi siswa
Factor eksternal
Kondisi lingkungan siswa
Upaya guru membelajarkan siswa
Menurut beberapa pendapat ahli manusia adalah makhluk social, perilakunya tidak hanya terpengaruh oleh factor biologis tetapi juga factor social. Perilakunya manusia terpengaruh oleh 3 komponen komponen seperti kognitif, afektif, psikomotor
Komponen kognitif adalah aspek intelektual yang terkait dengan ilmu pengetahuan, sedangkan komponen kognitif adalah terkait dengan kawasan dan kebiasaan bertindak,
Komponen afektif adalah aspek emosional, komponen ini terdiri dari motif social, sikap dan emosi, emosi menunjukkan danya sejenis guncangan seseorang yang disertai dengan proses prilaku dan kesabaran, emosi memiliki fungsi sebagai energi pemberi informasi dan pembawa pesan
C . upaya guru dalam meningkatkan motivasi belajar
Optimalisasi guru penerapan prinsip belajar
Optimalisasi unsure dinamis belajar dan pembelajaran
Optimalisasi pemanfaatan dan kemampuan siswa
Pengembangan siswa dan aspirasi belajar
Ba b 8
Pengembangan kurikulum
A. PENGERTIAN KURIKULUM
kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan menegenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan.
B. LANDASAN PENGEMBANGAN KURIKULUM
1. landasan Filosofis
Berkaitan dengan pentingnya filsafat dalam membina dan mengembangkan kurikulum pada suatu lembaga pendidikan, karena perumusan tujuan dan isi kurikulum pada dasarnya bergantung pada pertimbangan-pertimbangan filosofis. Landasan Psikologis
Berkaitan dengan spikologi/teori belajar (psychology/teory of learning) dan spikologi perkembangan (developmental psychology). Psikologi perkembangan merupakan ilmu yang mempelajari tentang perilaku individu berkenaan dengan perkembangannya. Dalam psikologi perkembangan dikaji tentang hakekat perkembangan, pentahapan perkembangan, aspek-aspek perkembangan, tugas-tugas perkembangan individu, serta hal-hal lainnya yang berhubungan perkembangan individu, yang semuanya dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan mendasari pengembangan kurikulum. Psikologi belajar merupakan ilmu yang mempelajari tentang perilaku individu dalam konteks belajar. Psikologi belajar mengkaji tentang hakekat belajar dan teori-teori belajar, serta berbagai aspek perilaku individu lainnya dalam belajar, yang semuanya dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan sekaligus mendasari pengembangan kurikulum.
2. Landasan Sosial Budaya
Dijadikan sebagai salah satu aspek yang harus dipertimbangkan dalam pengembangan kurikulum karena pendidikan selalu mengandung nilai dan norma yang berlaku dalaam masyarakat. Dan disamping itu, keberhasilan suatu pendidikan dipengaruhi oleh lingkungan kehidupan masyarakat.
3. Landasan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Teknologi merupakan aplikasi dari ilmu pengetahuan dan ilmu-ilmu lainnya untuk memecahkan masalah-masalah. Dimana IPTEK berkembang teramat pesat seiring dengan lajunya perkembangan masyarakat. Karena tujuan pendidikan adalah menyiapkan siswa untuk menghadapi perubahan yang semakin pesat, termasuk diantaranya ilmu pengetahuan dan teknologi.
C. KOMPONEN KURIKULUM
Pengembangan kurikulum pada dasarnya merupakan suatu proses yang berkelanjutan dan merupakan suatu siklus dari beberapa komponen, yaitu :
1. Komponen Tujuan
Tujuan dalam suatu kurikulum akan menggambarkan kualitas manusia yang diharapkan terbina dari suatu pendidikan. Dengan demikian tujuan akan memberikan petunjuk mengenai arah
Tujuan yang harus dicapai dalam pendidikan di Indonesia terdiri atas :
a. Tujuan Umum Pendidikan (tujuan pendidikan nasional)
b. Tujuan Institusional (tujuan lembaga/satuan pendidikan)
c. Tujuan Pengajaran/Kurikuler (tujuan mata pelajaran)
d. Tujuan Instruksional (tujuan pembelajaran).
2. Komponen Materi/Isi/Bahan Ajar
Isi program kurikulum adalah segala sesuatu yang diberikan kepada anak didik dalam kegiatan belajar mengajar dalam rangka mencapai tujuan. Isi kurikulum meliputi jenis-jenis bidang studi yang diajarkan dan isi program masing-masing bidang studi tersebut. Bidang-bidang studi tersebut disesuaikan dengan jenis, jenjang maupun jalur pendidikan yang ada.
Isi atau materi kurikulum adalah semua pengetahuan, nilai-nilai dan sikap-sikap yang terorganisasi dalam mata pelajaran/bidang studi.
3. Komponen Strategi Mengajar
Strategi pembelajaran berkaitan dengan masalah cara atau system penyampaian isi kurikulum dalam rangka pencapaian tujuan yang telah dirumuskan. Pengertian strategi pembelajaran meliputi pendekatan, prosedur, metode dan teknik yang digunakan dalam menyajikan materi/isi kurikulum.
4. Komponen Media Mengajar
Media pembelajaran merupakan sarana yang dapat membantu proses belajar siswa. Atau sebagai sarana untuk menyalurkan pesan atau informasi dari guru kepada siswa atau sebaliknya. Sehingga memungkinkan proses belajar berjalan efektif.
5. Komponen Evaluasi Pengajaran
Evaluasi merupakan salah satu komponen kurikulum. Dalam pengertian terbatas, evaluasi kurikulum dimaksudkan untuk memeriksa tingkat ketercapaian tujuan-tujuan pendidikan yang ingin diwujudkan melalui kurikulum yang bersangkutan.
D. PRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN KURIKULUM
1. Prinsip relevansi; secara internal bahwa kurikulum memiliki relevansi di antara komponen-komponen kurikulum (tujuan, bahan, strategi, organisasi dan evaluasi). Sedangkan secara eksternal bahwa komponen-komponen tersebutmemiliki relevansi dengan tuntutan ilmu pengetahuan dan teknologi (relevansi epistomologis), tuntutan dan potensi peserta didik (relevansi psikologis) serta tuntutan dan kebutuhan perkembangan masyarakat (relevansi sosilogis).
2. Prinsip fleksibilitas; dalam pengembangan kurikulum mengusahakan agar yang dihasilkan memiliki sifat luwes, lentur dan fleksibel dalam pelaksanaannya, memungkinkan terjadinya penyesuaian-penyesuaian berdasarkan situasi dan kondisi tempat dan waktu yang selalu berkembang, serta kemampuan dan latar bekang peserta didik.
3. Prinsip kontinuitas; yakni adanya kesinambungandalam kurikulum, baik secara vertikal, maupun secara horizontal. Pengalaman-pengalaman belajar yang disediakan kurikulum harus memperhatikan kesinambungan, baik yang di dalam tingkat kelas, antar jenjang pendidikan, maupun antara jenjang pendidikan dengan jenis pekerjaan.
4. Prinsip efisiensi; yakni mengusahakan agar dalam pengembangan kurikulum dapat mendayagunakan waktu, biaya, dan sumber-sumber lain yang ada secara optimal, cermat dan tepat sehingga hasilnya memadai.
5. Prinsip efektivitas; yakni mengusahakan agar kegiatan pengembangan kurikulum mencapai tujuan tanpa kegiatan yang mubazir, baik secara kualitas maupun kuantitas.
Bab 9
Fungsi kurikulum, factor factor yang mempengaruhi perkembangan kurikulum, penyempurnaan dan perubahan kurikulum
1,funggsi kurikulum
A, fungsi kurikulum dalam rangka mencapai tujuan pendidikan
Kurikulum pada suatu sekolah merupakan suatu alat atau usaha mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan sekolah, artinya bila tujuan sekolah yang diinginkan sekolah belum tercapai orang akan meninjau kembali alat yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut, misalnya meninjau kurikulumnya,
Dalam pencapaian tujuan pendidikan yang dicit citakan tujuan tujuan tersebut mesti dicapai secara bertingkat dan saling medukung sedangkan keberadaan kurikulum disini adalah sebagai alat untuk m encapai tujuan,
B, fungsi kurikulum bagi pendidik
Guru merupakan pendidik frofesional yang secara implicit telah siap untuk memikul sebagian tanggung jawab pendidikan yang ada pada pundak orang tua
Adapun fungsi kurikulum bagi guru atau pendidik adalah sebagai berikut
• Sebagai pedoman kerja dalam menyusun dan mengorganisir pengalaman belajar pada anak didik
• Sebagai pedoman untuk mengadakan evaluasi terhadap perkembangan anak didik dalam rangka menyerap sejumlah pengalaman yang diberikan
Dengan adanya kurikulum sudah tentu tugas guru sebagai pengajar pendidik lebih terarah, pendidik merupakan salah satu factor yang sangat menentukan dan sangat penting dalam proses pendidikan dan merupakan salah satu komponen yang berinteraksi secara aktif dengan anak didik dalam pendidikan , kurikulum merupakan alat mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan dapat meringan sebgian dalam proses belajar mengajar yang efektf dan efisien
C, fungsi kurikulum bagi sekolah tingkat atas
Fungsi kurikulum dalam hal ini terbagi atas 2 yaitu
• Pemeliharaan keseimbangan proses pendidikan
Pemahaman kurikulum yang digunakan oleh suatu sekolah dalam tingkat dasarya dapat menyesuaikan kurikulum misalnya
Jika sebagian kurikulum sekolah bersangkutan telah diajarkan pada sekolah dibawahnya sekolah dapat meninjau kembali perlu todaknya bagian tersebut diajarkan
Jilka keterampilan sekolah tersebut diperlukan dalam mempelajari kurikulum suatu sekolah belum diajarkan pada sekolah dibawahnya sekolah dapat mempertimbangkan masukny aprogram keterampilan kedalam kurikulum
• Penyiapan tenaga baru
Jika suatu sekolah berfungsi menyiapkan tenaga pendidik bagi sekolah yang berada diubawahnya perlu sekaliu sekolah yang berada dibawahnya
D, fungsi kurikulum bagi kepala sekolah
Kepala sekolah merupakan administrator dan supervisor yang mempunyai tanggung jawab terhadap kurikulum, fungsi kurikulum tehadap para Pembina antara lain adalah
• Sebagai pedoman dalam supervise memperbaiki situasi belajar
• Menciptakan situasi belajar anak kearah yang lebih baik
• Sebagai pedoman dalam supervise kepada guru
• Pedoman dalam administrator
• Pedoman dalam mengdakan evaluasi atau kemajuan belajar
e. fungsi bagi masyarakat dan pemakai lulusan sekolah
a. Ikut memberikan kontribusi dan memperlancar pelaksanaan program yang membutuhkan kerja sama dengan pihak orang tua dan masyarakat
b. Ikut memberikan kritik dan saran kontruktif dan penyempurnaan program pendidikan sekolah
2, factor factor yang mempengaruhi keberhasilan pengembangn kurikulum
• Perguruan tinggi
• Masyarakat
• System nilai
3. penyempurnaan dan perubahan kurkulum
• Penyempurnaan kurikulum belajar
• Penyempurnan tujuan belajar
• Penyempurnaan materi pelajaran
• Penyempurnaan perencanaan proses pembelajaran
Bab 11
Jenis jenis pendekatan dan peranan guru dalam
Belajar dan pembelajaran
1 pengertian pendekatan
Pendekatan pembelajaran dapat diaarikan sebagai titik tolak atau sudut pandangt kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum , didalamnya mewadahi teoretis tertentu dilihat dari pendekatannya pembelajaran terdapat dua jenis yaitu
Pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa
Pendekatan pembelajaran yang berorientasi berpusat pada guru
Dari pendekatan pembelajaran yang telah ditetapkan selanjutnya diturunkan didalam strategi pembelajaran , dimana disini kemukakan ada 4 unsur strategi dari setiap usaha yaitu mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualisifikasi hasil ( output) dan sasaran yang harus dicapai, dengan mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama yang paling efektif untuk mencapai sasaran, menetapkan langkah langkah yang akan ditempuh sejak titik awal sampai dengan sasaran , mempertimbangkan dan menetapkan tolok ukur dan patokan, untuk menilai taraf keberhasilan
2. Pendekatan ditinjau dari pengorganisasian siswa
a. individual
pembelajaran secara individual adalah kegiatan mengajar guru yang menitik beratkan pada bantuan dan bimbingan belajar pada masing masing individu, bantuan dan bimbingan belajar kepada individu juga ditemukan pada pembelajaran klasikal ttapi pprinsipnya berbeda, pada pembelajaran individual guru memberi bantuan pada masing masing pribadi, sedangkan pada pembelajaran klasikal guru memberi bantuan kepada individual secara umum, cirri yang menonjol pada pembelajaran individual ditinjau dari segi
Tujuan pengjaran pada pembelajaran individual
• Perilaku belajar mengajar disekolah menganut system belajar klasikal tampak serupa guru, membantu siswa yang menghadapi kesukaran , adapun tujuan dari pengajaran ini adalah memberi kesempatan dan keleluasaan siswa untuk belajar berdasarkan kemampuan sendiri , pengembangan kurikulum tiap individu secara optimal
• Siswa dalam pembelajaran individual,
Kedudukan siswa bersifat central, pebelajar merupakan pusat layanan pengajaran, berbeda dengan pengajaran klasikal siswa memiliki keleluasaan berdasarkan kemampuan sendri, kebebasan menggunakan waktu , keleluasaan dalam mengontrol kegiatan, siswa melakukan penilaian atas hasil belajarnya, siswa dapat mengetahui kemampuan hasil belajarnyA
• GURU DALAM PEMBELAJARAN INDIVIDUAL
Kedudukan dalam pembelajaran individual bersifat memnbantu, bantuan guru berkenaan dengan komponen pembelajaran, peranan guru dalam merencanakan kegiatan belajar sebagai berikut.
1, membantu merencanakan kegiatan belajar siswa
2. membicarakan pelaksanaan kegiatan belajar
3. berperan sebagai penasehat
Peranan guru dalam pembelajaran adalah sebagai fasilitator yang tujuannya adalah mempermudah proses belajar, cara yang dilakukan guru diantaranya, membimbing siswa belajar, menyediakan cara dan sumber belajar, memberi penguatan , menjadi teman dalam mengevaluasi pelaksanaan cara, dan hasil belajar
• Program pembelajaran dalam pembelajaran secara individual
Program pembelajaran merupakan usaha memperbaiki kelemahan pengajaran klasikal, dari segi kebutuhan pelajar, program ini akan lebih efektif, sebab siswa belajar sesuai dengan programnya sendiri, dari segi guru terkait dengan jumlah pebelajar, , tampak kurang efisien , jumlah siswa sebesar 40 orang meminta perhatian besar guru dan hal itu melelahkan guru
Hal hal yang perlu dilakukan agar pembelajaran individual dapat berjalan dengan efektif
Disesuaikan denhan kebutuhan dan kemampuan
Tujuan nya harus dimengerti
Prosedurnya harus dimengerti oleh siswa
Keterlibatan guru dalam evaluasi
• Orientasi dan tekanan utama
Program pembelajaran individual berorientasi pada pemberian bantuan kepada setiap siswa agar ia dapat belajar secara mandiri, kemandirian belajar tersebut merupakan tuntutan perkembangan individual
B . kelompok
Dalam kegiatan belajar mengajar dikelas ada kalnya guru memberi kelompok yang umumnya terdiri dari 3-8 orang, dalam pembelajaran kelompok guru memberikan bantuan atau bimbingan kepada tiap anggota kelompok, , adapuun cirri cirri yang menonjol dari pembelajaran secara berkelompok ini adalah sebagai berikut:
• Tujuan pengajaran pada kelompok kecil
• Siswa dalam pembelajaran kelompok kecil
• Guru sebagai pembelajar, dalam pembelajaran kelompok
• Program pembelajaran dalam pembelajaran kelompok
• Orientasi dan tekanan utama pelaksanaan
C . klasikal
Pembelajaran klasikal merupakan kemampuan guru yang utama, hal itu disebabkan oleh pengajaran klasikal merupakan kegiatan belajar yang tergolong efisien, secara ekonomis, pembiayaan kelas lebih murah, oleh karena itu ada jumlah minimum siswa dalam kelas
Pengelolaan pembelajaran bertujuan, mencapai tujuan belajar peran guru dalam pembelajaran secara individual dan kelompok kecil berlaku dalam pembelajaran secara klasikal, pembelajaran dapat dilakukan dengan tindakan
• Penciptaan tertib
• Suasana senang dalam belajar
• Pemusatan perhatian
• Pengorganisasian belajar
3 , model model pembelajaran
• Kooferatip
• Kontekstual
• Realistic
• Pembelajaran langsung
• Pembelajaran berbasis masalah
• Problem solving
• Problem posing
• Problem terbuka
• Problem prompting
Bab 12
Pendekatan keterampilan proses(pkp)
a. pengertian pendekatan keterampilan proses(pkp)
Pendekatan keterampilan proses adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menekankan proses belajar pada siswa, pkp juga diartikan sebagai pendataan pembelajaran yang melibatkan aspek intelektual social, emosional, maupun aspek fisik siswa, melalui pkp siswa belajar mengamati, mengklasifikasikan , mengkomunikasikan, memprediksi, bereksperimaen, menemukan dan menyimpulkan. Pengembangan aspek aspek pkp dalam pembelajaran selaras dengan filsafat kontrusifisme karena siswa berproses untuk menemukan sendiri dan membangun pemahaman pengetahuan
Pendekatan keterampilan proses dapat diartikan sebagai wawasan atau anutan pengembangan keterampilan intelektual , social, dan fisik yang bersumber dari kemampuan kemampuan dasar yang pada prinsipnya telah ada dalam diri siswa
b. pentingnya pendekatan keterampilan proses
untuk memperoleh keberhasilan siswa yang optimal dalam pembelajaran maka salah satu upaya yang penting adalah melatih keterampilan proses dengan melatih keterampilan proses siswa akan lebih mudah menguasai dan menghayati materi pembelajaran karena siswa secara langsung mengalami peristiwa pembelajaran tersebut.Tujuan lain penting nya PKP adalah
a. Memotivasi belajar siswa karena dalam keterampilan siswa dipacu untuk senantiasa berpartisipasi secara aktif dalam belajar.
b. Memperjelas konsep pengertian dan fakta yang dipelajari siswa karena pada hakekatnya siswa sendirilah yang mencari dan menemukan konsep tersebut.
c. Mengembangkan pengetahuan teori dengan kenyataan didalam kehidupan sehari-hari.
d. Mempersiapkan dan melatih siswa dalam menghadapi kenyataan dalam kehidupan sehari-hari untuk berpikir logis dalam memecahkan masalah.
e. Mengembangkan sikap percaya diri, bertanggung jawab dan rasa kesetiakawanan, social dalam menghadapi problem kehidupan.
C. Penerapan Ketermpilan Proses dalam Pembelajaran
Penerapan PKP dalam pembelajaran bukan merupakan hal yang mengada-ada, akan tetapi merupakan hal yang wajar dan harus dilaksanakn oleh setiap guru dalam pembelajarannya.Untuk dapat menerapkan PKP dLm pembelajaran,kita perlu mempertimbangkan dan memperhatikan karekteristik siswa dan karekteristik mata pelajaran atau bidang study.Selain itu,kita perlu menyadari bahwa dalam suatu kegiatan pembelajaran dapat terjadi pengembangan lebih dari satu macam pketermpilan proses
Untuk keterampilan dasar yakni mengobservasi, mengklasifikasikan ,memprediksi, mengatur, mengukur, menyimpulkan, dan memengkomunikasikan pengembangannya tidak hanya berhenti pada jenjang sekolah dasar
Pada pembelajaran sekolah lanjutan tingkat pertaaaaaama (SLTP) maupun sekolah menengah atas(SMA) atau sekolah menengah kejuruan(SMK) penerapan pengembangan keterampilan proses pada pkp pada semua jenjang pendidikan diperlukan untuk mendukung penerapan keterampilan terintegrasi pkp
Penerapan keterampilan proses terintegrasi pkp dalam jenjang pendidikan SLTP dan SMA memerlukan pembahasan teori dari setiap keterampilan yang ada didalamnya. Penjelasan teoritis tentang masing masing keterampilan akan membantu memudahkan siswa dalam mempraktekkannya mengingat keterampilan dalam pkp merupakan keterampilan melaksanakan suatu kegiatan penelitian, maka penerapannya dalam pembelajaran hendaknya dilakukan dengan urutan yang hierarkkis dengan kata lain sebelum satu keterampilan dikuasai siswa jangan berpindah ke keterampilan yang lainnya
d. peranan guru dalam pkp
peranan guru sebagai pendidik (nature) merupakan peran peran yang berkaitan dengan tugas tugas memberikan bantuan dan dorongan , tugas tugas dan pengawasan dan pembinaan serta tugas tugas yang berkaitan mendisiplinkan anak agar anak tersebut menjadi patuh terhadap aturan sekolah serta norma hidup didalam keluarga dan masyarakat
oleh karena itu tugas guru disebut sebagai pendidik dan pemeliharaan anak, guru sebagai penanggung jawab pendisiplinan anak harus mengontrol setiap aktivitasanak anak agar tingkah laku anak tidak menyimpang dengan norma norma yang ada
peran guru sebagai model atau contoh bagi anak setiap anak mengharapkan seorang guru dapat menjadi contoh atau model baginya oleh karena itu tingkah laku guru atau pendidik baik guru, orang tua, atau tokoh tokoh masyarakat , bangsa dan Negara, karena nilai nilai dasar Negara bangsa Indonesia adalah pancasila, maka tingkah laku pendidik harus selalu diresapi nilai nilai pancasila
peran guru sebagai pengajar dan pembimbing dalam pengalaman belajar, setiap guru harus memberikan pengetahuan keterampilan dan pengalaman lain dari luar fungsi sekolah, seperti persiapan perkawinan dan kehidupan keluarga hasil belajar berupa tingkah laku pribadi, dan spiritual dan mmemiliki pekerjaan masyarakat, hasil belajar yang berkaitan dengan tanggung jawab social dan tingkah social anak, kurikulum harus berbasis hal hal tersebut diatas sehingga anak memiliki pribadi yang sesuai dengan nilai nilai hidup yang dianut oleh bangsa dan negaranya, mempunyai pengetahuan dan keterampilan dasar untuk hidup dalam masyarakat dan pengetahuan dan mengembanggkan pengetahuannya lebih lanjut
Bab 13
Sumber belajar dan media pembelajaran
1.1 pengertian sumber belajar
sumber belajar adalah semua sumber baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan oleh peserta didik dalam belajar, baik secara terpisah maupun secara terkombinasi sehingga mempermudah peserta didik dalam mencapai kompetensi tertentu
fungsi sumber belajar antara lain adalah
• meningkatkan produktifitas pembelajaran
• memberikan kemungkinan pembelajaran yang sifatnya lebih individual
• memberikan dasar yang lebih ilmiah terhadap pembelajaran
• memungkinkan belajar seketika
1.2 jenis jenis sumber belajar
• sumber belajar yang dirancang yakni sumber belajar yang secara khusus dirancang atau dikembangkan sebagai komponen untuk memberikan fasilitas belajar yang terarah dan bersifat formal
• sumber belajar yang dimanfaatkan yaitu sumber belajar yang tidak didesain khusus untuk keperluan pembelajaran dan keberadaannya dapat ditemukan untuk keperluan pembelajaran
• macam sumber belajar tersebut antara lain informasi, guru, narasumber, infokus , diskusi, debat, perpustakaan , dll
1.3kriteria memilih sumber belajar
ekonomis tidak harus terpatok pada harga yang mahal
praktis tidak memerlukan pengelolaan yang rumit dan langka
mudah dekat dan tersedia disekitar kita
fleksible
sesuai dengan tujuan, mendukung proses dan pencapaian tuujuan belajar, dapat membangkitkan motivasi dan minat belajar siswa
1.4 media pembelajaran
Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan , dapat merangsang fikiran , perasaan dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong tercipnya proses belajar pada diri peserta didik
Funsinya antara lain
media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh para peserta didik
media pembelajaran dapat melampaui batas ruang kelas
media belajar memungkinkan adanya interaksi langsung antara peserta didik dengan lingkungannya
media menghasilkan keseragaman pengamatan
media dapat menanamkan konsep dasar yang benar dan kongrit
media membangkitkan keinginan dan minat baru
media membangkitkan motivasi
media memberikan pengalaman
1.5 jenis jenis media pembelajaran diantaranya
media visual, seperiti grafik, diagram, bagan, poster, kartun, komik
media audio sperti radio, tape recorder, labor, dan lain lain
slide, ohp in focus dll
film televise, video dll
1.6 kriteria pemilihan dan penggunaan media pembelajaran
Harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang hebak dicapai , oleh karena itu proses pembelajaran merupakan proses komunikasi dan berlangsung dalam suatu system , maka media pembelajaran menempati posisi yang cukup penting sebagai salah satu komponen system pembelajaran , tanpa media komunikasi tidaka kan terjadi proses oembelajaran secara optimal, karena media pembelajaran adalah komponen integral dari system pembelajaran
bab 14
konsep dasar evaluasi belajar dan pembelajaran
1.1 pengertian evalusi dan pengukran
Evaluasi
Menurut davies evaluasi merupakan proses sederhana memberikan atau menetapkan nilai kepada sejumlah tujuan, kegiatan, keputusan,unjuk kerja, oaraang, objek, dan masih banyak yang lain
Menurut wan dan broun evaaluasi merupakan suatu proses untuk menentukan nilai dari sesuatu
Jadi dapat disimpulkan bahwa evalusi adalah suatu proses sistematisuntuk menentukan nilai sesuatu( tujuan, kegiatan,keputusan, unjuk kerja, proses, orang, objek, dll) berdasarkan criteria tertentu melalui pendidikan penilaian
Evaluasi belajar dan pembelajaran adalah proses untuk menentukan nilai belajar dan pembelajaran yang dilaksanakan dengan melalui kegiatan penilaian dan atau pengukuran belajar dan pembelajaran
Pengukuran
Pengukuran merupakan sesuatu yang lebih menekankan pada proses penentuan kuantitas sesuatu melalui membandingkan dengan satuan ukuran tertentu, pengukuran dilakukan apabila kegiatan penilaian membutuhkannya, bila kegiatan penilaian tidak membutuhkannya maka pengukuran tidak perlu dilakukan hasil pengukuran yang bersifat kuantitatif akan diolah dan dibandingkan dengan criteria hinnga didapat suatu hasil penilaian yang kualitatif.
Pengukuran dalam kegiatan belajar dan pembelajaran adalah proses membandingkan tingkat keberhasilan belajar dan pembelajaran dengan ukuran keberhasilan belajar yang telah ditentukan secara kuantitatif
Sedangkan pengertian penilaian belajar dan pembelajaran adalah proses pembuatan keputusan nilai keberhasilan belajar dan pembelajaran secara kualitatif
2.2 kedudukan evaluasi dalam proses pendidikan
Proses pendidikan merupakan proses pemanusiaan manusia, dimana didalamnya terjadi proses membudayakan dan memberadapkan manusia, agar terbentuk manusia yang berbudaya dan beradap, maka diperlukan transpormasi kebudayaan dan peradaban
Proses pendidikan sebagai proses transpormasi
Keterangan :
Masukan dalam proses pendidikan adalah siswa dengan segala karakteristik untuk memastikan karakteristik dan keunikan siswa yang akan masuk kedalam transpormasi , maka diperlukan evaluasi terhadap masukan
Transpormasi dalam proses pendidikan adalah proses yang membudayakan dan memberadapkan siswa , lembaga pendidikan merupakan tempat terjadinya transpormasi
Keluaran dalam proses pendidikan adalah siswa yang semakin berbudaya dan beradap sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan
Umpan balik dalam proses pendidikan adalah segala informasi yang berhasil diperoleh selama proses pendidikan yang digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk memperbaiki masukan dan transpormasi yang ada dalam proses.
Setiap unsur yang ada pada proses transpormasi pendidikan membutuhkan kegiatan evaluasi , dengan demikian kedudukan evaluasi dalam proses pendidikan bersifat integrative , artinya setiap ada proses pendidikan pasti ada proses evaluasi.
2.3 syarat syarat umum evaluasi
Syarat syarat umum yang harus dipenuhi dalam mengadakan evaluasi dalam proses pendidikan antara lain
a. kesahihan
kesahihan menggantikan kata validitas(validity) yang dapat diartikan sebagai ketepatan evaluasi mengevaluasi apa yang seharusnya dievaluasi, kesahihan lebih menekankan pada hasil perolehan evaluasi , bukan pada kegiatan evaluasinya , dengan kata lain , kesahihan dperuntukkan menjawab pertanyaan “ apakah hasil evaluasi sahih?
Factor factor yang mempengaruhi kesahihan hasil evaluasi adalah sebagai berikut
• Factor instrument evaluasi itu sendiri
• Factor administrasi dan penskoran evaluasi
• Factor dalam respon siswa
b. keterandalan
yaitu berhubungan dengan masalah kepercayaan , yakni tingkat kepercayaan bahwa suatu instrument evaluasi mampu memberikan hasil yang tepat
gronlund menemukakan bahwa keterandalan merujuk kepada konsistensi (keajegan) pengukuran yakni bagaimanakah keajegan skor tes atau hasil evaluasi yang lain yang berasal dari pengukuran yang satu ke pengukuran yang lain
factor factor yang mempengaruhi ketreandalan adalah
• Panjang tes
• Sebaran skor
• Tingkat kesulitan tes
• Objektifitas
c. kepraktisan
kepraktisan evaluasi dipertimabngkan pada saat memilih tes atau instrument evaluasi lain yang dipublikasikan oleh suatu lembaga , kepraktisan evaluasi dapat diartikan senagai kemudahan kemudahan yang ada pada instrument evaluasi baik dalam mempersiapkan , menggunakan , maupun kemudahan didalam memnyimpannya
factor factor yang mempengaruhi kepraktisan instrument evaluasi meiputi
• Kemudahan mengadministrasi
• Waktu yang disediakan untuk melancarakan evaluasi
• Kemudahan menskor
• Kemudahan interperestasi t
• tersedianya bentuk instrument
BAB 15.
EVALUASI HASIL BELAJAR
Hasil belajar dapat dinilai dari beberapa teknik penilaian, sebagai berikut:
Penugasan (Proyek/Project)
Unjuk Kerja (Performance)
Tertulis (Paper & Pen)
Hasil kerja (Produk/Product)
Portofolio (Portfolio)
Sikap/perilaku
Evaluasi Diri (Self Assessment)
Kombinasi dari teknik penilaian di atas akan memberikan penilian lebih akurat terhadap hasil belajar siswa. Pemilihan teknik penilian yang cocok harus memperhatikan indicator atau kompetensi dasar dari materi ajar; tidak selalu semua cocok teknik penilian di atas dengan indicator.
KRITERIA PENGEMBANGAN INSTRUMEN EVALUASI UNJUK KERJA
Wakhinuddin S
a. Generability adalah tugas dapat digeneralisasikan dimana dan kapan saja.
b. Authenticity adalah tugas yang diberikan tersebut sudah serupa dengan kehidupan sehari-hari.
c. Multiple foci adalah tugas yang diberikan kepada peserta tes mengukur lebih dari satu kompetensi.
d. Teachability adalah tugas yang diberikan merupakan hasilnya pembelajaran yang semakin baik karena adanya latihan.
e. Fairness adalah tugas yang diberikan sudah adil (fair) untuk semua peserta tes.
f. Feasibility adalah tugas-tugas yang diberikan dalam penilaian unjuk kerja layak secara biaya, ruangan, waktu, dan peralatannya
g. Scorability adalah dapat diberi nilai (disekor).
BAB 16
MASALAH BELAJAR DAN PEMBELAJARAN
Secara umum masalah-masalah belajar meliputi masalah masalah internal belajar dan masalah masalah eksternal belajar serta bagaimana upaya yang harus dilakukan untuk menemukan solusi dari setiap masalah belajar tersebut.
Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah di atas maka permasalahan mendasar yang hendak ditelaah dalam makalah ini adalah:
1. Bagaimana implikasi pendidikan, pembelajaran, dan pengajaran?
2. Bagaimana implikasi prinsip-prinsip pembelajaran?
3. Bagaimana implikasi perkembangan teori pembelajaran sekarang?
PENGERTIAN BELAJAR DAN PEMBELAJARAN MENURUT TEORI:
ANGGOTA
1. ISMAWATI
2. TRISNA SETRI AYU
3. SIGIT ALPRIAN
RANGKUMAN KELOMPOK 1 -16
BAB 1
HAKIKAT BELAJAR DAN PEMBELAJAR
1.PENGERTIAN BELAJAR
Belajar adalah suatu kegiatan dimana seseorang membuat atau menghasilkan suatu perubahan tingkah laku yang ada dalam dirinya dalam pengetahuan sikap dan keterampilan.
Factor – factor yang mempengaruhi proses belajar :
a.Factor interen
factor interen adalah kondisi yang berpengaruh dalam proses belajar yang berasal dari diri sendiri sehingga terjadi perubahan tingkah lakunya.beberapa hal yang termasuk factor interen yaitu :
1. Factor kecerdasan
2. Factor bakat
3. Factor kecakapan
4. Factor minat
5. Motivasi belajar
6. Kondisi fisik dan mental
b.faktor eksteren
factor eksteren adalah berbagai kondisi diluar individu peserta didik yang dapat mempengaruhi belajar. Beberapa hal yang termasuk factor eksteren yaitu :
1. Lingkungan sekolah
2. Lingkungan keluarga
3. Lingkungan masyarakat
2. pengertian pembelajaran
Pembelajaran adalah suatu kegiatan agar proses belajar seseorang atau kelompok orang dapat terjadi.
Factor yang mempengaruhi kegiatan pembelajaran :
a. Factor intern
Factor intern adalah factor yang terkait dengan pribadi guru sebagai pengelola kelas.
Beberapa hal yang termasuk factor intern yaitu :
- Persiapan mental
- Kesesuaian antara tugas dan tanggunga jawab
- Penguasan bahan pembelajaran
- Kondisi fisik guru yang perlu diyakini
- Motivasi kerja
b. Factor ekstern
Factor ekstern adalah kondisi yang timbul atau datangnya dari luar pribadi guru antar lain :
- Keluarga
- Lingkungan pergaulan dan masyarakat
- Factor lingkungan.
Oleh sebab itu dapat disimpulkan :
1. Guru sebagai pendidik melakukan rekayasa pembelajaran
2. Siswa sebagai pembelajar disekolah memiliki kepribadian, pengalaman dan tujuan.
3. Guru menyusun desain instruksional untuk membelajarkan siswa
4. Guru menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar
5. Guru bertindak mengajar dikelas dengan maksud membelajarkan siswa
6. Dengan akhirnya suatu proses belajar, maka siswa memperoleh suatu hasil belajar.
3.belajar, perkembangan dan pendidikan
Ketiga gejala tersebut terkait dengan pembelajaran, belajar dilakukan oleh siswa berindividu. Perkembangan dialami dan dihayati pula oeh individu siswa. Sedangkan pendidikan merupakan kegiatan interaksi. Bila siswa belajar maka akan terjadi perubahan mental dan pertumbuhan jasmani pada siswa.
Syarat – syarat perkembangn mental adalah ;
1. Pertumbuhan jasmani lebih siap
2. Individu belajar, baik atas dorongan sendiri atau dorongan sekitar
Ciri – ciri belajar dan pembelajaran :
a. Ciri – ciri belajar
1. Siswa yang bertindak belajar atau pembelajar
2. Memperoleh hasil belajar dan pengalaman hidup
3. Internal pada diri pembelajar
4. Sembarang tempat
5. Sepanjang hayat
6. Motivasi belajar kuat
7. Dapat memecahkan masalah
8. Bagi pembelajar memetinggi martabat pribadi
9. Hasil belajar sebagai dampak pengajaran dan pengiring.
b. Ciri – ciri pembelajaran
1. Siswa yang mengalami perubahan
2. Memperoleh perubahan mental
3. Internal pada diri pembelajar
4. Sembarang tempat
5. Sepanjang hayat
6. Kemauan mengubah diri
7. Terjadinya perubahan positif
8. Bagi pembelajar memperbaiki kemajuan mental
9. Kemajuan ranah kognitif, afektif dan psikomotorik
BAB 2
Pengertian Belajar dan Pembelajaran Menurut Teori :
1. BEHAVIORISTIK
Teori belajar menyatakan hukum – hukum atau prinsip –prinsip umum yang melukiskan kondisi terjadinya belajar.
Menurut teori ini, belajar dipandang sebabai perubahan tingkat yang terjadi berdasarkan paradigma Stimulus-Respons (S-R) yaitu stimulus yang memberikan respons tertentu terhadap stimulus yang datang dari luar.
Behaviorostik menekankan pada hasil belajar (berupa perubahan tingkah laku ) dan tidak memperhatikan pada proses berfikir siswa (tidak dapat dilihat).
Berikut ini adalah ide-ide dari tokoh tokoh behaviorismeyang sangat terkemuka adalah Petrovitch Pavlov, Edward Thomdike, dan B.F Skinner sebagai berikut :
1. Teori pengkondisian Klasikal dan Paviov
Beberapa hukum yang berkaitan dengan teori ClassicalConditioning dari Pavlov sebagai berikut:
a. Pemerolehan
b. Pemunahan
c. Generalisasi
d. Deskriminasi
2. Teori Connecttionism dan Thomdike
Dasar terjadinya belajar adalah pembentukan asosiasi antara stimulus dan respons, terjadinya asosisiasi tersebut menurut Thomdike berdasarkan hukum-hukum sebagai berikut :
a. Hukum kesiapan (law of readiness)
b. Hukum latihan (law of exercises)
c. HUkum pengaruh (law of effect)
3. Teori Operant Conditioning dari B.F Skinner
a. Pelaku harus dipandang berketeraturan dan ditentukan oleh hukum kausalitas
b. Pelaku tidak mempunyai hakekat khusus atau tersendiri yang menuntut penggunaan metode unik atau pengetahuan khusus bebeda dengan Prosedur-Prosedur ilmiah yang telah diterima guna memahaminya.
c. Variabel-variabel yang dipilih untuk pengkajian haruslah dapat diamalakan, variable-variabel itu haruslah berkedudukan seperti metode dan teknik-teknik yang dipakai dalam sains (eksperimen dan observasi).
d. Keadaan internal harus dipandang dibawah control kekuatan – kekuatan yang mengontrol perilaku yang tampak.
2. KOGNITIF
Kognitifisme merupakan suatu bentuk teori yang sering disebut sebagai model kognitif atau perseptual, di dalam model ini tingkah laku seseorang ditentukan oleh persepsi serta pemahamannya tentang situasi yang berhubungan dengan tujuan-tujuannya.
Menurut teori ini, manusia melakukan pengamatan mula-mula secara keseluruhan, kemudian menganalisis apa yang diamati untuk selanjutnya disintesuskan kembali.
Menurut Piaget, dasar dari belajar adalah aktivitas anak bika ia berinterkasi dengan lingkungan social dan lingkungan fisiknya.
3. HUMANISTIK
Teori Humanistik adalah Proses belajar harus dimulai dan ditujukan untuk kepentingan memanusiakan manusia itu sendiri, teori belajar Humanistik sifatnya lebih abstrak dan lebih mendekati bidang kajian filsafat, teori kepribadian, dan psikoterapi, dan dari bidang kajian psikologi belajar.
Tokoh-Tokoh penganut aliran Humanistik diantaranya :
1. Kolb yang terkenal dengan “Belajar Empat Tahap” yaitu :
a. Tahap pengalaman konkret
b. Tahap pengamatan aktif dan reflektif
c. Tahap konseptualisasi
d. Tahap eksperimentasi aktif
2. Honey dan Mumfrod yaitu tentang pembagian macam-macam siswa
a. Kelompok aktivis
b. Kelompok reflector
c. Kelompok teoris
d. Kelompok pragmatis
3. Hibermas dengan tiga macam tipe belajar
a. Belajar Teknis
Yaitu belajar bagaimana seseorang dapat berinteraksi dengan lingkungan alamnya secara benar.
b. Belajar Praktis
Yaitu belajar bagaimana sesorang dapat berinteraksi dengan lingkungan sosialnya, yaitu dengan orang-orang disekelilingnya dengan baik.
c. Belajar Emansipatoris
Yaitu menekankan upaya agar seseorang mencapai suatu pemahaman dan kesadaran yang tinggi akan terjadinya perubahan atau transformasi budaya dalm lingkungan sosialnya.
4. GESTALT
Belajar merupakan proses yang memungkinkan manusia memotifasi atau memodifikasi tingkah lakunya secara permanen. Demikian hingga modifikasi yang sam tidak lagi terjadi pada situasi yang baru.
Belajar merupakan proses yang memungkinkan manusia memodifikasi tingkah lakunya secara permanen.
Gestalt mengidentifikasi 4 fase dalam belajar, yaitu :
1. Fase motivasi (motivation fhase )
2. Fase Pehaman (Aprehending fhase )
3. Fase perolehan ( acquitision phase )
4. Fase menyimpan (storage phase )
5. Pemanggilan kembali (retifel)
5. SOSIAL
Belajar hakekatnya merupakan suatu proses alami, orang yang membutuhkan suatu informasi atau suatu pengetahuan akan berupaya keras untuk memperoleh informasi atau pengetahuan tersebut.
Teori belajar social berusaha menjelaskan tingkah laku manusia dalam segi interaksi timbal balik yang berkesinambungan antara factor kognitif, tingkah laku dan factor lingkungan.
Teori belajar social menenkankan interaksi antara perilaku dan lingkungan yang memusatkan diri pada pola perilaku yang dikembangkan individu untuk menguasai lingkungan dan bukan pada dorongan naluriah.
A. CIRI-CIRI BELAJAR DAN PEMBELAJARAN
Belajar merupakan tindakan dan perilaku siswa yang kompleks sebagai tindakan, maka belajar hanya dialami oleh siswa sendiri.
Ciri-ciri umum Pendidikan , Belajar, dan Perkembangan :
Unsur-Unsur Pendidikan Belajar Perkembangan
1. Pelaku
2. Tujuan
3. Proses
4. Tempat
5. Lama waktu
6. Syarat terjadi
7. Ukuran keberhasilan
8. Faedah
9. Hasil Guru sebagai pelaku mendidik dan siswa yang terdidik.
Membantu siswa untuk menjadi pribadi mandiri yang utuh.
Proses sebagai factor eksternal belajar.
Lembaga pendidikan sekolah dan luar sekolah.
Sepanjang hayat dan sesuai jenjang lembaga.
Guru memilki kewibawaan pendidikan.
Terbentuk pribadi terpelajar.
Bagi masyarakat mencerdaskan kehidupan bangsa.
Pribadi sebagai pembangun yang produktif dan kreatif. Siswa yang bertindak belajar atau pelajar.
Memperoleh hasil belajar dan pengalaman hidup.
Internal pada diri balajar.
Sembarang tempat
Sepanjang hayat.
Motivasi belajar kuat.
Dapat memecahkan masalah.
Bagi pelajar mempertinggi martabat pribadi.
Hasil belajar sebagai dampak pengajaran dan pengiring. Siswa yang mengalami perubahan.
Memperoleh perubahan mental.
Internal pada diri balajar.
Sembarang tempat
BAB 3
TUJUAN BELAJAR DAN PEMBELAJARAN
1. Tujuan belajar
Tujuan belajar adalah sejumlah hasil belajar yang menunjukkan bahwa siswa telah melakukan tugas belajar, yang meliputi pengetahuan, keterampilan, dan sikap – sikap yang baru yang diharapkan tercapai oleh siswa.
2. Tujuan pembelajaran
Guru adalah sumber utam tujuan bagi para siswa dan dia harus mampu menulis dan melih tujuan pendidikan yang bermakna dan dapat diukur. Tujuan itu menyediakan situasi atau kondisi untuk belajar. Misalnya dalam situasi bermain peran. Tujuan menyatakan tingkat minimal perilaku yang dihekendaki, misalnya pada peta pulau jawa, siswa dapat mewarnai dan memberi label pada sekurang-kurangnya pada tiga gunung utama.
Secara umum tujuan belajar ada tiga jenis :
1. Untuk mendapatkan pengetahuan
2. Penanaman konsep dan keterampilan
3. Pembentukan sikap
3. Perlunya Belajar dan Pembelajaran
Belajar boleh dekatakan sebagai proses interaksi antara manusia dengan lingkungannya. Dalam hal ini terkandung maksud bahwa proses interaksi itu adalah :
1. Proses internalisasi dari sesuatu kedalam diri yang belajar
2. Dilakukan secara aktif, dengan sejenak panca indra yang ikut berperan
4.Jenis-Jenis tujuan Belajar dan Pembelajaran
a. Koperatif (CL,Cooperative learning )
Model pembelajaran koperatif adalah kegiatan pembelajaran dengan cara berkelompok untuk bekerja sama saling membantu, mengkonstruksi konsep, menyelesaikan masalah,persoalan, atau yang sering disebut dengan metode inkuiri.
b. Konstetual (CTSL,Conctektual teaching and learning )
Pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran yang dimulai dengan sajian atau Tanya jawab lisan yang terkait dengan dunia nyata kehidupan siswa, sehingga akan terasa , manfaat dari materi yang akan disajikan, motivasi belajar muncul, dunia pikiran siswa menjadi konkrit dan suasana menjadi kondusif atau nyaman dan menyenangkan.
c. Realistik (RME, Realistic Mathematics Education )
Adalah aktivitaskonstruksivis, realitas (kebermaknaan proses aplikasi ), pemahaman (menemukan informasi dalam konteks melalui refleksi, informal ke formal ), inter-twinment ( keterkaitan / intekoneksi antar konsep ), interaksi ( pembelajaran sebagai aktivitas social, shering ), dan bimbingan (dari guru dalam penemuan).
d. Pembelajaran Langsung (DL,direct learning)
e. Pembelajaran berbasis masalah (PBL, problem basic learning)
f. Problem Solving
g. Problem terbuka (OE)
h. Probing Promting
i. Pembelajaran bersiklus (cycle learning)
j. Reciprocal Learning
k. Savi
l. TGT (Teams games Tournament)
Penerapan model ini denangan cara mengelompokkan siswa geterogen, tugas tugas kelompok bisa berbeda. Setelah memperoleh tugas, setiap kelompok bekerja sama dalam bentuk keja individual dan diskusi.
UNSUR – UNSUR DINAMIS DALAM PEMBELAJARAN
Unsur dinamis pembelajaran pada diri guru :
a. Motivasi pemelajaran siswa
Unsur – unsur yang memepengaruhi motivasi belajar adalah :
1. Cita – cita atau aspirasi siswa
Motivasi belajar tampak pada keinginan anak sejak kecil. Keberhasilan mencapai keinginan tersebut menumbuhlkan kemauan bergiat, bahkan dikemudian hari cita- cita dalam kehidupan.
2. Kemampuan siswa
Yaitu keinginan seseorang anak perlu dibarangi dengan kemampuan atau kecakapan mencapainya.
3. Kondisi siswa
Kondisi siswa yang meliputi jasmani dan rohani mempengaruhi motivasi belajar.
4. Kondisi lingkungan
Yang berupa kondisi alam, lingkungan tempat tinggal, pergaulan sebaya , kehidupan masyarakat setempat.
b. Kondisi guru siap membelajarkan siswa
Sebagai pendidik , guru dapat memilih dan memilah mana yang baik dan mana yang buruk. Partisipasi dan teladan mem ilih prilaku yang baik tersebut sudah merupakan upaya membelajarkan dan memotivasi siswa.
BAB 4
Prinsip – prinsip belajar
Prinsip belajar adalah prinsip yang harus digunakan oleh seorang guru maupun siswa dalam kegiatan belajar mengajar demi tercapainya tujuan belajar dan pembelajaran yang diinginkan.
Prinsip – prinsip itu berkaitan dengan :
1. Perhatian dan motivasi
Perhatian terhadap pelajaran akan timbul pada siswa apabila bahan pembelajran sesuai dengan kebutuhan siswa. Kemudian dari perhatian tersebut muncullah motivasi siswa.motivasi siswa adalah tenaga yang menggerakkan dan mengarahkan aktivitas sesorang.
2. Keaktifan
Belajar hanya mungkin terjadi apabila anak aktif mengalami sendiri.menurun john deway belajar adalah menyangkut apa yang harus dikerjakan siswa untuk dirinya sendiri, maka inisiatif harus datang dari siswa sendiri.
3. Keterlibatan langsung atau pengalaman
Belajar yang paling baik adalah nelalui pengaalaman langsung. Keterlibatan siswa dalam belajar jangan diartikan keterlibatan fisik semata namun lebih dari itu terutama dalah keterlibatan mental emosional, keterlibatan dalam kegiatan kogntif dalam pemcapain dan perolehan pengetahuan.
4. Pengulangan
Dengan mengadakan pengulangan maka daya – daya tersebut akan berkembang seperti halnya pisau yang selalu diasah akan menjadi tajam, maka daya – daya yang dilatih dengan mengadakan pengulangan –pengulangan akan menjadi sempurna.
5. Tantangan
Dalam situasi belajar iswa menghadpi suatu tujuan yang ingin dicapai tetapi selalu mendapat hambatan yaitu mempelajari bahan belajar. Maka timbullah motif untuk mengatasi hambatan itu dengan mempelajari bahan belajar.
6. Balikan dan penguatan
Prinsip belajar yang berkaitan dengan balikan dan penguatan terutama ditekankan oleh belajar operan conditioning. Kalau pada teori kondisitioning yang diberi kondisiadalah stimulus, maka pada operan conditioning yang diperkuat adalah responnya.
Beberapa prinsip – prinsip belajar :
1. Prinsip kesiapan ( readiness )
2. Prinsip motivasi ( motivation )
3. Prinsip persepsi
4. Prinsip tujuan
5. Prinsip perbedaan individual
6. Prinsip transfer dan retensi
7. Prinsip belajar kognitif
8. Prinsip belajr afektif
9. Prinsip belajar psikomotor
10. Prinsip belajar evaluasi
Implikasi prinsip –prinsip belajar bagi siswa :
1. Perhatian dan motivasi
Implikasinya yaitu dipelajarinya bahwa motivasi belajar yang ada diri mereka harus dikembangakan terus menerus.
2. Keaktifan
Implikasinya terwujudnya prilaku – prilaku seperti mencari sumber informasi yang dibutuhkan, dan menganalisis hasil percobaan.
3. Keterlibatan langsung
Yaitu dalam bentuk pembuatan lapangan polli, siswa melakukan reaksi kimia, berdiskusi untuk membuat laporan dll
4. Pengulangan
Yaitu dalam bentuk kesadaran siswa untuk bersedia mengerjakan latihan – latihan yang berulang – ulang untuk satu macam membuat permasalahan.
5. Tantangan
Yaitu dalam bentuk tuntutan dimilikinya kesadaran pada diri siswa akan adanya kebutuhan untuk selalu memperoleh, memproses, dan mengolah pesan.
6. Balikan dan penguatan
Implikasinya adalah mencocok kan jawaban dengan kunci jawaban, menerima pernyataan terhadap skor atau nilai yang dicapai.
7. Perbedaan individual
Implikasinya berupa menentukan tempat duduk, menyususn jadwal pelajaran, dan dapat berupa prilaku fisik dan fsikis.
Implikasi prinsip- prinsip belajar bagi guru
1. Perhatian dan motivasi
Guru merencanakan kegiatan pembelajran dan sudah memikirkan prilakunya terhadap siswa sehingga menarik perhatian dan motivasi siswa.
2. Keaktifan
Guru memberikan kesempatan belajar bagi siswa dan berusaha aktif secara optimal
3. Keterlibatan langsung atau pengalaman
Guru merancang dan melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan mempertimbangkan karakterristik siswa dan sisi pelajaran
4. Pengulangan
Guru mampu memilih kan antara kegiatan pembelajaran yang berisi pesan yang membutuhkan pengulangan dengan yang tidak.
5. Tantangan
Yaitu harus diwujudkan oleh guru melalui bentuk kegiatan bahan dan alat, yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran.
6. Balikan dan penguatan
7. Perbedaan individual
BAB 5
SYARAT-SYARAT SUKSES BELAJAR
Prayitno (1997) mengemukakan kondisi utama yang ada pada diri siswa yang secara langsung mempengaruhi mutu belajarnya yang tercajup dalam unsur PTSDL.
A. P = Prasyarat penguasaan materi pelajaran
Prasyarat penguasaan materi pelajaran adalah komponen utama dari PTSDL. rendah penguasaan materi pelajaran siswa bukan disebabkan karena kemampuan dasar atau kecerdasan siswa, mungkin disebabkan oleh penguasaan materi yang menjadi prasyarat untuk menguasai materi selanjutnya. Kesimpulan yang dapat diambil bahwa pencapaian target minimal penguasaan materi pelajaran merupakan modal utama peningkatan mutu kegiatan belajar siswa.
B. T = Keterampilan belajar
Ketrampilan belajar diharapkan bagaimana siswa belajar dan bukan lagi pada apa yang dipelajari. Ada tujuh keterampilan yaitu :
a. Mengatur pelajaran
b. Membaca dan mengingat
c. Mengatur waktu belajar
d. Mengikuti pelajaran dikelas
e. Menggunakan kepustakaan
f. Menulis karya tulis dengan baik
g. Mempersiapkan diri untuk ujian.
Keterampilan belajar yang harus dikuasai siswa adalah :
a. Perencanaan masa studi
b. Kemampuan menjalani proses pembelajaran
c. Peningkatan kemampuan membaca
d. Kemampuan mengingat, konsentrasi, dan ketahanan dalam belajar
e. Penyelesaian tugas dan penulisan karya ilmiah
f. Belajar dari dan bersama orang lain
g. Keterampilan mengikuti ujian
Dapat disimpulkan bahwa penguasaan keterampilan belajar oleh siswa akan mampu meningkatkan mutu kegiatan belajarnya sesuai dengan target kompetrnsi belajar yang diharapkan.
C. S = Sarana Belajar
Befungsi memudahkan terjadinya proses pembelajaran karena dengan sarana belajar mudah menarik perhatian siswa, mencegah verbalisme, merangsang tumbuhnya pengertian, dan berguna multi fungsi. Sarana pembelajaran harus dikelola dengan sistem manajemen yang meliputi tata ruang, kapasitas ruang, jadwal pemakaian ruang, tat letak ruanh kelas, kebersihan dan keindahan kelas agar proses belajar dan pembelajaran menjadinyaman dan menyenangkan.
D. D= Keadaan Diri Pribadi
Kondisi diri siswa harus dipertimbangkan dalam merancang materi pembelajaran, metode dan media pembelajaran , serta pemilihan pendekatan belajar agar tidak menimbulkan hambatan belajar, melainkan dapat mengambangkan potensi diri siswa. Hasil yang diharapakan terbentuk pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAKEM).
E. L= Linkungan Fisik dan Sosio-emosional
Lingkungan dapat mempengaruhi dan mengganggu kegiatan belajar siswa. Lingkungan yang dapat mempengaruhi belajar dapat berupa lingkungan alam, panas, dingin atau sejuk dan lingkunangan social, tenang ramai sibuk dan berisik. Guru diharapakan dapat menciptakan lingkungan social yang didalamnya mewujud suasana keakraban, penerimaan, gembira, rukun dan damai serta memanfaatkan lingkungan social sebagai sumber belajar, bukan sebaliknya berupa suasana perselisihan, bersaing tidak sehat, salah menyalahkan, dan cerai berai.
Bab 6
Motivasi belajar
Pengertian motivasi belajar
Motivasi adalah suatu kondisi atau status internal (kadang kadang diartikan sebagai kebutuhan , keinginan atau hasrat) yang mengarahkan prilaku seseorang untuk aktif bertindak dalam rangka mencapai suatu tujuan jadi ada 3 kata kunci tentang pengertian motivasi menurut huit yaitu kondisi
Kondisi atau status internal memberi arah pada prilaku seseorang
Keinginan yang memberi tenaga dan mengarahkan prilaku seseorang untuk mencapai tujuan
Tingkat kebutuhan dan keinginan akan berpengaruh terhadap prilaku seseorang
Pentingnya motivasi belajar bagi siswa
Menyadarkan kedudukan pada awal belajar , proses hingga hasil akhir
Menginformasikan tentang kekuatan usaha belajar yang dibandingkan dengan teman sebaya
Menyadarkan tentang adanya perjalanan belajar dan kemudian bekerja(disela sela adalah istirahat, atau bermain) yang bersinambung dimana individu dilatih untuk menggunakan kekuatannya sedemikian rupa agar dapat berhasil
Pentingnya motivasi bagi guru
Meningkatkan, membangkitkan, dan memelihara semangant siswa untuk belajar sampai berhasil
Mengetahui dan memahami motivasi belajar siswa dikelas bermacam macam
Meningkatkan dan menyadarkan guru untuk memilih satu diantara bermacam macam peran, sebagai penasehat, fasilitator, teman diskusi dll
Memberi peluang guru untuk unjuk kerja rekayasa pedagogis, tugas guru adalah membuat siswa belajar sampai berhasil
JENIS DAN SIFAT MOTIVASI
Jenis motivasi ada 2 diantaranya ada motivasi primer dan motivasi sekunder, motivasi primer adalah motivasi yang didasarkan pada motif motif dasar, yang umumnya berasal dari segi biologis atau jesmani manusia
Sedangkan sekunder adalah motivasi yang dipelajari yang terpengaruh oleh adanya sikap yang cirri cirinya
Merupakan kecendrungan berfikir dan merasa
Relative bersifat tetap
Berkecendrungan melakukan penilaian
Berkecendrungan melakukan penilaian
Dapat timbul dari pengalaman
Sifat motivasi
Motivasi yang berasal dari dalam diri atau biasa disebut dengan motivesi intrinsic
Motivasi yang berasal dari luar diri atau motivasi ekstrensik
Factor factor yang mempengaruhi motivasi
Factor internal
Factor eksternal
Lingkingan sekolah
Lingkungan masyarakat
Lingkungan keluarga
Bab 7
Jenis dan sifat motivasi
A , jenis dan sifat motivasi
Para ahli dan ilmu jiwa berpendapat yang berbeda dengan tingkat kekuatan mental individu, perbedaan pendapat tersebut umumnya didasarkan pada penelitian tentang prilaku belajar pada hewan
Meskipun mereka berbeda pendapat tentang tingkat kekuatannya , tetapi mereka sependapat bahwa motivasi tersebut dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu motivasi primer dan motivasi sekunder
• Motivasi primer
Motivasi primer adalah motivasi yang didasarkan pada motif motif dasar, dalam motif ini pada dasarnya berasal dari segi biologis tau jesmani manusia , manusia adalah mahkluk jesmani sehingga prilakunya terpengaruh oleh insting
Freund berpendapat bahwa insting memiliki 4 ciri yaitu tekanan, sasaran, objek dan sekunder, tekanan adalah kekuatan yang memotifasi individu untuk bertingkah laku semakin besar energi dalam insting maka prilakunya terpengaruh oleh tekanan terhadap individu semakin besar
Sasaran adalah kepuasan atau kesenangan, sedangkan objek insting adalah hal hal yang memuaskan insting, objek insting ini bias bersal dari luar individu maupun dari dalam individu, adapun sumbernya dalah keadaan jasmaniah
Segenap insting manusia dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu insting kehidupan dan insting kematian, dimana kehidupan bertujuan memelihara kelangsungan hidup seperti makan, minum, istirahat, dll, dan insting kematian tertuju kepada penghancuran seperti merusak, menganiaya, atau membunuh orang lain,
• Motivasi sekunder
Motivasi sekunder adalah motivasi yang dipelajri sebagai ilustrasi orang yang lapar akan tertarik pada makanan, untuk memperoleh makanan seseorang harus bekerja terlebih dahulu agar orang itu dapat bekerja maka ia harus belajar bekerja dengan baik maka ia akan mendapatkan uang , dan uang tersebut dapat digunakan untuk membeli makanan yang ia butuhkan
B . sifat motivasi
Motivasi seseorang dapat bersumber dari dalam diri yang dikenal dengan motivasi internal dan dari luar yang dikenal dengan motivasi eksternal
B . faktor factor yang mempengaruhi motivasi belajar
• Factor internal
Cita cita atau aspirasi siswa
Kemampuan siswa
Kondisi siswa
Factor eksternal
Kondisi lingkungan siswa
Upaya guru membelajarkan siswa
Menurut beberapa pendapat ahli manusia adalah makhluk social, perilakunya tidak hanya terpengaruh oleh factor biologis tetapi juga factor social. Perilakunya manusia terpengaruh oleh 3 komponen komponen seperti kognitif, afektif, psikomotor
Komponen kognitif adalah aspek intelektual yang terkait dengan ilmu pengetahuan, sedangkan komponen kognitif adalah terkait dengan kawasan dan kebiasaan bertindak,
Komponen afektif adalah aspek emosional, komponen ini terdiri dari motif social, sikap dan emosi, emosi menunjukkan danya sejenis guncangan seseorang yang disertai dengan proses prilaku dan kesabaran, emosi memiliki fungsi sebagai energi pemberi informasi dan pembawa pesan
C . upaya guru dalam meningkatkan motivasi belajar
Optimalisasi guru penerapan prinsip belajar
Optimalisasi unsure dinamis belajar dan pembelajaran
Optimalisasi pemanfaatan dan kemampuan siswa
Pengembangan siswa dan aspirasi belajar
Ba b 8
Pengembangan kurikulum
A. PENGERTIAN KURIKULUM
kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan menegenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan.
B. LANDASAN PENGEMBANGAN KURIKULUM
1. landasan Filosofis
Berkaitan dengan pentingnya filsafat dalam membina dan mengembangkan kurikulum pada suatu lembaga pendidikan, karena perumusan tujuan dan isi kurikulum pada dasarnya bergantung pada pertimbangan-pertimbangan filosofis. Landasan Psikologis
Berkaitan dengan spikologi/teori belajar (psychology/teory of learning) dan spikologi perkembangan (developmental psychology). Psikologi perkembangan merupakan ilmu yang mempelajari tentang perilaku individu berkenaan dengan perkembangannya. Dalam psikologi perkembangan dikaji tentang hakekat perkembangan, pentahapan perkembangan, aspek-aspek perkembangan, tugas-tugas perkembangan individu, serta hal-hal lainnya yang berhubungan perkembangan individu, yang semuanya dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan mendasari pengembangan kurikulum. Psikologi belajar merupakan ilmu yang mempelajari tentang perilaku individu dalam konteks belajar. Psikologi belajar mengkaji tentang hakekat belajar dan teori-teori belajar, serta berbagai aspek perilaku individu lainnya dalam belajar, yang semuanya dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan sekaligus mendasari pengembangan kurikulum.
2. Landasan Sosial Budaya
Dijadikan sebagai salah satu aspek yang harus dipertimbangkan dalam pengembangan kurikulum karena pendidikan selalu mengandung nilai dan norma yang berlaku dalaam masyarakat. Dan disamping itu, keberhasilan suatu pendidikan dipengaruhi oleh lingkungan kehidupan masyarakat.
3. Landasan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Teknologi merupakan aplikasi dari ilmu pengetahuan dan ilmu-ilmu lainnya untuk memecahkan masalah-masalah. Dimana IPTEK berkembang teramat pesat seiring dengan lajunya perkembangan masyarakat. Karena tujuan pendidikan adalah menyiapkan siswa untuk menghadapi perubahan yang semakin pesat, termasuk diantaranya ilmu pengetahuan dan teknologi.
C. KOMPONEN KURIKULUM
Pengembangan kurikulum pada dasarnya merupakan suatu proses yang berkelanjutan dan merupakan suatu siklus dari beberapa komponen, yaitu :
1. Komponen Tujuan
Tujuan dalam suatu kurikulum akan menggambarkan kualitas manusia yang diharapkan terbina dari suatu pendidikan. Dengan demikian tujuan akan memberikan petunjuk mengenai arah
Tujuan yang harus dicapai dalam pendidikan di Indonesia terdiri atas :
a. Tujuan Umum Pendidikan (tujuan pendidikan nasional)
b. Tujuan Institusional (tujuan lembaga/satuan pendidikan)
c. Tujuan Pengajaran/Kurikuler (tujuan mata pelajaran)
d. Tujuan Instruksional (tujuan pembelajaran).
2. Komponen Materi/Isi/Bahan Ajar
Isi program kurikulum adalah segala sesuatu yang diberikan kepada anak didik dalam kegiatan belajar mengajar dalam rangka mencapai tujuan. Isi kurikulum meliputi jenis-jenis bidang studi yang diajarkan dan isi program masing-masing bidang studi tersebut. Bidang-bidang studi tersebut disesuaikan dengan jenis, jenjang maupun jalur pendidikan yang ada.
Isi atau materi kurikulum adalah semua pengetahuan, nilai-nilai dan sikap-sikap yang terorganisasi dalam mata pelajaran/bidang studi.
3. Komponen Strategi Mengajar
Strategi pembelajaran berkaitan dengan masalah cara atau system penyampaian isi kurikulum dalam rangka pencapaian tujuan yang telah dirumuskan. Pengertian strategi pembelajaran meliputi pendekatan, prosedur, metode dan teknik yang digunakan dalam menyajikan materi/isi kurikulum.
4. Komponen Media Mengajar
Media pembelajaran merupakan sarana yang dapat membantu proses belajar siswa. Atau sebagai sarana untuk menyalurkan pesan atau informasi dari guru kepada siswa atau sebaliknya. Sehingga memungkinkan proses belajar berjalan efektif.
5. Komponen Evaluasi Pengajaran
Evaluasi merupakan salah satu komponen kurikulum. Dalam pengertian terbatas, evaluasi kurikulum dimaksudkan untuk memeriksa tingkat ketercapaian tujuan-tujuan pendidikan yang ingin diwujudkan melalui kurikulum yang bersangkutan.
D. PRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN KURIKULUM
1. Prinsip relevansi; secara internal bahwa kurikulum memiliki relevansi di antara komponen-komponen kurikulum (tujuan, bahan, strategi, organisasi dan evaluasi). Sedangkan secara eksternal bahwa komponen-komponen tersebutmemiliki relevansi dengan tuntutan ilmu pengetahuan dan teknologi (relevansi epistomologis), tuntutan dan potensi peserta didik (relevansi psikologis) serta tuntutan dan kebutuhan perkembangan masyarakat (relevansi sosilogis).
2. Prinsip fleksibilitas; dalam pengembangan kurikulum mengusahakan agar yang dihasilkan memiliki sifat luwes, lentur dan fleksibel dalam pelaksanaannya, memungkinkan terjadinya penyesuaian-penyesuaian berdasarkan situasi dan kondisi tempat dan waktu yang selalu berkembang, serta kemampuan dan latar bekang peserta didik.
3. Prinsip kontinuitas; yakni adanya kesinambungandalam kurikulum, baik secara vertikal, maupun secara horizontal. Pengalaman-pengalaman belajar yang disediakan kurikulum harus memperhatikan kesinambungan, baik yang di dalam tingkat kelas, antar jenjang pendidikan, maupun antara jenjang pendidikan dengan jenis pekerjaan.
4. Prinsip efisiensi; yakni mengusahakan agar dalam pengembangan kurikulum dapat mendayagunakan waktu, biaya, dan sumber-sumber lain yang ada secara optimal, cermat dan tepat sehingga hasilnya memadai.
5. Prinsip efektivitas; yakni mengusahakan agar kegiatan pengembangan kurikulum mencapai tujuan tanpa kegiatan yang mubazir, baik secara kualitas maupun kuantitas.
Bab 9
Fungsi kurikulum, factor factor yang mempengaruhi perkembangan kurikulum, penyempurnaan dan perubahan kurikulum
1,funggsi kurikulum
A, fungsi kurikulum dalam rangka mencapai tujuan pendidikan
Kurikulum pada suatu sekolah merupakan suatu alat atau usaha mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan sekolah, artinya bila tujuan sekolah yang diinginkan sekolah belum tercapai orang akan meninjau kembali alat yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut, misalnya meninjau kurikulumnya,
Dalam pencapaian tujuan pendidikan yang dicit citakan tujuan tujuan tersebut mesti dicapai secara bertingkat dan saling medukung sedangkan keberadaan kurikulum disini adalah sebagai alat untuk m encapai tujuan,
B, fungsi kurikulum bagi pendidik
Guru merupakan pendidik frofesional yang secara implicit telah siap untuk memikul sebagian tanggung jawab pendidikan yang ada pada pundak orang tua
Adapun fungsi kurikulum bagi guru atau pendidik adalah sebagai berikut
• Sebagai pedoman kerja dalam menyusun dan mengorganisir pengalaman belajar pada anak didik
• Sebagai pedoman untuk mengadakan evaluasi terhadap perkembangan anak didik dalam rangka menyerap sejumlah pengalaman yang diberikan
Dengan adanya kurikulum sudah tentu tugas guru sebagai pengajar pendidik lebih terarah, pendidik merupakan salah satu factor yang sangat menentukan dan sangat penting dalam proses pendidikan dan merupakan salah satu komponen yang berinteraksi secara aktif dengan anak didik dalam pendidikan , kurikulum merupakan alat mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan dapat meringan sebgian dalam proses belajar mengajar yang efektf dan efisien
C, fungsi kurikulum bagi sekolah tingkat atas
Fungsi kurikulum dalam hal ini terbagi atas 2 yaitu
• Pemeliharaan keseimbangan proses pendidikan
Pemahaman kurikulum yang digunakan oleh suatu sekolah dalam tingkat dasarya dapat menyesuaikan kurikulum misalnya
Jika sebagian kurikulum sekolah bersangkutan telah diajarkan pada sekolah dibawahnya sekolah dapat meninjau kembali perlu todaknya bagian tersebut diajarkan
Jilka keterampilan sekolah tersebut diperlukan dalam mempelajari kurikulum suatu sekolah belum diajarkan pada sekolah dibawahnya sekolah dapat mempertimbangkan masukny aprogram keterampilan kedalam kurikulum
• Penyiapan tenaga baru
Jika suatu sekolah berfungsi menyiapkan tenaga pendidik bagi sekolah yang berada diubawahnya perlu sekaliu sekolah yang berada dibawahnya
D, fungsi kurikulum bagi kepala sekolah
Kepala sekolah merupakan administrator dan supervisor yang mempunyai tanggung jawab terhadap kurikulum, fungsi kurikulum tehadap para Pembina antara lain adalah
• Sebagai pedoman dalam supervise memperbaiki situasi belajar
• Menciptakan situasi belajar anak kearah yang lebih baik
• Sebagai pedoman dalam supervise kepada guru
• Pedoman dalam administrator
• Pedoman dalam mengdakan evaluasi atau kemajuan belajar
e. fungsi bagi masyarakat dan pemakai lulusan sekolah
a. Ikut memberikan kontribusi dan memperlancar pelaksanaan program yang membutuhkan kerja sama dengan pihak orang tua dan masyarakat
b. Ikut memberikan kritik dan saran kontruktif dan penyempurnaan program pendidikan sekolah
2, factor factor yang mempengaruhi keberhasilan pengembangn kurikulum
• Perguruan tinggi
• Masyarakat
• System nilai
3. penyempurnaan dan perubahan kurkulum
• Penyempurnaan kurikulum belajar
• Penyempurnan tujuan belajar
• Penyempurnaan materi pelajaran
• Penyempurnaan perencanaan proses pembelajaran
Bab 11
Jenis jenis pendekatan dan peranan guru dalam
Belajar dan pembelajaran
1 pengertian pendekatan
Pendekatan pembelajaran dapat diaarikan sebagai titik tolak atau sudut pandangt kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum , didalamnya mewadahi teoretis tertentu dilihat dari pendekatannya pembelajaran terdapat dua jenis yaitu
Pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa
Pendekatan pembelajaran yang berorientasi berpusat pada guru
Dari pendekatan pembelajaran yang telah ditetapkan selanjutnya diturunkan didalam strategi pembelajaran , dimana disini kemukakan ada 4 unsur strategi dari setiap usaha yaitu mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualisifikasi hasil ( output) dan sasaran yang harus dicapai, dengan mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama yang paling efektif untuk mencapai sasaran, menetapkan langkah langkah yang akan ditempuh sejak titik awal sampai dengan sasaran , mempertimbangkan dan menetapkan tolok ukur dan patokan, untuk menilai taraf keberhasilan
2. Pendekatan ditinjau dari pengorganisasian siswa
a. individual
pembelajaran secara individual adalah kegiatan mengajar guru yang menitik beratkan pada bantuan dan bimbingan belajar pada masing masing individu, bantuan dan bimbingan belajar kepada individu juga ditemukan pada pembelajaran klasikal ttapi pprinsipnya berbeda, pada pembelajaran individual guru memberi bantuan pada masing masing pribadi, sedangkan pada pembelajaran klasikal guru memberi bantuan kepada individual secara umum, cirri yang menonjol pada pembelajaran individual ditinjau dari segi
Tujuan pengjaran pada pembelajaran individual
• Perilaku belajar mengajar disekolah menganut system belajar klasikal tampak serupa guru, membantu siswa yang menghadapi kesukaran , adapun tujuan dari pengajaran ini adalah memberi kesempatan dan keleluasaan siswa untuk belajar berdasarkan kemampuan sendiri , pengembangan kurikulum tiap individu secara optimal
• Siswa dalam pembelajaran individual,
Kedudukan siswa bersifat central, pebelajar merupakan pusat layanan pengajaran, berbeda dengan pengajaran klasikal siswa memiliki keleluasaan berdasarkan kemampuan sendri, kebebasan menggunakan waktu , keleluasaan dalam mengontrol kegiatan, siswa melakukan penilaian atas hasil belajarnya, siswa dapat mengetahui kemampuan hasil belajarnyA
• GURU DALAM PEMBELAJARAN INDIVIDUAL
Kedudukan dalam pembelajaran individual bersifat memnbantu, bantuan guru berkenaan dengan komponen pembelajaran, peranan guru dalam merencanakan kegiatan belajar sebagai berikut.
1, membantu merencanakan kegiatan belajar siswa
2. membicarakan pelaksanaan kegiatan belajar
3. berperan sebagai penasehat
Peranan guru dalam pembelajaran adalah sebagai fasilitator yang tujuannya adalah mempermudah proses belajar, cara yang dilakukan guru diantaranya, membimbing siswa belajar, menyediakan cara dan sumber belajar, memberi penguatan , menjadi teman dalam mengevaluasi pelaksanaan cara, dan hasil belajar
• Program pembelajaran dalam pembelajaran secara individual
Program pembelajaran merupakan usaha memperbaiki kelemahan pengajaran klasikal, dari segi kebutuhan pelajar, program ini akan lebih efektif, sebab siswa belajar sesuai dengan programnya sendiri, dari segi guru terkait dengan jumlah pebelajar, , tampak kurang efisien , jumlah siswa sebesar 40 orang meminta perhatian besar guru dan hal itu melelahkan guru
Hal hal yang perlu dilakukan agar pembelajaran individual dapat berjalan dengan efektif
Disesuaikan denhan kebutuhan dan kemampuan
Tujuan nya harus dimengerti
Prosedurnya harus dimengerti oleh siswa
Keterlibatan guru dalam evaluasi
• Orientasi dan tekanan utama
Program pembelajaran individual berorientasi pada pemberian bantuan kepada setiap siswa agar ia dapat belajar secara mandiri, kemandirian belajar tersebut merupakan tuntutan perkembangan individual
B . kelompok
Dalam kegiatan belajar mengajar dikelas ada kalnya guru memberi kelompok yang umumnya terdiri dari 3-8 orang, dalam pembelajaran kelompok guru memberikan bantuan atau bimbingan kepada tiap anggota kelompok, , adapuun cirri cirri yang menonjol dari pembelajaran secara berkelompok ini adalah sebagai berikut:
• Tujuan pengajaran pada kelompok kecil
• Siswa dalam pembelajaran kelompok kecil
• Guru sebagai pembelajar, dalam pembelajaran kelompok
• Program pembelajaran dalam pembelajaran kelompok
• Orientasi dan tekanan utama pelaksanaan
C . klasikal
Pembelajaran klasikal merupakan kemampuan guru yang utama, hal itu disebabkan oleh pengajaran klasikal merupakan kegiatan belajar yang tergolong efisien, secara ekonomis, pembiayaan kelas lebih murah, oleh karena itu ada jumlah minimum siswa dalam kelas
Pengelolaan pembelajaran bertujuan, mencapai tujuan belajar peran guru dalam pembelajaran secara individual dan kelompok kecil berlaku dalam pembelajaran secara klasikal, pembelajaran dapat dilakukan dengan tindakan
• Penciptaan tertib
• Suasana senang dalam belajar
• Pemusatan perhatian
• Pengorganisasian belajar
3 , model model pembelajaran
• Kooferatip
• Kontekstual
• Realistic
• Pembelajaran langsung
• Pembelajaran berbasis masalah
• Problem solving
• Problem posing
• Problem terbuka
• Problem prompting
Bab 12
Pendekatan keterampilan proses(pkp)
a. pengertian pendekatan keterampilan proses(pkp)
Pendekatan keterampilan proses adalah suatu pendekatan pembelajaran yang menekankan proses belajar pada siswa, pkp juga diartikan sebagai pendataan pembelajaran yang melibatkan aspek intelektual social, emosional, maupun aspek fisik siswa, melalui pkp siswa belajar mengamati, mengklasifikasikan , mengkomunikasikan, memprediksi, bereksperimaen, menemukan dan menyimpulkan. Pengembangan aspek aspek pkp dalam pembelajaran selaras dengan filsafat kontrusifisme karena siswa berproses untuk menemukan sendiri dan membangun pemahaman pengetahuan
Pendekatan keterampilan proses dapat diartikan sebagai wawasan atau anutan pengembangan keterampilan intelektual , social, dan fisik yang bersumber dari kemampuan kemampuan dasar yang pada prinsipnya telah ada dalam diri siswa
b. pentingnya pendekatan keterampilan proses
untuk memperoleh keberhasilan siswa yang optimal dalam pembelajaran maka salah satu upaya yang penting adalah melatih keterampilan proses dengan melatih keterampilan proses siswa akan lebih mudah menguasai dan menghayati materi pembelajaran karena siswa secara langsung mengalami peristiwa pembelajaran tersebut.Tujuan lain penting nya PKP adalah
a. Memotivasi belajar siswa karena dalam keterampilan siswa dipacu untuk senantiasa berpartisipasi secara aktif dalam belajar.
b. Memperjelas konsep pengertian dan fakta yang dipelajari siswa karena pada hakekatnya siswa sendirilah yang mencari dan menemukan konsep tersebut.
c. Mengembangkan pengetahuan teori dengan kenyataan didalam kehidupan sehari-hari.
d. Mempersiapkan dan melatih siswa dalam menghadapi kenyataan dalam kehidupan sehari-hari untuk berpikir logis dalam memecahkan masalah.
e. Mengembangkan sikap percaya diri, bertanggung jawab dan rasa kesetiakawanan, social dalam menghadapi problem kehidupan.
C. Penerapan Ketermpilan Proses dalam Pembelajaran
Penerapan PKP dalam pembelajaran bukan merupakan hal yang mengada-ada, akan tetapi merupakan hal yang wajar dan harus dilaksanakn oleh setiap guru dalam pembelajarannya.Untuk dapat menerapkan PKP dLm pembelajaran,kita perlu mempertimbangkan dan memperhatikan karekteristik siswa dan karekteristik mata pelajaran atau bidang study.Selain itu,kita perlu menyadari bahwa dalam suatu kegiatan pembelajaran dapat terjadi pengembangan lebih dari satu macam pketermpilan proses
Untuk keterampilan dasar yakni mengobservasi, mengklasifikasikan ,memprediksi, mengatur, mengukur, menyimpulkan, dan memengkomunikasikan pengembangannya tidak hanya berhenti pada jenjang sekolah dasar
Pada pembelajaran sekolah lanjutan tingkat pertaaaaaama (SLTP) maupun sekolah menengah atas(SMA) atau sekolah menengah kejuruan(SMK) penerapan pengembangan keterampilan proses pada pkp pada semua jenjang pendidikan diperlukan untuk mendukung penerapan keterampilan terintegrasi pkp
Penerapan keterampilan proses terintegrasi pkp dalam jenjang pendidikan SLTP dan SMA memerlukan pembahasan teori dari setiap keterampilan yang ada didalamnya. Penjelasan teoritis tentang masing masing keterampilan akan membantu memudahkan siswa dalam mempraktekkannya mengingat keterampilan dalam pkp merupakan keterampilan melaksanakan suatu kegiatan penelitian, maka penerapannya dalam pembelajaran hendaknya dilakukan dengan urutan yang hierarkkis dengan kata lain sebelum satu keterampilan dikuasai siswa jangan berpindah ke keterampilan yang lainnya
d. peranan guru dalam pkp
peranan guru sebagai pendidik (nature) merupakan peran peran yang berkaitan dengan tugas tugas memberikan bantuan dan dorongan , tugas tugas dan pengawasan dan pembinaan serta tugas tugas yang berkaitan mendisiplinkan anak agar anak tersebut menjadi patuh terhadap aturan sekolah serta norma hidup didalam keluarga dan masyarakat
oleh karena itu tugas guru disebut sebagai pendidik dan pemeliharaan anak, guru sebagai penanggung jawab pendisiplinan anak harus mengontrol setiap aktivitasanak anak agar tingkah laku anak tidak menyimpang dengan norma norma yang ada
peran guru sebagai model atau contoh bagi anak setiap anak mengharapkan seorang guru dapat menjadi contoh atau model baginya oleh karena itu tingkah laku guru atau pendidik baik guru, orang tua, atau tokoh tokoh masyarakat , bangsa dan Negara, karena nilai nilai dasar Negara bangsa Indonesia adalah pancasila, maka tingkah laku pendidik harus selalu diresapi nilai nilai pancasila
peran guru sebagai pengajar dan pembimbing dalam pengalaman belajar, setiap guru harus memberikan pengetahuan keterampilan dan pengalaman lain dari luar fungsi sekolah, seperti persiapan perkawinan dan kehidupan keluarga hasil belajar berupa tingkah laku pribadi, dan spiritual dan mmemiliki pekerjaan masyarakat, hasil belajar yang berkaitan dengan tanggung jawab social dan tingkah social anak, kurikulum harus berbasis hal hal tersebut diatas sehingga anak memiliki pribadi yang sesuai dengan nilai nilai hidup yang dianut oleh bangsa dan negaranya, mempunyai pengetahuan dan keterampilan dasar untuk hidup dalam masyarakat dan pengetahuan dan mengembanggkan pengetahuannya lebih lanjut
Bab 13
Sumber belajar dan media pembelajaran
1.1 pengertian sumber belajar
sumber belajar adalah semua sumber baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan oleh peserta didik dalam belajar, baik secara terpisah maupun secara terkombinasi sehingga mempermudah peserta didik dalam mencapai kompetensi tertentu
fungsi sumber belajar antara lain adalah
• meningkatkan produktifitas pembelajaran
• memberikan kemungkinan pembelajaran yang sifatnya lebih individual
• memberikan dasar yang lebih ilmiah terhadap pembelajaran
• memungkinkan belajar seketika
1.2 jenis jenis sumber belajar
• sumber belajar yang dirancang yakni sumber belajar yang secara khusus dirancang atau dikembangkan sebagai komponen untuk memberikan fasilitas belajar yang terarah dan bersifat formal
• sumber belajar yang dimanfaatkan yaitu sumber belajar yang tidak didesain khusus untuk keperluan pembelajaran dan keberadaannya dapat ditemukan untuk keperluan pembelajaran
• macam sumber belajar tersebut antara lain informasi, guru, narasumber, infokus , diskusi, debat, perpustakaan , dll
1.3kriteria memilih sumber belajar
ekonomis tidak harus terpatok pada harga yang mahal
praktis tidak memerlukan pengelolaan yang rumit dan langka
mudah dekat dan tersedia disekitar kita
fleksible
sesuai dengan tujuan, mendukung proses dan pencapaian tuujuan belajar, dapat membangkitkan motivasi dan minat belajar siswa
1.4 media pembelajaran
Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan pesan , dapat merangsang fikiran , perasaan dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong tercipnya proses belajar pada diri peserta didik
Funsinya antara lain
media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh para peserta didik
media pembelajaran dapat melampaui batas ruang kelas
media belajar memungkinkan adanya interaksi langsung antara peserta didik dengan lingkungannya
media menghasilkan keseragaman pengamatan
media dapat menanamkan konsep dasar yang benar dan kongrit
media membangkitkan keinginan dan minat baru
media membangkitkan motivasi
media memberikan pengalaman
1.5 jenis jenis media pembelajaran diantaranya
media visual, seperiti grafik, diagram, bagan, poster, kartun, komik
media audio sperti radio, tape recorder, labor, dan lain lain
slide, ohp in focus dll
film televise, video dll
1.6 kriteria pemilihan dan penggunaan media pembelajaran
Harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang hebak dicapai , oleh karena itu proses pembelajaran merupakan proses komunikasi dan berlangsung dalam suatu system , maka media pembelajaran menempati posisi yang cukup penting sebagai salah satu komponen system pembelajaran , tanpa media komunikasi tidaka kan terjadi proses oembelajaran secara optimal, karena media pembelajaran adalah komponen integral dari system pembelajaran
bab 14
konsep dasar evaluasi belajar dan pembelajaran
1.1 pengertian evalusi dan pengukran
Evaluasi
Menurut davies evaluasi merupakan proses sederhana memberikan atau menetapkan nilai kepada sejumlah tujuan, kegiatan, keputusan,unjuk kerja, oaraang, objek, dan masih banyak yang lain
Menurut wan dan broun evaaluasi merupakan suatu proses untuk menentukan nilai dari sesuatu
Jadi dapat disimpulkan bahwa evalusi adalah suatu proses sistematisuntuk menentukan nilai sesuatu( tujuan, kegiatan,keputusan, unjuk kerja, proses, orang, objek, dll) berdasarkan criteria tertentu melalui pendidikan penilaian
Evaluasi belajar dan pembelajaran adalah proses untuk menentukan nilai belajar dan pembelajaran yang dilaksanakan dengan melalui kegiatan penilaian dan atau pengukuran belajar dan pembelajaran
Pengukuran
Pengukuran merupakan sesuatu yang lebih menekankan pada proses penentuan kuantitas sesuatu melalui membandingkan dengan satuan ukuran tertentu, pengukuran dilakukan apabila kegiatan penilaian membutuhkannya, bila kegiatan penilaian tidak membutuhkannya maka pengukuran tidak perlu dilakukan hasil pengukuran yang bersifat kuantitatif akan diolah dan dibandingkan dengan criteria hinnga didapat suatu hasil penilaian yang kualitatif.
Pengukuran dalam kegiatan belajar dan pembelajaran adalah proses membandingkan tingkat keberhasilan belajar dan pembelajaran dengan ukuran keberhasilan belajar yang telah ditentukan secara kuantitatif
Sedangkan pengertian penilaian belajar dan pembelajaran adalah proses pembuatan keputusan nilai keberhasilan belajar dan pembelajaran secara kualitatif
2.2 kedudukan evaluasi dalam proses pendidikan
Proses pendidikan merupakan proses pemanusiaan manusia, dimana didalamnya terjadi proses membudayakan dan memberadapkan manusia, agar terbentuk manusia yang berbudaya dan beradap, maka diperlukan transpormasi kebudayaan dan peradaban
Proses pendidikan sebagai proses transpormasi
Keterangan :
Masukan dalam proses pendidikan adalah siswa dengan segala karakteristik untuk memastikan karakteristik dan keunikan siswa yang akan masuk kedalam transpormasi , maka diperlukan evaluasi terhadap masukan
Transpormasi dalam proses pendidikan adalah proses yang membudayakan dan memberadapkan siswa , lembaga pendidikan merupakan tempat terjadinya transpormasi
Keluaran dalam proses pendidikan adalah siswa yang semakin berbudaya dan beradap sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan
Umpan balik dalam proses pendidikan adalah segala informasi yang berhasil diperoleh selama proses pendidikan yang digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk memperbaiki masukan dan transpormasi yang ada dalam proses.
Setiap unsur yang ada pada proses transpormasi pendidikan membutuhkan kegiatan evaluasi , dengan demikian kedudukan evaluasi dalam proses pendidikan bersifat integrative , artinya setiap ada proses pendidikan pasti ada proses evaluasi.
2.3 syarat syarat umum evaluasi
Syarat syarat umum yang harus dipenuhi dalam mengadakan evaluasi dalam proses pendidikan antara lain
a. kesahihan
kesahihan menggantikan kata validitas(validity) yang dapat diartikan sebagai ketepatan evaluasi mengevaluasi apa yang seharusnya dievaluasi, kesahihan lebih menekankan pada hasil perolehan evaluasi , bukan pada kegiatan evaluasinya , dengan kata lain , kesahihan dperuntukkan menjawab pertanyaan “ apakah hasil evaluasi sahih?
Factor factor yang mempengaruhi kesahihan hasil evaluasi adalah sebagai berikut
• Factor instrument evaluasi itu sendiri
• Factor administrasi dan penskoran evaluasi
• Factor dalam respon siswa
b. keterandalan
yaitu berhubungan dengan masalah kepercayaan , yakni tingkat kepercayaan bahwa suatu instrument evaluasi mampu memberikan hasil yang tepat
gronlund menemukakan bahwa keterandalan merujuk kepada konsistensi (keajegan) pengukuran yakni bagaimanakah keajegan skor tes atau hasil evaluasi yang lain yang berasal dari pengukuran yang satu ke pengukuran yang lain
factor factor yang mempengaruhi ketreandalan adalah
• Panjang tes
• Sebaran skor
• Tingkat kesulitan tes
• Objektifitas
c. kepraktisan
kepraktisan evaluasi dipertimabngkan pada saat memilih tes atau instrument evaluasi lain yang dipublikasikan oleh suatu lembaga , kepraktisan evaluasi dapat diartikan senagai kemudahan kemudahan yang ada pada instrument evaluasi baik dalam mempersiapkan , menggunakan , maupun kemudahan didalam memnyimpannya
factor factor yang mempengaruhi kepraktisan instrument evaluasi meiputi
• Kemudahan mengadministrasi
• Waktu yang disediakan untuk melancarakan evaluasi
• Kemudahan menskor
• Kemudahan interperestasi t
• tersedianya bentuk instrument
BAB 15.
EVALUASI HASIL BELAJAR
Hasil belajar dapat dinilai dari beberapa teknik penilaian, sebagai berikut:
Penugasan (Proyek/Project)
Unjuk Kerja (Performance)
Tertulis (Paper & Pen)
Hasil kerja (Produk/Product)
Portofolio (Portfolio)
Sikap/perilaku
Evaluasi Diri (Self Assessment)
Kombinasi dari teknik penilaian di atas akan memberikan penilian lebih akurat terhadap hasil belajar siswa. Pemilihan teknik penilian yang cocok harus memperhatikan indicator atau kompetensi dasar dari materi ajar; tidak selalu semua cocok teknik penilian di atas dengan indicator.
KRITERIA PENGEMBANGAN INSTRUMEN EVALUASI UNJUK KERJA
Wakhinuddin S
a. Generability adalah tugas dapat digeneralisasikan dimana dan kapan saja.
b. Authenticity adalah tugas yang diberikan tersebut sudah serupa dengan kehidupan sehari-hari.
c. Multiple foci adalah tugas yang diberikan kepada peserta tes mengukur lebih dari satu kompetensi.
d. Teachability adalah tugas yang diberikan merupakan hasilnya pembelajaran yang semakin baik karena adanya latihan.
e. Fairness adalah tugas yang diberikan sudah adil (fair) untuk semua peserta tes.
f. Feasibility adalah tugas-tugas yang diberikan dalam penilaian unjuk kerja layak secara biaya, ruangan, waktu, dan peralatannya
g. Scorability adalah dapat diberi nilai (disekor).
BAB 16
MASALAH BELAJAR DAN PEMBELAJARAN
Secara umum masalah-masalah belajar meliputi masalah masalah internal belajar dan masalah masalah eksternal belajar serta bagaimana upaya yang harus dilakukan untuk menemukan solusi dari setiap masalah belajar tersebut.
Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah di atas maka permasalahan mendasar yang hendak ditelaah dalam makalah ini adalah:
1. Bagaimana implikasi pendidikan, pembelajaran, dan pengajaran?
2. Bagaimana implikasi prinsip-prinsip pembelajaran?
3. Bagaimana implikasi perkembangan teori pembelajaran sekarang?