Komunitas Key She

Full Version: TUGAS KELOMPOK 8
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
TUGAS KELOMPOK
PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK






DISUSUN OLEH :
YULIANI
NURFIJRI WAHIDAH
SAKINAH
RAHMANISA


JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENIDIDIKAN
UNIVERSITAS ISLAM RIAU
PEKANBARU
2009
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan kehadirat allah SWT,yang telah menciptakan alam semesta ini. Dari ciptaan_Nya manusia dapat mengembangkan segala kemampuan, mulai dari teknologi pertanian,serta pendidikan untuk itu dibutuhkn kemampun untuk belajar dan berfikir.
Dengan rahmat tuhan yang maha esa,sehingga kami bisa menyelesaikan makalah ini sebagai salah satu tugas mata kuliah perkembangan perserta didik.
Dalam kesempatan ini kami mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing yang telah memberikan tugas ini agar kami penulis mengerti lebih dalam materi ini dan memperbaiki pergaulan dalam emosi yang terjadi pada diri sendiri.
Semoga allah SWT akan membalas semua kebaikan itu dengan pahala.seperti kata pepatah “tak ada gading yang tak retak”, mungkin didalam penulisan makalah ini banyak terdapat kesalahan dan kekurangan oleh karena itu saran dan kritik yang sifatnya membangun alam diterima dengan senang hati.
Kami berharap semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca dan juga kami penulis.

Pekanbaru, Agustus 2009

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I 3
PENDAHULUAN 3
1.1 Latar belakang 3
1.2 Tujuan 3
1.3 Manfaat 4
BAB II 5
PERKEMBANGAN EMOSI 5
1. Pengertin emosional 5
2. Karakteristik perkembangan fisik 6
3 . FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN EMOSI 9
4. HUBUNGAN ANTARA EMOSI DAN TINGKAH LAKU SERTA PENGARUH EMOSI TERHADAP TINGKAH LAKU 10
5. Perbedaan individual dalam perkembangan emosi 11
6. Upaya perkembangan emosi remaja dan impelikasinya dalam penyelengaraan pendidikan. 11
Manfaat 12

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Manusia dalam kedudukannya sebagai peserta didik haruslah ditempatkan sebagai pribadi yang utuh. Yakinlah manusia sebagai kesatuaan sifat makhluk individu dan sosial,sebagai kesatuan jasmani dan rohani, dan sebagai makhluk tuhan yang harus menempatkan hidupnya didunia sebagai persiapan kehidupan akhirat.
Pendidikan adalah upaya untuk membentuk suatu lingkungan untuk anak yang dapat merangsang perkembangan, pertumbuhan pada manusia. Untuk itu kami sebgai penulis merasa bahwa hal ini perlu di kaji untuk mengetahui perkembngan mnusia pda umumnya secara garis besar dengan mengenal berbagai karekteristiknya.
Karena manusia di sini sebagai pesert didik,yang jug kan dibahas tentng prkembangan emosi remaja.
1.2 Tujuan
Adapun tujuan penulis adalah :
1. Mengenal bhwa manusia adalah sebagai peserta didik
2. Untuk mengetahui mkna perkembangan emosi remja
3. Untuk mengethui karakteristik dan fktor-fktor yang mempengaruhi perkembangan emosi remaja
4. Serta mengetahui perbedaan-perbedaan yng terdpat dalam perkembangan emosi remaja
5. Dan mengetahui upya pengembangaanya.
1.3 Manfaat
Penulisan makalah ini bisa membuat kita mengetahui hl-hl tentang pserta didik an perkembngan emosi remaja ,serta sebgai pedoman didlam kehidupan sehri-hari.karena kami penulis merasa bahwa perkembngan emosi remaja sangat patut untuk dipelajari,sebab kita sebagai remaja harus mengetahui hal-hal apa saja yang patut kita lakukan dengan baik atau tidak baik,yang harus kita patuhi dan nama yang kita hindari.





BAB II
PERKEMBANGAN EMOSI
Kehidupan seseorang pada umumnya penuh dorongan dan minat untuk mencapai/memuliki sesuatu.seberapa banyak dorongan-dorongan dan minat-minat seseorang itu terpenuhi merupakan dasar dari pengalaman emosionalnya.kehidupannya berlngsung mulus,di mana dorongan-dorongan dan keinginan/minatnya dapat terpenuhi/dapat berhasil dicapai,ia cenderung memiliki perkembangan emosi yang stabil dan dengan demikian dapat berhsil terpenuhi,baik hal itu di sebbkan kurangnya kemempuan untuk memenuhinya/ karena kondisi lingkungan yang kurang menunjang, sangat dimungkinkan perkembangan emosionalnya mengalami gangguan.
1. Pengertian emosional
Emosi dan perasan adalah dua hal yang berbeda.tetpi perbedaan antara keduanya tidk dapat dinytakan dengan tegas.emosi dan persaan merupkan suatu gejala emosional yang secara kuntitatif berkelanjutan,akan tatapi tidak jelas batasnya. Menurut crow dan crow (1958) pengertian emosional adalah penglaman efektif yang disertai penyesuaian dri dalam individu tentang keadaan mental dn fisik berujud suatu tingkah laku yang tampak.
Emosi adalah warna efektif yang kuat dn ditndai oleh perubhan-perubhn fisik.pada saat emosi sering kali terjadi perubahan-perubahn pda fisik antara lain:
Reaksi elektris pada kulit : meningkat bila terpeson
Peresaran darah : bertambah cepat bila terkejut
Denyut jntung : bertambah cepat bila terkejut
Pernafasan : bernafas panjang kalau kecewa
Pupil mata : membesar bila marah
Liur : mongering kalu takut/tegang
Bulu roma : berdiri klau takut
Pencernan : mencret kalau tegang
Otot : ketengangan dan ketakutan menyebabkn otot menegang atau
bergetar (tremor) 10) komposisi darah : komposisi darah akan ikut berubah
karena emosional yang menyebabkan
kelenjer-kelenjer lebih aktif.
2. Karakteristik perkembangan fisik
Secara tradisional masa remaja dianggap sebagai periode “badai dn tekanan”. Suatu masa dimna ketegangan emosi meninggi sebgai akibat dari perubahan fisik dan kelenjer,contohnya pada remaja.tidak semua remaja mengalami masa badai dan tekanan,namun benar juga bila sebagian besar remaja mengalami ketidakstabilan dari wktu ke waktu sebagai konsenkuensi penyesuaian diri terhada pola perilaaku baru dan harapan sosial baru.
Pola masa remaja adalah sama dengan pola emosi anak-anak.jenis emosi yang secara normal ialami adalah:
a. cinta/ kasih sayang
Faktor penting di dalam kehidupan remaja adalah kapasitsnya untuk mencintai orang lain dalam kebutuhannya untuk mendapatkan cinta dari orang.kemampuan untuk menerima cinta sama pentingnya dengan kemampuan untuk memberinya.
Tampaknya tidak ada manusia termsuk remaja yang dapat hidup bahagia dan sehat tanpa mendapatkan cinta dari orang lain. Kebutuhan untuk member dan menerima cinta menjadi sngat penting,walau kebutuhan-kebutuhan akan perasaan itu disembunyikan secara rapi,para remaja yang berontak secar terang-terangan,nakal dan mempunyai sikap permusuhan besar kemungkinan disebbabkan oleh kurangnya rasa cinta
b. Gembira
Perasaan gembira dari remaja banyak di teliti.perasaan gembira sedikit mendapat perhatian dari petugas peneliti dari pada perasaan marah dan takut/tingkah laku dan problema lain yang mementulkan kesedihan.rasa gembira akan mengalami kegembiraan jika ia diterima sebagai seorang sahabat/bila ia jatuh cinta dan cintany itu mendapat sambutan(diterima)oleh yang dicinta.
c. Kemarahan dan permusuhan
Rasa marah merupakan gejala yang penting di antara emosi-emosi yang memainkan peranan yang menonjol dalam perkembngan kepribadian. pertama, diantara emosi-emosi ini adalah cinta,cinta dan mencintai adalah gejal emosi bagi perkembangan pribadi yang sehat. Rasa marah juga penting dalam kehidupan,karena melalui rasa marahnya seseorang mempertajam tuntutannya sendiri dan pemilikan minat-minat sendiri.
Dalam upaya memhami remaja,ada 4 faktor yang penting sehubungan dengan rasa marah:
1). Adanya kenyataan bhwa persaan marah berhubungan dengan usaha manusi untuk memiliki dirinya dan menjdi dirinya.
2). Pertimbangan penting lainnya ialah ketika individu mencapai masa remaja,dia tidak hanya merupakan objek kemarahan yang berkembang dan kemudian menjadi surut tetapi menyumpai sikap-sikap di mana ada sisa kemarahan masa lalu.
3). Sering sekali perasaan marh sengaja disembunyikan dan seringkali tampak dalam bentuk samar.
4). Kemarahan mungkin berbalik pada dirinya sendiri.
d) ketakutan dan kecemasan
ketakutan-ketakutan muncul krena adanya rasa kecemasan-kecemasan dan rasa berani yang bersamaan dengan perkembangan remaja itu sendiri.beberapa orang memiliki rasa takut secara berulang-ulang dengan kejdian dalam kehidupan sehari-hari,atau krena mimpi-mimpi,atau karena pikiran-pikirn mereka sendiri.tidak ada seorangpun yang menerjunkan dirinya dalam kehidupan dapat hidup tanpa rasa takut.satu-satumya cara untuk menghindarkan diri dri rsa takut dalah menyerah terhadap rasa takut.
Biehler (1972),membagi cirri-ciri emosionl remja menjdi du tentang usia yaitu:
Ciri-ciri emosional:
1. Pada usia ini seseorang siswa/anak cenderung banyak murung dn tidak dapat diterka
2. Siswa mungkin bertingkah laku kasar atau menutupi kekurangan dalam hal rasa percaya diri
3. Ledakan-ledakan kemarahan mungkin bisa terjadi
4. Seorang remaja cenderung tidak toleran terhdap orng lain dan membenarkan pendpatnya sendiri yang disebabkan kurng rasa percaya diri.
5. Siswa di SMP mengalami orang tua dan guru mereka secara lebih objektif dan mungkin menjadi marah apa bila mereka ditipu dengan gaya guru yang bersikap serba tahu.
Ciri-ciri emosional remaja usia 15-18 tahun
1. “pemberontakan “
2. Karena bertambahnya kebebasan mereka
3. Siswa pada usia ini serimg kali melamun karena memikirkan masa depan mereka
3 . FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN EMOSI
Sejumlah penelitian tentang emosi anak menunjukkan bahwa perkembangan emosi mereka bergantung pada factor kematangan dan faktor belajar (hurlock,1960:266).
Metode belajar yang menunjang perkembangan emosi,antara lain:
A. Belajar dengan coba-coba
Anak belajar secara coba-coba untuk mengekpresikan emosi dalam bentuk prilaku yang memberikan pemuasan terbesar kepdanya,dan menolak perilaku yang memberikan pemuasan sedikit atau sama sekali tidak memberikan kepuasan.
B. Belajar dengan cara meniru
Dengan cara mengamati hal-hal yang membangkitkan emosi orang lain,anak-anak bereaksi dengan emosi dan metode ekspresi yang sama dengan orang-orang yang diamati.
C. Belajar dengan cara mempersamakan diri(learning by identification)
Anak menirukan reaksi emosional orang lain yang tergugah oleh rangsangan yang sama dengan rangsangan yang telah membangkitkan emosi orang yang ditiru.
D. Belajar melalui pengkondisian
Dengan metode ini objek situasi yang pada mulanya gagal memancing reaksi emosional,kemudian dapat berhasil dengan cara asosiasi.
Pelatihan atau belajar di bawah bimbingan dan pengawasan,terbatas pada aspek reaksi.
Dengan pelatihan,anak-anak dirangsang untuk bereaksi terhadap rangsangan yang biasanya membangkitkan emosi yang menyenangkan dan dicegah agar tak bereaksi secara emosional,terhadap rangsangan yang membangkitkan emosi yang tidak menyenangkan
4. HUBUNGAN ANTARA EMOSI DAN TINGKAH LAKU SERTA PENGARUH EMOSI TERHADAP TINGKAH LAKU
Rasa takut atau marah dapat menyebabkan seorang gemetar.dalam ketakutan,mulut menjadi kering , cepatnya jantung berdetak/berdenyut , derasnya aliran darah /tekanan darah,system pencernaan mungkin berubah selama pemunculan emosi.
Sikap takut,malu-malu/agresif dapat merupakan akibat dari ketegangan emosi/frustasi dapat muncul dengan hadirnya individu tertentu/ situasi-situasi tertentu. Factor-faktor afektif dalam pengalaman individu mempengaruhi jumlah dan luasnya apa yang di pelajari.
Sikap takut, malu-malu/ agresif dapat merupakan akibat dari ketegangan emosi/ frustasi dan dapat muncul dengan hadrnya dengan individu tertentu/ situasi-situasi tertentu. Factor-faktor aktif dalam pengalaman individu mempengaruhi jumlah dalam perkembangan emosi.
5. Perbedaan individual dalam perkembangan emosi
Meskipun pola perkembangan emosi dapat diramalkan, tetapi terdapat perbedaan dalam segi frekwensi, intensitas serta jangka waktu dari berbagai macam emosi dan juga saat pemunculannya.
Dengan meningkatnya usia anak, semua emosi diekpresikan secra lebih lunak karma mereka telah mempelajari reaksi orang lain terhadap luapan emosi yang berlebihan, sekalipun emosi itu berupa kegembilaan/emosi yang menyenangkan lainya.
Ditinjau kedudukan sebagi anggota suatu kelompok keluarga, anak laki-laki lebih sering dan lebih kuat mengekpresikan emosi yang sesuai dengan jenis kelamin mereka.
Cara mendidik yang otoriter mendorong perkembangan emosi kecemasan dan rasa takut , sedangkan cara mendidik yang permisif atau demokratis dam rasa penuh kasih sayang.
6. Upaya perkembangan emosi remaja dan impelikasinya dalam penyelengaraan pendidikan.
Dalam kaitanya dengan emosi remaja awal yang cenderung banyak melamun dan sulit diterka, maka satu-satunya hal yang dapat dilakukan oleh guru adalah konsisten dalam pengelolaan kelas dan perlakuan siswa seperti orang dewasa yang penuh tangung jawab.
Bertambahnya kebebasan dari remaja seperti menambah’’ bahan baker terhadap api’’ bila banyak dari keinginan-keinginannya langsung dihambat / dirintangi oleh guru-guru dan orang tua. Satu cara untuk mengatasi adala. Meminta siswa mendiskusikan/ menulis tentang perasaan-perasaan yang negative.
Tampaknya cara yang paling baik untuk menghadapi pemberontakan para remaja adalah:
1. mencoba untuk mengatasi mereka
2. melakukan segala sesuatu yang dapat dilakukan ntuk membantu siswa berhasil berperestasi dalam bidang yang dibelajarkan. Suatu cara untuk membuktikan kedewasaan seseorang iyalah terampil dalam melakukan sesuatu.
Seorang siswa yang merasa bingung terhadap rantsi peristiwa tersebut mungkin merasa perlu menceritakan penderitaannya, termasuk mungkin rahasia-rahasianya peribadinya kepada orang lain.karna itu seorang guru diminta untuk berfungsi dan bersikap seperti pendegar yang simpatik. Salah satu persoalan yang paling membingungkan yang dihadapi oleh guru adalah, bagai mana menghadapi siswa yang mempunyai kecakapan terbatas tetapi yang selalau memmimpikan kejayaan
Reference URL's