01-12-2010, 02:30 PM
Mata Kuliah : Perkembangan Peserta Didik
Dosen Pembimbing : Dra. Tity Hastuti, M.si
Di SUSUN OLEH
Kelompok : 9
Kartika Dewi. K
Pratiwi Kurniawati
Ranni Rahamawati
Rika Tri Wahyuni
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM RIAU
PEKANBARU
2009/2010
KATA PENGANTAR
Pertama-tama penulis mengucapkan puji syukur ke hadirat Allah s.w.t. karena dengan bimbingan dan petunjukNya dapat diselesaikan tugas mata kuliah Perkembangan Peserta Didik ini.
Pada dasarnya pendidikan adalah laksana eksperimen yang tidak pernah selesai sampai kapan pun, sepanjang ada kehidupan manusia di dunia ini. Dikatakan demikian, karena pendidikan merupakan bagian dari kebudayaan dan peradaban manusia yang terus berkembang. Hal ini sejalan dengan pembawaan manusia yang memiliki potensi kreatif dan inovatif dalam segala bidang kehidupanya.
Penulis menyadari betul bahwa apa yang disajikan dalam makalah ini masih terdapat banyak kekurangan, baik menyangkut isi maupun penulisan. Kekurangan-kekurangan tersebut terutama disebabkan kelemahan dan keterbatasan pengetahuan serta kemampuan penulis sendiri, baik disadari maupun tidak. Hanya dengan kearifan dan bantuan dari berbagai pihak untuk memberikan teguran, saran, dan kritik yang konstruktif, kekuranga-kekurangan tersebut dapat diperkecil sehingga makalah ini akan memberikan manfaat yang maksimal.
Dalam kesempatan ini penulis ingin menghaturkan ucapan terima kasih kepada Ibu Dra. Tity Hastuti, M.Si. sebagai Dosen pembimbing dan kedua orang tua yang begitu banyak memberikan saran dan masukannya serta senantiasa memberikan motivasi dan dorongan sehingga terselesaikannya makalah ini.
Akhirnya, sekecil apa pun sumbangan yang mungkin dapat diberikan, mudah-mudahan makalah ini dapat memberikan manfaat, dan diridhai-Nya. Amin
Pekanbaru, November 2009
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR 1
DAFTAR ISI 2
BAB I : PENDAHULUAN 3
BAB II : PEMBAHASAN
A. Perkembangan Sosial 5
1. Pengertian Perkembangan Hubungan Sosial 5
2. Karakterisrik Perkembangan Sosial Remaja 6
3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan sosial 7
4. Pengaruh Perkembangan Sosial terhadap Tingkah Laku 7
5. Perbedaan Individual dalam Perkembangan Sosial 7
B. Perkembangan Bahasa 8
1. Pengertian Perkembangan Bahasa 8
2. Karakteristik Perkembangan Bahasa Remaja 8
3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Bahasa 9
4. Pengaruh Kemampuan Berbahasa terhadap Kemampuan Berpikir 10
5. Perbedaan Individual dalam Kemampuan dan Perkembangan Bahasa 10
6. Upaya Pengembangan Kemampuan Bahasa Remaja dan Implikasinya dalam Penyelenggaraan Pendidikan 11
BAB III : PENUTUP 12
DAFTAR PUSTAKA 13
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Manusia senantiasa mengalami pertumbuhan dan berkembang. Pertumbuhan merupakan perubahan secara fisiologi sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi fisik yang berlangsung secara normal pada anak yang sehat. Perkembangan juga merupakan proses perubahan dalam pertumbuhan pada suatu waktu sebagai fungsi kematangan dan interaksi dengan lingkungannya. Dengan kata lain perkembangan merupakan perubahan fungsional yang dipengaruhi oleh pencapaian tingkat kematangan fisik dan intelek.
Masa remaja adalah masa yang khusus, penuh gejolak karena pada pertumbuhan fisik dan kehidupan lingkungannya terjadi ketidakseimbangan. Hal ini akan mempengaruhi perkembangan fisik, intelek, emosi, berbahasa, sosial dan nilai remaja. Suatu lingkungan dalam kehidupan remaja merupakan keadaan yang dapat merangsang perkembangan potensi-potensi yang dimilikinya dan membawa perubahan-perubahan apa yang diinginkan dalam kebiasaan dan sikap-sikapnya. Pengaruh lingkungan merupakan salah satu faktor dari tumbuh kembangnya remaja, remaja dibantu oleh orang tua, guru dan orang dewasa lainya bahkan teman sejawat untuk memanfaatkan kapasitas dan potensi yang dibawanya dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang diinginkannya.
Setiap individu remaja memiliki ciri dan sifat atau karakteristik bawaan dan karakteristik yang diperoleh dari lingkungan. Karakteristik bawaan merupakan karakteristik keturunan yang dimiliki sejak lahir, baik yang menyangkut faktor biologis maupun faktor sosial psikologis. Seorang remaja tidak dilahirkan dengan perlengkapan yang sudah sempurna. Akan tetapi dengan sendirinya pola-pola tersebut berjalan, berbicara, merasakan, berpikir, atau pembentukan pengalaman yang harus dipelajari terlebih dahulu. Dalam diri setiap individu seorang remaja juga memiliki minat atau sifat yang alami walaupun minat atau sifat tersebut terdorong dari potensi tertentu yang membentuk dasar dari minat apa saja yang dikembangkan oleh remaja didalam lingkungan tempat remaja tersebut tumbuh dan berkembang.
Dalam kehidupan remaja pada tingkat manapun, perbedaan latar belakang dan pengalaman mereka masing-masing dapat memperlancar atau menghambat presentasinya, terlepas dari potensi individu untuk menguasai suatu bahan pelajaran. Pengalaman-pengalaman belajar yang dimiliki remaja dirumah mempengaruhi kemampuan untuk berprestasi dalam situasi belajar yang disajikan.
Minat dan sikap setiap individu remaja terhadap sekolah dan mata pelajaran tertentu, kebiasaan-kebiasaan kerja sama, kecakapan atau kemauan untuk berkonsentrasi pada bahan-bahan pelajaran, dan kebiasaan-kebiasaan belajar, semuanya merupakan faktor-faktor perbadaan diantara individu setiap remaja. Faktor-faktor tersebut kadang-kadang berkembang akibat sikap-sikap anggota keluarga dirumah dan orang-orang yang berada dilingkungan sekitar. Latar belakang keluarga, baik dilihat dari segi sosial ekonomi maupun sosiokultural, adalah berbeda-beda. Demikian pula lingkungan sekitarnya, baik lingkungan sosial maupun lingkungan fisik akan memberikan pengaruh yang berbeda-beda.
B. Rumusan Masalah
Masalah yang akan dibahas yaitu mengenai:
1. Perkembangan Sosial Remaja
2. Perkembangan Bahasa Remaja
BAB II
PEMBAHASAN
A. PERKEMBANGAN SOSIAL
1. Pengertian Perkembangan Hubungan Sosial
Manusia tumbuh dan Berkembang dari masa bayi ke masa dewasa melalui beberapa langkah dan jenjang. Mahusia sebagai makhluk sosial, senantiasa berhungan dengan sesame manusia. Bersosialisasi terhadap lingkungan kehidupan sosial. Menurut Piaget interaksi sosial anak pada tahun pertama sangat terbatas, terutama hanya dengan ibunya.
Akhirnya setiap orang menyadari bahwa manusia itu saling membutuhkan. Maka dapat dimengerti bahwa hubungan sosial (sosialisasi) merupakan hubungan antar manusia yang saling membutuhkan. Pengertian perkembangan sosial adalah berkembangnya tingkat hubungan antar manusia sehungan dengan meningktnya kebutuhan hidup manusia.
2. Karakteristik Perkembangan Sosial Remaja
Remaja adalah tingkat perkembangan anak yang telah mencapai jenjang menjelang dewasa. Kehidupan sosial pada jenjang remaja ditandai dengan menonjolnya fungsi intelektual dan emosional. Proses pembentukan identitas diri dan konsep diri sesungguhnya adalah sesuatu yang kompleks.
Erickson mengemukakan bahwa perkembangan anak sampai jenjang dewasa melalui 8 (delapan) tahap dan perkembangan remaja ini berada pada tahap keenam dan ketujuh, yaitu masa anak ingin menetukan jati dirinya dan memilih kawan akrabnya. Erickson berpendapat bahwa penemuan jati diri seseorang didorong oleh pengaruhh sosiokultural. Tidak seperti halnya pandangan Freud, kehidupan sosial remaja (pergaulan dengan sesama remaja terutama dengan lawan jenis) didorong oleh dan berorientasi pada kepentingan seksual.
Baik didalam kelompok kecil maupun kelompok besar, masalah yang umum dihadapi oleh remaja dan paling rumit adalah faktor penyesuaian diri. Nilai positif dalam kehidupan kelompok adalah tiap anggota kelompok belajar berorganisasi, memilih pemimpin, dan memilih aturan kelompok.
3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Sosial
Perkembangan sosial manusia dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu: keluarga, kemtangan anak, status sosial ekonomi keluarga, tingkat pendidikan, dan kemepuan mental terutama emosi dan intelegensi.
a. Keluarga
Keluarga merupakan lingkungan pertama yang memberikan pengaruh terhadap berbagai aspek perkembangan anak, termasuk perkemabngan sosialnya.
b. Kematanagan
Bersosialisasi memerlukan kematangan fisik dan psikis. Untuk mampu bersosisalisasi dengan baik diperlukan kematangan fisik sehingga setiap orang fisiknya telah mampu menjalankan fungsinya dengan baik.
c. Status Sosial Ekonomi
Kehidupan sosial dipengaruhi oleh kondisi atau status kehidupan sosial keluarga dalam lingkungan masyarakat.
d. Pendidikan
Pendidikan merupakan proses sosialisasi anak yang terarah.pendidikan dalam arti luas harus diartikan bahwa perkembangan anak dipengaruhi oleh kehidupan keluarga, masyarakat, dan kelembagaan. Etik pergaulan dan pendidikan moral diajarkan secara terprogram dengan tujuan untuk membentuk perilaku kehidupan bermasyarakat bernegara.
e. Kapasitas Mental: Emosi dan Inteligensi
Perkembangan emosi berpengaruh sekali terhadap perkembangan sosial anak. Oleh karena itu, Kemampuan intelektual tinggi, kemampuan berbahasa baik, dan pengendalian emosional secara seimbang sangat menentukan keberhasilan dalam perkembangan sosial anak.
4. Pengaruh Perkembangan Sosial terhadap Tingkah Laku
Hubungan dengan situasi lingkungan sering tidak sepenuhnya diterima, Karena lingkungan tidak senantiasa berjalan dengan konsep dirinya yang tercermin sebagai suatu kemungkinan bentuk tingkah laku sehari-hari.
Di samping itu pengaruh egosentris masih sering terlihat pada pikiran remaja.
1) Cita-cita dan idealisme yang baik, terlalu menitikberatkan pikiran sendiri, tanpa memikirkan akibat lebih jauh dan tanpa memperhitungkan kesulitan praktis yang mungkin menyebabkan tidak berhasilnya menyelaesaikan persoalan.
2) Kemampuan berpikir dengan pendapat sendiri, belum disertai pendapat orang lain dalam penilaiannya. Masih sulit membedakan pokok perhatian orang lain daripada tujuan perhatian diri sendiri. Pandangan dan penilaian diri sendiri dianggap sama dengan pandangan orang lain mengenai dirinya.
5. Perbedaan Individual dalam Perkembangan Sosial
Terdapat perbedaan individual manusia, yang hal itu tampak juga dalam perkembangan sosialnya. Dalam teori Erickson dinyatakan bahwa manusia (anak) hidup dalam kesatuan budaya yang utuh, alam dan kehidupan masyarakat menyediakan segala hal yang dibutuhkan manusia.
Remaja telah mulai mengembangkan bermasyarakat, maka telah mempelajari pola-pola sosial yang sesuai dengan kepribadiannya.
6. Upaya Pengembangan Hubungan Sosial Remaja dan Implikasinya dalam Penyelenggaraan Pendidikan
Penciptaan kelompok sosial remaja perlu dikembangkan untuk memberikan rangsangan kepada mereka kea rah perilaku yang bermanfaat dan dapat diterima khalayak. Khusus di dalam sekolah perlu sering diadakan kegiatan bakti sosial, bakti karya, dan kelompok-kelompok belajar di bawah asuhan para guru pembimbing kegiatan ini hendaknya dikembangluaskan.
B. Perkembangan Bahasa
1. Pengertian Perkembangan Bahasa
Sesuai dengan fungsinya, bahasa merupakan alat berkomunikasi yang digunakan seseorang dalam pergaulannya atau hubungannya dengan orang lain. Bahasa merupakan alat bergaul. Oleh karena itu, penggunaan bahasa menjadi efektif sejak seorang individu memerlukan berkomunikasi dengan orang lain.
Perkembangan bahasa terkait dengan perkembangan kognitif, yang berarti faktor intelek/kognisi sangat berpengaruh terhadap perkembangan kemampuan berbahasa. Perkembangan bahasa dipengaruhi oleh lingkungan, Karena bahasa pada dasarnya merupakan hasil belajar dari lingkungan.
Belajar bahasa yang sebenarnya baru dilakukan oleh anak berusia 6-7 tahun, di saat anak mulai bersekolah. Jadi, perkembangan bahasa adalah meningkatnya kemampuan penguasaan alat berkomunikasi, baik alat komunikasi dengan cara lisan, tulisan, maupun menggunakan tanda-tanda dan isyarat. Mampu dan menguasai alat komunikasi di sini diartikan sebagai upaya seseorang untuk dapat memahami dan dipahami orang lain.
2. Karakteristik Perkembangan Bahasa Remaja
Bahasa remaja adalah bahasa yang telah berkembang. Anak remaja telah belajar banyak dari lingkungan, dan dengan demikian bahasa remaja terbentuk oleh kondisi lingkungan. Lingkungan remaja mencakup lingkungan keluarga, masyarakat, dan khususnya pergaulan teman sebaya dan lingkungan sekolah. Pola bahasa yang dimiliki adalah bahasa yang berkembang di dalam keluarga atau bahasa ibu.
Perkembangan remaja dilengkapi dan diperkaya oleh lingkungan masyarakat di mana mereka tinggal. Hal ini berarti proses pembentukan kepribadian yang dihasilkan dari pergaulan dengan masyarakat sekitar akan memberi ciri khusus dalam perilaku berbahasa.
Pengaruh lingkungan yang berbeda antara keluarga, masyarakat, dan sekolah dalam perkembangan bahasa, akan menyebabkan perbedaan antara anak yang satu dengan yang lain. Hal ini ditunjukkan oleh pemilihan dan penggunaan kosa kata sesuai dengan tingkat sosial keluarganya. Keluarga dari lapisan masyarakat lapisan berpendidikan rendah atau buta huruf, akan banyak menggunakan bahasa pasar, bahasa sembarangan, dengan istilah-istilah “kasar”. Masyarakat terdidik yang pada umumnya memiliki status sosial lebih baik, akan menggunakan istilah-istilah lebih efektif, dan umumnya anak-anak remajanya juga berbahasa secara lebih baik.
3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Bahasa
a) Umur Anak
Bertambah umur akan semakin matang pertumbuhan fisiknya, bertambah pengalaman, dan meningkat kebutuhannya. Bahasa seseorang akan berkembang sejalan dengan pertambahan pengalaman dan kebutuhannya.
b) Kondisi Lingkungan
Lingkungan tempat anak tumbuh dan berkembang menberi andil yang cukup besar dalam berbahasa. Perkembangan bahasa di lingkungan perkotaan akan berbeda dengan di lingkungan pedesaan. Begitu pula perkembangan bahasa di daerah pantai, pegunungan, dan daerah-daerah terpencil dan di kelompok sosial lain.
c) Kecerdasan Anak
Untuk meniru lingkungan tentang bunyi atau suara, gerakan, dan mengenal tanda-tanda, memerlukan kemampuan motorik yang baik. Kemampuan motorik seseorang berkolerasi positif dengan kemampuan intelektual atau tingkat berpikir.
d) Status Sosial Ekonomi Keluarga
Keluarga yang berstatus sosial ekonomi baik, akan mampu menyediakan situasi yang baik bagi perkembangan bahasa anak-anak dan anggota keluarganya. Rangsangan untuk dapat ditiru oleh anak-anak dri anggota keluarga yang berstatus sosial rendah. Hal ini akan tampak perbedaan perkembangan bahasa bagi anak yang hidup didalam keluarga terdidik dan tidak terdidik. Dengan kata lain pendidkan keluarga pengaruh pula terhadap perkembangan bahasa.
e) Kondisi Fisik
Kondisi fisik di sini dimaksudkan kondisi kesehatan anak. Seseorang yang cacat yang terganggu kemapuannya untuk berkomunikasi seperti bisu, tuli, gagap, atau organ suara tidak sempurna akan menggangu perkembangan berkomunikasi dan tentu saja akan mengganggu perkembangannya dalam berbahasa.
4. Pengaruh Kemampuan Berbahasa terhadap Kemampuan Berpikir
Kemampuan berbahasa dan kemampuan berpikir saling berpengaruh satu sama lain. Bahwa kemampuan bepikir berpengaruh terhadap kemampuan berbahasa dan sebaliknya, kemmampuan berbahasa berpengaruh terhadap kemampuan berpikir. Seseorang yang rendah kemampuan berpikirnya akan mengalami kesulitan dalam menyusun kalimat yang baik, logis dan sistematis. Hal ini akan berakibat sulitnya berkomunikasi.
5. Perbedaan Individual dalam Kemampuan dan Perkembangan Bahasa
Menurut Chomsky (Woolflok, dkk., 1984; 70) anak dilahirkan ke dunia telah memiliki kapasitas berbahasa. Akan tetapi seperti dalam bidang yang lain, faktor lingkungan akan mengambil peranan yang cukup menonjol, dalam mempengaruhi perkembangan bahasa anak tersebut.
Di depan telah diuraikan bahwa kemampuan berpikir anak berbeda-beda, sedang berpikir dan bahasa mempunyai kolerasi tinggi; anak dengan IQ tinggi akan berkemampuan bahasa yang tinggi. Nilai IQ menggambarkan adanya perbedaan individual anak, dan dengan demikian kemampuan mereka dalam bahasa juga bervariasi sesuai dengan variasi kemampuan mereka berpikir.
Bahasa berkembang dipengaruhi oleh faktor lingkungan, karena kekayaan lingkungan akan merupakan pendukung bagi perkembangan peristilahan yang sebagian besar dicapai dengan proses meniru. Dengan demikian, remaja yang berasal dari lingkungan yang berbeda juga akan berbeda-beda pula kemampuan dan perkembangan bahasanya.
6. Upaya Pengembangan Kemampuan Bahasa Remaja dan Implikasinya dalam Penyelenggaraan Pendidikan
Kelas atau kelompok belajar terdiri dari siswa-siswa yang bervariasi bahasanya, baik kemampuannya maupun polanya. Menghadapi hal ini guru harus mengembangkan strategi belajar mengajar bidang bahasa dengan memfokuskan pada potensi dan kemampuan anak.
Pertama, anak perlu melakukan pengulangan ( menceritakan kembali ) pelajaran yang telah diberikan dengan kata dan bahasa yang disusun oleh murid-murid sendiri. Kedua, berdasar hasil indentifikasi itu guru melakukan pengembangan bahasa murid dengan menambahkan perbendaharaan bahasa lingkungan yang telah dipilih secara tepat dan benar oleh guru.
Perkembangan bahasa yang menggunakan model pengekspresian secara mandiri, baik lisan maupun tertulis, dengan mendasarkan pada bahan bacaan akan lebih mengembangkan kemampuan bahasa anak dan membentuk pola bahasa masin-masing. Dalam penggunaan model ini guru harus banyak memberikan rangsangan dan koreksi dalam bentuk diskusi atau komunikasi bebas. Dalam pada itu sarana perkembangan bahasa seperti buku-buku, surat kabar, majalah dan lain-lain hendaknya disediakan di sekolah maupun di rumah.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Perkembangan sosial adalah berkembangnya tingkat hubungan antar manusia sehubungan dengan meningkatnya kebutuhan hidup manusia. Perhatian remaja mulai tertuju pada pergaula di dalam masyarakat dan ia (membutuhkan) pemahaman tentang norma kehidupan yang kompleks. Pergaulan remaja banyak diwujudkan dalam bentuk kehidupan kelompok terutama kelompok sebaya sama jenis. Perkembangan sosial anak remaja di pengaruhi oleh beberapa faktor, yakni: kondisi keluarga, kematangan anak, status sosial ekonomi keluarga, pendidikan, dan kapasitas mental terutama intelek dan emosi.
Hubungan sosial remaja terutama yang berkaitan dengan proses penyesuaian diri berpengaruh terhadap tingkah laku, sehingga dikenal beberapa pola tingkah laku, seperti remaja keras, remaja yang mengisolasi diri, remaja yang bersifat egois, dan sebagainya.
Bahasa memengang peranan penting dalam kehidupan bermasyarakat. Perkembangan bahasa dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain adalah usia anak, kondisi keluarga, tingkat kecerdasan, status sosial ekonomi keluarga, dan kondisi fisik anak terutama dari kesehatannya.
DAFTAR PUSTAKA
Prof. Dr. H. Sunarto, dkk. 2006. Perkembangan Peserta didik. Rineka Cipta. Jakarta.
Dosen Pembimbing : Dra. Tity Hastuti, M.si
Di SUSUN OLEH
Kelompok : 9
Kartika Dewi. K
Pratiwi Kurniawati
Ranni Rahamawati
Rika Tri Wahyuni
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM RIAU
PEKANBARU
2009/2010
KATA PENGANTAR
Pertama-tama penulis mengucapkan puji syukur ke hadirat Allah s.w.t. karena dengan bimbingan dan petunjukNya dapat diselesaikan tugas mata kuliah Perkembangan Peserta Didik ini.
Pada dasarnya pendidikan adalah laksana eksperimen yang tidak pernah selesai sampai kapan pun, sepanjang ada kehidupan manusia di dunia ini. Dikatakan demikian, karena pendidikan merupakan bagian dari kebudayaan dan peradaban manusia yang terus berkembang. Hal ini sejalan dengan pembawaan manusia yang memiliki potensi kreatif dan inovatif dalam segala bidang kehidupanya.
Penulis menyadari betul bahwa apa yang disajikan dalam makalah ini masih terdapat banyak kekurangan, baik menyangkut isi maupun penulisan. Kekurangan-kekurangan tersebut terutama disebabkan kelemahan dan keterbatasan pengetahuan serta kemampuan penulis sendiri, baik disadari maupun tidak. Hanya dengan kearifan dan bantuan dari berbagai pihak untuk memberikan teguran, saran, dan kritik yang konstruktif, kekuranga-kekurangan tersebut dapat diperkecil sehingga makalah ini akan memberikan manfaat yang maksimal.
Dalam kesempatan ini penulis ingin menghaturkan ucapan terima kasih kepada Ibu Dra. Tity Hastuti, M.Si. sebagai Dosen pembimbing dan kedua orang tua yang begitu banyak memberikan saran dan masukannya serta senantiasa memberikan motivasi dan dorongan sehingga terselesaikannya makalah ini.
Akhirnya, sekecil apa pun sumbangan yang mungkin dapat diberikan, mudah-mudahan makalah ini dapat memberikan manfaat, dan diridhai-Nya. Amin
Pekanbaru, November 2009
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR 1
DAFTAR ISI 2
BAB I : PENDAHULUAN 3
BAB II : PEMBAHASAN
A. Perkembangan Sosial 5
1. Pengertian Perkembangan Hubungan Sosial 5
2. Karakterisrik Perkembangan Sosial Remaja 6
3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan sosial 7
4. Pengaruh Perkembangan Sosial terhadap Tingkah Laku 7
5. Perbedaan Individual dalam Perkembangan Sosial 7
B. Perkembangan Bahasa 8
1. Pengertian Perkembangan Bahasa 8
2. Karakteristik Perkembangan Bahasa Remaja 8
3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Bahasa 9
4. Pengaruh Kemampuan Berbahasa terhadap Kemampuan Berpikir 10
5. Perbedaan Individual dalam Kemampuan dan Perkembangan Bahasa 10
6. Upaya Pengembangan Kemampuan Bahasa Remaja dan Implikasinya dalam Penyelenggaraan Pendidikan 11
BAB III : PENUTUP 12
DAFTAR PUSTAKA 13
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Manusia senantiasa mengalami pertumbuhan dan berkembang. Pertumbuhan merupakan perubahan secara fisiologi sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi fisik yang berlangsung secara normal pada anak yang sehat. Perkembangan juga merupakan proses perubahan dalam pertumbuhan pada suatu waktu sebagai fungsi kematangan dan interaksi dengan lingkungannya. Dengan kata lain perkembangan merupakan perubahan fungsional yang dipengaruhi oleh pencapaian tingkat kematangan fisik dan intelek.
Masa remaja adalah masa yang khusus, penuh gejolak karena pada pertumbuhan fisik dan kehidupan lingkungannya terjadi ketidakseimbangan. Hal ini akan mempengaruhi perkembangan fisik, intelek, emosi, berbahasa, sosial dan nilai remaja. Suatu lingkungan dalam kehidupan remaja merupakan keadaan yang dapat merangsang perkembangan potensi-potensi yang dimilikinya dan membawa perubahan-perubahan apa yang diinginkan dalam kebiasaan dan sikap-sikapnya. Pengaruh lingkungan merupakan salah satu faktor dari tumbuh kembangnya remaja, remaja dibantu oleh orang tua, guru dan orang dewasa lainya bahkan teman sejawat untuk memanfaatkan kapasitas dan potensi yang dibawanya dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang diinginkannya.
Setiap individu remaja memiliki ciri dan sifat atau karakteristik bawaan dan karakteristik yang diperoleh dari lingkungan. Karakteristik bawaan merupakan karakteristik keturunan yang dimiliki sejak lahir, baik yang menyangkut faktor biologis maupun faktor sosial psikologis. Seorang remaja tidak dilahirkan dengan perlengkapan yang sudah sempurna. Akan tetapi dengan sendirinya pola-pola tersebut berjalan, berbicara, merasakan, berpikir, atau pembentukan pengalaman yang harus dipelajari terlebih dahulu. Dalam diri setiap individu seorang remaja juga memiliki minat atau sifat yang alami walaupun minat atau sifat tersebut terdorong dari potensi tertentu yang membentuk dasar dari minat apa saja yang dikembangkan oleh remaja didalam lingkungan tempat remaja tersebut tumbuh dan berkembang.
Dalam kehidupan remaja pada tingkat manapun, perbedaan latar belakang dan pengalaman mereka masing-masing dapat memperlancar atau menghambat presentasinya, terlepas dari potensi individu untuk menguasai suatu bahan pelajaran. Pengalaman-pengalaman belajar yang dimiliki remaja dirumah mempengaruhi kemampuan untuk berprestasi dalam situasi belajar yang disajikan.
Minat dan sikap setiap individu remaja terhadap sekolah dan mata pelajaran tertentu, kebiasaan-kebiasaan kerja sama, kecakapan atau kemauan untuk berkonsentrasi pada bahan-bahan pelajaran, dan kebiasaan-kebiasaan belajar, semuanya merupakan faktor-faktor perbadaan diantara individu setiap remaja. Faktor-faktor tersebut kadang-kadang berkembang akibat sikap-sikap anggota keluarga dirumah dan orang-orang yang berada dilingkungan sekitar. Latar belakang keluarga, baik dilihat dari segi sosial ekonomi maupun sosiokultural, adalah berbeda-beda. Demikian pula lingkungan sekitarnya, baik lingkungan sosial maupun lingkungan fisik akan memberikan pengaruh yang berbeda-beda.
B. Rumusan Masalah
Masalah yang akan dibahas yaitu mengenai:
1. Perkembangan Sosial Remaja
2. Perkembangan Bahasa Remaja
BAB II
PEMBAHASAN
A. PERKEMBANGAN SOSIAL
1. Pengertian Perkembangan Hubungan Sosial
Manusia tumbuh dan Berkembang dari masa bayi ke masa dewasa melalui beberapa langkah dan jenjang. Mahusia sebagai makhluk sosial, senantiasa berhungan dengan sesame manusia. Bersosialisasi terhadap lingkungan kehidupan sosial. Menurut Piaget interaksi sosial anak pada tahun pertama sangat terbatas, terutama hanya dengan ibunya.
Akhirnya setiap orang menyadari bahwa manusia itu saling membutuhkan. Maka dapat dimengerti bahwa hubungan sosial (sosialisasi) merupakan hubungan antar manusia yang saling membutuhkan. Pengertian perkembangan sosial adalah berkembangnya tingkat hubungan antar manusia sehungan dengan meningktnya kebutuhan hidup manusia.
2. Karakteristik Perkembangan Sosial Remaja
Remaja adalah tingkat perkembangan anak yang telah mencapai jenjang menjelang dewasa. Kehidupan sosial pada jenjang remaja ditandai dengan menonjolnya fungsi intelektual dan emosional. Proses pembentukan identitas diri dan konsep diri sesungguhnya adalah sesuatu yang kompleks.
Erickson mengemukakan bahwa perkembangan anak sampai jenjang dewasa melalui 8 (delapan) tahap dan perkembangan remaja ini berada pada tahap keenam dan ketujuh, yaitu masa anak ingin menetukan jati dirinya dan memilih kawan akrabnya. Erickson berpendapat bahwa penemuan jati diri seseorang didorong oleh pengaruhh sosiokultural. Tidak seperti halnya pandangan Freud, kehidupan sosial remaja (pergaulan dengan sesama remaja terutama dengan lawan jenis) didorong oleh dan berorientasi pada kepentingan seksual.
Baik didalam kelompok kecil maupun kelompok besar, masalah yang umum dihadapi oleh remaja dan paling rumit adalah faktor penyesuaian diri. Nilai positif dalam kehidupan kelompok adalah tiap anggota kelompok belajar berorganisasi, memilih pemimpin, dan memilih aturan kelompok.
3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Sosial
Perkembangan sosial manusia dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu: keluarga, kemtangan anak, status sosial ekonomi keluarga, tingkat pendidikan, dan kemepuan mental terutama emosi dan intelegensi.
a. Keluarga
Keluarga merupakan lingkungan pertama yang memberikan pengaruh terhadap berbagai aspek perkembangan anak, termasuk perkemabngan sosialnya.
b. Kematanagan
Bersosialisasi memerlukan kematangan fisik dan psikis. Untuk mampu bersosisalisasi dengan baik diperlukan kematangan fisik sehingga setiap orang fisiknya telah mampu menjalankan fungsinya dengan baik.
c. Status Sosial Ekonomi
Kehidupan sosial dipengaruhi oleh kondisi atau status kehidupan sosial keluarga dalam lingkungan masyarakat.
d. Pendidikan
Pendidikan merupakan proses sosialisasi anak yang terarah.pendidikan dalam arti luas harus diartikan bahwa perkembangan anak dipengaruhi oleh kehidupan keluarga, masyarakat, dan kelembagaan. Etik pergaulan dan pendidikan moral diajarkan secara terprogram dengan tujuan untuk membentuk perilaku kehidupan bermasyarakat bernegara.
e. Kapasitas Mental: Emosi dan Inteligensi
Perkembangan emosi berpengaruh sekali terhadap perkembangan sosial anak. Oleh karena itu, Kemampuan intelektual tinggi, kemampuan berbahasa baik, dan pengendalian emosional secara seimbang sangat menentukan keberhasilan dalam perkembangan sosial anak.
4. Pengaruh Perkembangan Sosial terhadap Tingkah Laku
Hubungan dengan situasi lingkungan sering tidak sepenuhnya diterima, Karena lingkungan tidak senantiasa berjalan dengan konsep dirinya yang tercermin sebagai suatu kemungkinan bentuk tingkah laku sehari-hari.
Di samping itu pengaruh egosentris masih sering terlihat pada pikiran remaja.
1) Cita-cita dan idealisme yang baik, terlalu menitikberatkan pikiran sendiri, tanpa memikirkan akibat lebih jauh dan tanpa memperhitungkan kesulitan praktis yang mungkin menyebabkan tidak berhasilnya menyelaesaikan persoalan.
2) Kemampuan berpikir dengan pendapat sendiri, belum disertai pendapat orang lain dalam penilaiannya. Masih sulit membedakan pokok perhatian orang lain daripada tujuan perhatian diri sendiri. Pandangan dan penilaian diri sendiri dianggap sama dengan pandangan orang lain mengenai dirinya.
5. Perbedaan Individual dalam Perkembangan Sosial
Terdapat perbedaan individual manusia, yang hal itu tampak juga dalam perkembangan sosialnya. Dalam teori Erickson dinyatakan bahwa manusia (anak) hidup dalam kesatuan budaya yang utuh, alam dan kehidupan masyarakat menyediakan segala hal yang dibutuhkan manusia.
Remaja telah mulai mengembangkan bermasyarakat, maka telah mempelajari pola-pola sosial yang sesuai dengan kepribadiannya.
6. Upaya Pengembangan Hubungan Sosial Remaja dan Implikasinya dalam Penyelenggaraan Pendidikan
Penciptaan kelompok sosial remaja perlu dikembangkan untuk memberikan rangsangan kepada mereka kea rah perilaku yang bermanfaat dan dapat diterima khalayak. Khusus di dalam sekolah perlu sering diadakan kegiatan bakti sosial, bakti karya, dan kelompok-kelompok belajar di bawah asuhan para guru pembimbing kegiatan ini hendaknya dikembangluaskan.
B. Perkembangan Bahasa
1. Pengertian Perkembangan Bahasa
Sesuai dengan fungsinya, bahasa merupakan alat berkomunikasi yang digunakan seseorang dalam pergaulannya atau hubungannya dengan orang lain. Bahasa merupakan alat bergaul. Oleh karena itu, penggunaan bahasa menjadi efektif sejak seorang individu memerlukan berkomunikasi dengan orang lain.
Perkembangan bahasa terkait dengan perkembangan kognitif, yang berarti faktor intelek/kognisi sangat berpengaruh terhadap perkembangan kemampuan berbahasa. Perkembangan bahasa dipengaruhi oleh lingkungan, Karena bahasa pada dasarnya merupakan hasil belajar dari lingkungan.
Belajar bahasa yang sebenarnya baru dilakukan oleh anak berusia 6-7 tahun, di saat anak mulai bersekolah. Jadi, perkembangan bahasa adalah meningkatnya kemampuan penguasaan alat berkomunikasi, baik alat komunikasi dengan cara lisan, tulisan, maupun menggunakan tanda-tanda dan isyarat. Mampu dan menguasai alat komunikasi di sini diartikan sebagai upaya seseorang untuk dapat memahami dan dipahami orang lain.
2. Karakteristik Perkembangan Bahasa Remaja
Bahasa remaja adalah bahasa yang telah berkembang. Anak remaja telah belajar banyak dari lingkungan, dan dengan demikian bahasa remaja terbentuk oleh kondisi lingkungan. Lingkungan remaja mencakup lingkungan keluarga, masyarakat, dan khususnya pergaulan teman sebaya dan lingkungan sekolah. Pola bahasa yang dimiliki adalah bahasa yang berkembang di dalam keluarga atau bahasa ibu.
Perkembangan remaja dilengkapi dan diperkaya oleh lingkungan masyarakat di mana mereka tinggal. Hal ini berarti proses pembentukan kepribadian yang dihasilkan dari pergaulan dengan masyarakat sekitar akan memberi ciri khusus dalam perilaku berbahasa.
Pengaruh lingkungan yang berbeda antara keluarga, masyarakat, dan sekolah dalam perkembangan bahasa, akan menyebabkan perbedaan antara anak yang satu dengan yang lain. Hal ini ditunjukkan oleh pemilihan dan penggunaan kosa kata sesuai dengan tingkat sosial keluarganya. Keluarga dari lapisan masyarakat lapisan berpendidikan rendah atau buta huruf, akan banyak menggunakan bahasa pasar, bahasa sembarangan, dengan istilah-istilah “kasar”. Masyarakat terdidik yang pada umumnya memiliki status sosial lebih baik, akan menggunakan istilah-istilah lebih efektif, dan umumnya anak-anak remajanya juga berbahasa secara lebih baik.
3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Bahasa
a) Umur Anak
Bertambah umur akan semakin matang pertumbuhan fisiknya, bertambah pengalaman, dan meningkat kebutuhannya. Bahasa seseorang akan berkembang sejalan dengan pertambahan pengalaman dan kebutuhannya.
b) Kondisi Lingkungan
Lingkungan tempat anak tumbuh dan berkembang menberi andil yang cukup besar dalam berbahasa. Perkembangan bahasa di lingkungan perkotaan akan berbeda dengan di lingkungan pedesaan. Begitu pula perkembangan bahasa di daerah pantai, pegunungan, dan daerah-daerah terpencil dan di kelompok sosial lain.
c) Kecerdasan Anak
Untuk meniru lingkungan tentang bunyi atau suara, gerakan, dan mengenal tanda-tanda, memerlukan kemampuan motorik yang baik. Kemampuan motorik seseorang berkolerasi positif dengan kemampuan intelektual atau tingkat berpikir.
d) Status Sosial Ekonomi Keluarga
Keluarga yang berstatus sosial ekonomi baik, akan mampu menyediakan situasi yang baik bagi perkembangan bahasa anak-anak dan anggota keluarganya. Rangsangan untuk dapat ditiru oleh anak-anak dri anggota keluarga yang berstatus sosial rendah. Hal ini akan tampak perbedaan perkembangan bahasa bagi anak yang hidup didalam keluarga terdidik dan tidak terdidik. Dengan kata lain pendidkan keluarga pengaruh pula terhadap perkembangan bahasa.
e) Kondisi Fisik
Kondisi fisik di sini dimaksudkan kondisi kesehatan anak. Seseorang yang cacat yang terganggu kemapuannya untuk berkomunikasi seperti bisu, tuli, gagap, atau organ suara tidak sempurna akan menggangu perkembangan berkomunikasi dan tentu saja akan mengganggu perkembangannya dalam berbahasa.
4. Pengaruh Kemampuan Berbahasa terhadap Kemampuan Berpikir
Kemampuan berbahasa dan kemampuan berpikir saling berpengaruh satu sama lain. Bahwa kemampuan bepikir berpengaruh terhadap kemampuan berbahasa dan sebaliknya, kemmampuan berbahasa berpengaruh terhadap kemampuan berpikir. Seseorang yang rendah kemampuan berpikirnya akan mengalami kesulitan dalam menyusun kalimat yang baik, logis dan sistematis. Hal ini akan berakibat sulitnya berkomunikasi.
5. Perbedaan Individual dalam Kemampuan dan Perkembangan Bahasa
Menurut Chomsky (Woolflok, dkk., 1984; 70) anak dilahirkan ke dunia telah memiliki kapasitas berbahasa. Akan tetapi seperti dalam bidang yang lain, faktor lingkungan akan mengambil peranan yang cukup menonjol, dalam mempengaruhi perkembangan bahasa anak tersebut.
Di depan telah diuraikan bahwa kemampuan berpikir anak berbeda-beda, sedang berpikir dan bahasa mempunyai kolerasi tinggi; anak dengan IQ tinggi akan berkemampuan bahasa yang tinggi. Nilai IQ menggambarkan adanya perbedaan individual anak, dan dengan demikian kemampuan mereka dalam bahasa juga bervariasi sesuai dengan variasi kemampuan mereka berpikir.
Bahasa berkembang dipengaruhi oleh faktor lingkungan, karena kekayaan lingkungan akan merupakan pendukung bagi perkembangan peristilahan yang sebagian besar dicapai dengan proses meniru. Dengan demikian, remaja yang berasal dari lingkungan yang berbeda juga akan berbeda-beda pula kemampuan dan perkembangan bahasanya.
6. Upaya Pengembangan Kemampuan Bahasa Remaja dan Implikasinya dalam Penyelenggaraan Pendidikan
Kelas atau kelompok belajar terdiri dari siswa-siswa yang bervariasi bahasanya, baik kemampuannya maupun polanya. Menghadapi hal ini guru harus mengembangkan strategi belajar mengajar bidang bahasa dengan memfokuskan pada potensi dan kemampuan anak.
Pertama, anak perlu melakukan pengulangan ( menceritakan kembali ) pelajaran yang telah diberikan dengan kata dan bahasa yang disusun oleh murid-murid sendiri. Kedua, berdasar hasil indentifikasi itu guru melakukan pengembangan bahasa murid dengan menambahkan perbendaharaan bahasa lingkungan yang telah dipilih secara tepat dan benar oleh guru.
Perkembangan bahasa yang menggunakan model pengekspresian secara mandiri, baik lisan maupun tertulis, dengan mendasarkan pada bahan bacaan akan lebih mengembangkan kemampuan bahasa anak dan membentuk pola bahasa masin-masing. Dalam penggunaan model ini guru harus banyak memberikan rangsangan dan koreksi dalam bentuk diskusi atau komunikasi bebas. Dalam pada itu sarana perkembangan bahasa seperti buku-buku, surat kabar, majalah dan lain-lain hendaknya disediakan di sekolah maupun di rumah.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Perkembangan sosial adalah berkembangnya tingkat hubungan antar manusia sehubungan dengan meningkatnya kebutuhan hidup manusia. Perhatian remaja mulai tertuju pada pergaula di dalam masyarakat dan ia (membutuhkan) pemahaman tentang norma kehidupan yang kompleks. Pergaulan remaja banyak diwujudkan dalam bentuk kehidupan kelompok terutama kelompok sebaya sama jenis. Perkembangan sosial anak remaja di pengaruhi oleh beberapa faktor, yakni: kondisi keluarga, kematangan anak, status sosial ekonomi keluarga, pendidikan, dan kapasitas mental terutama intelek dan emosi.
Hubungan sosial remaja terutama yang berkaitan dengan proses penyesuaian diri berpengaruh terhadap tingkah laku, sehingga dikenal beberapa pola tingkah laku, seperti remaja keras, remaja yang mengisolasi diri, remaja yang bersifat egois, dan sebagainya.
Bahasa memengang peranan penting dalam kehidupan bermasyarakat. Perkembangan bahasa dipengaruhi oleh banyak faktor, antara lain adalah usia anak, kondisi keluarga, tingkat kecerdasan, status sosial ekonomi keluarga, dan kondisi fisik anak terutama dari kesehatannya.
DAFTAR PUSTAKA
Prof. Dr. H. Sunarto, dkk. 2006. Perkembangan Peserta didik. Rineka Cipta. Jakarta.