Komunitas Key She

Full Version: tugas kelompok biologi
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
TUGAS PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
PERKEMBANGAN INTELEK


KELOMPOK 8
SRI LESTARI
DESI WULANDARI
JUWITA NOVI SUKOCO




JURUSAN BIOLOGI
FALKUTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS ISLAM RIAU
PEKANBARU
2010


KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur senantiasa penulis ucapkan kehadirat ALLAH SWT, karena atas rahmat serta kuasaNya pula maka penulis dapat menyelesaikan makalah yang sederhana ini dengan judul : Perkembangan Intelek
Dalam penulisan makalah ini pennulis menyadari sepenuhnya bahwa keterbatasan pengetahuan dan waktu yang penulis miliki, sehingga penulisan makalah ini jauh dari yang diharapkan.
Oleh sebab itu, dengan senang hati penulis mengharapkan adanya tegur sapa atau kritikan dan saran yang sehat untuk perbaikan di masa yang akan datang ke arah yang lebih baik dan sempurna.
Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada pihak pihak yang telah memberikan dorongan kepada penulis dalam menyelesaikan penulisan makalah ini, atas bantuan yang penulis terima baik moril maupun materil dalam penulisan makalah ini, sekali lagi penulis mengucapkan terima kasih. Semoga bantuan yang telah di berikan kepada penulis akan mendapat balasan yang setimpal dari ALLAH SWT.
Dengan mengucapkan Do’a kepadaNya, penulis sangat berharap supaya hasil dari karya tulis yang sangat sederhana ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.



Pekanbaru,13 November 2009




PERKEMBANGAN INTELEK

A. Perkembangan Intelek
1.1 Pengertian Intelek dan Intelegensi
Menurut kamus Webster New Word Of The American Language, istilah Intellect berarti :
1. Kecakapan untuk berpikir, mengamati atau mengerti : kecakapan untuk mengamati hubungan-hubungan, perbedaan-perbedaan, dan sebagainya. Dengan demikian kecakapan berbeda dari kemauan dan perasaan.
2. Kecakapan mental yang besar, sangat Intellegence
3. Pikiran dan inteligensi
Singgih Guannarsa dalam bukunya Psikologi Remaja (1991), ia mengajukan beberapa rumus intelensi sebagai berikut :
Intelensi merupakan suatu kumpulan kemampuan seseorang memungkinkan memperoleh ilmu pengetahuan dan mengamalkan ilmu tersebut dalam hubungannya dengan lingkungan dan masalah- masalah yang timbul.
1.2 Hubungan antara intelek dan tingkah laku
Kemampuan berpikir abstrak menunjukkan perhatian seseorang kepada kejadian dan peristiwa tang tidak konkret seperti misalnya pilihan pekerjaan, corak hidup bermasyarakat, pilihan pasangan hidup yang sebernarnya masih jauh didepannya dan lain-lain. Bagi remaja, corak perilaku pribadinya di hari depan dan corak tingkah lakunya sekarang akan berbeda. Kemampuan abstraksi akan berperan dalam perkembangan kepripadiannya.

1.3 Karakteristik Perkembangan Intelek Remaja
Intelegensi pada masa remaja tidak mudah diukur, karena tidak mudah terlibat erubahan kecepatan perkembangan kemampuan tersebut. Pada umumnya 3-4 tahun pertama menunjukkan perkembangan kemampuan yang hebat, selanjutnya akan terjadi perkembangan yang teratur. Pada masa remaja kemampuan untuk mengawasi masalah yang majemuk bertambah. Pada awal masa remaja kira-kira pada umur 12 tahun, anak berada pada masa yang disebut “masa operasi formal” (berpikir abstrak). Pada masa ini remaja telah berpikir dengan mempertimbangkan hal “mungkin” disamping hal yang nyata (real) (Gleitman, 1986 : 475-476). Pada usia remaja ini anak sudah dapat berpikir abstrak dan hipotek. Dalam berpikir operasional formal setidak-setidaknya mempunyai dua sifat yang penting yaitu :

1.3.1 Sifat Deduktif Hipotesis
Dalam menyelesaikan suatu masalah, seseorang remaja akan mengawali dengan pemikiran teoritik. Ia menganalisis masalah dan mengajukan cara-cara penyelesaian hipotesis yang mungkin. Pada dasarnya pengajuan hipotesis itu menggunakan cara berpikir induktif disamping deduktif, oleh sebab itu dari sifat analisis yang ia lakukan, ia dapat secara verbal.
1.3.2 Berpikir Operasional Juga Berpikir Kombinatoris
Sifat ini merupakan kelengkapan sifat yang pertama dan berhubungan dengan cara bagaimana melakukan analisis.
Anak yang berpikir operasional formal, lebih dahulu secara teoritik membuat matriksnya mengenai segala macam kombinasi yang mungkin, kemudian secara sistematik mencoba mengisi setiap sel matriks tersebut secara empiris. Bila mencapai penyelasaian yang betul, maka ia juga akan segera dapat memperoduksi.
Seorang remaja dengan kemampuan berpikir normal tetapi hidup dalam lingkungan atau kebudayaan yang tidak merangsang cara berpikir, misalnya tidak adanya kesempatan untuk menambah pengetahuan, pergi ke sekolah tetapi tidak adanya fasilitas yang dibutuhkan maka remaja itu sampai dewasa pun tidak akan sampai pada taraf berpikir abstrak.

1.4 Perbedaan Individu Dalam Kemampuan Dan Perkembangan Intelek
Seperti diketahui, manusia itu berbeda satu sama lain dalam berbagai hal, juga tentang intelegensinya. Intelegensinya itu sendiri oleh David Wecher (1958) didefinisikan sebagai “keseluruhan kemampuan individu untuk berpikir dan bertindak secara terarah serta mengolah dari menguasai lingkungan secara efektif”.
1.5 Usaha-usaha Dalam Membantu Mempertimbangkan Intelek Remaja Dalam Proses Pembelajaran
Karena siswa usia ini masih dalam proses penyempurnaan penalaran, kita hendaknya tidak mempunyai anggapan bahwa mereka berpikir dengan cara yang sama dengan kita. Kita hendaknya tetap waspada terhadap bagaimana pada siswa menginterprestasi ide-ide mereka dalam kelas, dengan memberikan kesempatan untuk mengadakan diskusi dan dengan memberikan tugas-tugas penulisan makalah.
Juga, kita hendaknya mengamati kencenderungan-kencenderungan remaja untuk melibatkan diri dalam hal-hal yang tidak terkendali. Agaknya cara yang baik dalam mengatasi bentuk-bentuk pemikiran yang belum matang ini membantu siwa menyadari bahwa mereka telah melupakan pertimbangan-pertimbangan tertentu.

B. Ciri-ciri Penting Remaja Awal
Manakala usia seseorang telah genap 12/13 tahun, maka ia telah mulai menginjak suatu masa kehidupan yang disebut masa remaja awal, masa ini berakhir pada usia 17/18 tahun.
1. Kesetabilan Keadaan Perasaan dan Emosi
Masa ini sebagai perasaan yang sangat peka, remaja mengalami badai dan topan dalam kehidupan perasaan dan emosinya. Keadaan semacam ini diistilahkannya sebagai “Strom and Stress” tidak aneh lagi bagi orang yang mengerti kalau melihat sikap dan sifat remaja yang sesekali bergairah sangat dalam berkerja tiba-tiba berganti lesu, kegembiraan yang meledak bertukar ras sedih yang sangat rasa yakin diri berganti rasa ragu diri yang berlebihan.
2. Hal Kecerdasan atau Kemampuan Mental
Kemampuan mental atsu kemampuan berpikir remaja awal, mulai sempurna. Keadaan ini terjadi dalam usia antara 12-16 tahun. Bahwa pada usia 12 tahun kemampuan anak untuk mengerti informasi abstrak, baru sempurna. Dan kesempurnaan mengambil kesimpulan baru sempurna. Dan kesempurnaan mengambil kesimpulan dan informasi abstrak dimulai pada usia 14 tahun. Akibatnya si remaja awal suka menolak hal-hal yang tidak masuk akal. Penantangan pendapat sering terjadi mereka (remaja) mendapat pemaksanaan menerima pendapat tanpa alas an rasional. Tetapi dengan alas an yang masuk akal, remaja juga cenderung mengikuti pemikiran orang dewasa.
3. Masa Remaja Awal adalah Masa yang Kritis
Dikatakan kritis sebab dalam masa ini remaja akan dihadapkan dengan soal apakah ia dapat menghadapi dan memecahkan masalahnya atau tidak. Keadaan remaja yang dapat menghadapi masalah-masalah selanjutnya, sampai ia dewasa. Ketidakmampuan menghadapi masalahnya dalam masa ini akan menjadikannya orang “dewasa” yang bergantung.

C. Ciri-ciri Penting Remaja Akhir
Rentangan usia yang biasanya terjadi dalam masa ini untuk remaja Indonesia adalah antara 17 tahun sampai 21 tahun bagi wanita, dan 18 sampai 22 tahun bagi pria. Dalam rentangan masa itu terjadi proses penyempurnaan pertumbuhan fisik dan perkembangan aspek-aspek psikis yang telah dimulai sejak masa-masa sebelumnya.
Ciri-ciri pokok penting dalam masa ini dan dengan jelas membedakannya dengan remaja awal, mengenai pola-pola sikap, pola perasaan, pola piker dan pola perilaku Nampak. Diantaranya ciri-ciri khas tersebut adalah :
1. Stabilitas mulai timbul dan meningkat
Pertumbuhan jasmani yang sempurna bentuknya, membedakannya dengan parohan awal masa remaja awal. Dalam masa remaja akhir ini terjadi keseimbangan tubuh dan anggota badan, panjang dan besar yang berimbang. Stabilitasnya itu mengandung pengertian bahwa mereka relative tetap atau mantap dan tidak mudah berubah pendirian akibat adnya rayuan atau propaganda.
2. Citra diri dan pandngan yang lebih realistis
Kebanyakan yang terjadi dalam masa remaja awal itu adalah pandangan yang negative yaitu rendah, kurang jelek dari keadaan yang semacam itu. Hal yang demikian itu merupakan redleksi dari masa tidak puas mereka terhadap yang mereka miliki. Tetapi dalam masa remaja akhir, keadaan yang semacam itu telah berkurang. Remaja telah mulai menilainya dirinya sebagaimana adanya, menghargai milikinya, keluarganya orang-orang lain seperti keadaan sesungguhnya.
3. Menghadapi masalahnya secara lebih matang
Kalau dalam masa remaja awal mereka menghadapinya dengan sikap bingung dan perilaku yang tidak efektor, maka dalam masa remaja akhir ini mereka menghadapi dengan lebih matang. Kematangsn itu ditunjukkan dengan usaha pemecahan masalah-masalah yang dihadapi.
Adanya usaha-usaha pemecahan masalah secara lebih matang dan realistis itu merupakan produk dari kemampuan pikir remaja akhir padangan yang lebih realistis.
Reference URL's