Current time: 09-10-2010, 01:57 PM Hello There, Guest!
Current time: 09-10-2010, 01:57 PM
Current time: 09-10-2010, 01:57 PM
Current time: 09-10-2010, 01:57 PM

Guest
Guests
My Nie's Guest
Register Lost Password


No Permission



**
Anggota
Profile
Tugas Kelompok
Tugas Kelompok




KARAKTERISTIK INDIVIDU






DI SUSUN OLEH:
Kelompok 1
Rossy Elphasa
Sri Rahayu
Puspita Yanti
Wahyuni



PROGRAM STUDI BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
UNIVERSITAS ISLAM RIAU
2009

































BAB I

PENDAHULUAN


1.1 Latar Belakang
Setiap individu adalah unik. Artinya setiap individu memiliki perbedaan antara yang satu dengan yang lain. Perbedaan tersebut bermacam-macam, mulai dari perbedaan fisik, pola berpikir dan cara-cara merespon atau mempelajari hal-hal baru. Karakteristik individu setiap manusia berdeda-beda antara yang satu dengan yang lain. Karakteristik individu adalah keinginan, sikap, dan kebutuhan seseorang yang dibawa ke dalam situasi kerja.
Dalam kenyataannya, perbedaan karakteristik individu dan motivasi kerja setiap orang adalah sesuatu yang alami. Karakteristik anak usia SD biasanya lebih senang bermain, senang bergerak, senang bekerja dalam kelompok, serta senang merasakan/ melakukan sesuatu secara langsung, dan sebagainya. Sedangkan anak usia sekolah menengah lebih senang membandingkan kaidah-kaidah, nilai-nilai etika atau norma dengan kenyataan yang terjadi dalam kehidupan orang dewasa. Namun, pada orang dewasa kemampuan berpikir terus berkembang lebih meluas dan mendalam serta berlangsungnya pengalaman moral.
1.2 Permasalahan
Ada beberapa permasalahan yang dibahas dalam makalah ini, yaitu :
1. Individu dan karakteristiknya
2. Perbedaan individu
3. Aspek-aspek pertumbuhan dan perkembangan
1.3 Tujuan
Penulisan makalah ini bertujuan untuk melengkapi tugas mata kuliah perkembangan peserta didik. Selain itu, makalah ini bertujuan agar penulis maupun pembaca dapat mengetahui berbagai hal mengenai karakteristik perbedaan individu.








BAB II

PEMBAHASAN


2.1 Individu dan Karakteristiknya

Setiap manusia mempuyai karakteristik individu yang berbeda-beda antara yang satu dengan yang lainnya. Karakteristik individu menurut Stoner adalah keinginan, sikap, dan kebutuhan seseorang yang dibawa ke dalam situasi kerja. Dalam kenyataan, perbedaan karakteristik individu dan motivasi kerja setiap orang adalah sesuatu yang alami.
• Karakteristik cara belajar
Berdasarkan kemampuan otak, cara belajar individu dapat dibagi dalam tiga kategori. Ketiga kategori itu cara belajar visual, auditorial, dan kinestik yang ditandai dengan ciri-ciri perilaku tertentu.
Ciri-ciri perilaku individu dengan karakteristik cara belajar adalah sebagai berikut:
1. Karakteristik perilaku individu dengan cara belajar visual
Individu yang memiliki kemampuan belajar visual yang baik ditandai dengan ciri-ciri berdasarkan asosiasi visual, memiliki kemampuan mengeja huruf dengan sangat baik, biasanya tidak mudah terganggu oleh keributan atau suara berisik ketika sedang belajar, merupakan pembaca yang cepat dan tekun, lebih suka membaca daripada dibacakan, membutuhkan penjelasan menyeluruh tentang tujuan dan berbagai hal lain yang berkaitan, dan lebih suka mendemonstrasikan sesuatu daripada berpidato/berceramah.
2. Karakteristik perilaku individu dengan cara belajar auditorial
Individu yang memiliki kemampuan belajar auditorial yang baik. Ini ditandai ciri-ciri perilaku mudah terganggu oleh keributan, lebih senang mendengarkan daripada membaca, jika membaca lebih senang dengan suara keras, berbicara fasih, lebih menyukai seni musik dibandingkan seni lainnya, belajar mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan daripada apa yang dilihat, berdiskusi dan menjelaskan sesuatau panjang lebar.
3. Karakteristik perilaku individu dengan cara belajar kinestik
Individu yang memiliki kemampuan belajar kinestik yang baik ditandai ciri-ciri perilaku berdiri dekat ketika sedang berbicara dengan orang lain, belajar melalui praktik langsung atau manipulasi menghafalkan sesuatu dengan cara berjalan atau melihat langsung, menggunakan jari untuk menunjuk kata yang dibaca ketika membaca, banyak menggunakan bahasa tubuh (nonverbal), tidak dapat duduk diam di suatu tempat, sulit membaca peta, menyukai kegiatan yang menyibukkan (secara fisik).
• Karakteristik anak usia SD
1. Senang bermain, senang bergerak, senang bekerja dalam kelompok, serta senang merasakan/ melakukan sesuatu secara langsung.
2. Pertumbuhan Fisik atau Jasmani
Perkembangan fisik atau jasmani anak sangat berbeda satu sama lian, ekalipun anak-anak tersebut usianya relatif sama, bahkan dalam kondisi ekonomi yang relatif sama pula. Sedangkan pertumbuhan anak-anak berbeda ras juga menunjukkan perbedaan gizi, lingkungan, perlakuan orang tua terhadap anak, kebiasaan hidup dan lain-lain.
Nutrisi dan kesehatan sangat mempengaruhi perkembangan fisik anak. Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan pertumbuhan anak menjadi lamban, kurang berdaya dan tidak aktif. Sebaliknya anak yang memperolehmakanan bergizi, lingkungan yang menunjang, perlakuan orang tua serta kebiasaan hidup yang baik akan menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak.
Olahraga juga merupakan faktor penting pada pertumbuhan fisik anak. Anak yang kurang berolahraga atau tidak aktif sering kali menderita kegemukan atau kelebihan berat badan yang dapat mengganggu gerak dan kesehatan anak.

3. Perkembangan Intelektual dan Emosional
Perkembangan intelrktual anak sangat tergantung pada berbagai faktor utama, antara lain kesehatan gizi, kebugaran jasmani, pergaulan dan pembinaan orang tua. Akibat terganggunya perkembangan intelektual tersebut anak kurang dapat berpikir operasional, tidak memiliki kemampuan mental dan kurang aktif dalam pergaulan maupun dalam berkomunikasi dengan teman-temannya.
Perkembangan emosional berbeda satu sama lain kerena adanya perbedaa jenis kelamin, usia, lingkungan, pergaulan dan pembinaan orang tua maupun guru di sekolah. Perbedaan perkembangan emosional tersebut juga dapat dilihat berdasarkan ras, budaya, etnik, dan bangsa.
Perkembangan emosional juga dapat dipengaruhi oleh adanya gangguan kecemasan, rasa takut dan faktor-faktor eksternal yang sering kali tidak dikenal sebelumya oleh anak yang sedang tumbuh.
Perlakuan saudara serumah (kakak-adik), orang lain yang sering kali bertemu dan bergaul juga memegang peranan penting pada perkembangan emosional anak.
4. Perkembangan Bahasa
Bahasa telah berkembang sejak usia 4-5 bulan. Orang tua yang bijak selalu membimbing anaknya untuk belajar berbicara mulai dari yang sederhana sampai anak memiliki keterampilan berkomunikasi dengan mempergunakan bahasa. Oleh karena itu bahasa berkembang setahap demi setahap sesuai dengan pertumbuhan organ pada anak dan kesediaan orag tua membimbing anaknya.
Potensi anak berbicara didukung oleh beberapa hal :
1. Kematangan alat berbicara
2. Kesiapan mental
3. Adanya model yang baik untuk dicontoh oleh anak
4. Kesempatan berlatih
5. Motivasi untuk belajar dan berlatih
6. Bimbingan dari orang tua
5. Perkembangan Moral, Sosial, dan Sikap
Orang tua sangat dianjurkan mengajarkan bagaimana anak bergaul dalam mesyarakat dengan tepat, dan dituntut menjadi teladan yang baik bagi anak, mengembangkan keterampilan anak dalam bergaul dan memberikan penguatan melalui pemberian hadiah kepada anak apabila berbuar atau berperilaku yang positif.
• Karakteristik anak usia Sekolah Menengah
Perkembangan fisik pada siswa usia sekolah menengah ditandai dengan adanya perubahan bentuk, berat, dan tinggi badan. Selain hal itu, perkembangan fisik pada usia ini ditandai pula dengan munculnya ciri-ciri kelamin primer dan sekunder.
Perkembangan intelektual siswa SLTP ditandai dengan berkembangnya kemampuan berpikir formal operasional. Selain itu, kemampuan mengingat dan memproses informasi cukup kuat berkembang pada usia ini.
Perkembangan pemikiran sosial dan moralitas nampak pada sikap berkurangnya egosentrisme. Siswa SLTP dan SMU juga telah mempunyai pemikiran politik dan keyakinan yang lebih rasional.
Terdapat berbagai aliran dalam pendidikan yang membahas faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan anak. Di antaranya adalah aliran nativisme, emperisme, dan konvergensi.
Adanya kekurang seimbangan proporsi tinggi dan berat badan.
Timbulnya keinginan untuk mempelajari dan menggunakan bahasa asing.
Kecenderungan ambivalensi antara keinginan menyendiri dengan keinginan bergaul dengan orang banyak serta antara keinginan untuk bebas dari dominasi dengan kebutuhan bimbingan dan bantuan dari orang tua.
Senang membandingkan kaidah-kaidah, nilai-nilai etika, atau norma dengan kenyataan yang terjadi dalam kehidupan orang dewasa.
Mulai mempertanyakan secara skeptis mengenai eksistensi (keberadaan) dan sifat kemurahan dan keadilan Tuhan.
Reaksi dan ekspresi emosi masih labil.
Kepribadiannya sudah menunjukkan pola tetapi belum terpadu.
Kecenderungan minat dan pilihan karier sudah relatif lebih jelas.
• Karakteristik orang dewasa
Perkembangan fungsi aspek-aspek fisik orang dewasa terus berjalan sesuai dengan jensi pekerjaan, pendidikan dan latihan serta hobi-hobi aktivitas fisik. Usia dewasa merupakan usia yang secara fisik sangat sehat, kuat, dan cekatan dengan tenaga yang cukup besar. Kekuatan dan kesehatan ini sangat dipengaruhi oleh kemampuan ekonomi, kebiasaan hidup, kebiasaan makan, dan pemeliharaan kesehatan.
Kualitas kemampuan berpikir kelompok dewasa muda terus berkembang lebih meluas atau komprehensif dan mendalam. Perkembangan ini tergangtung pada pengetahuan dan informasi yang dikuasi. Semakin tinggi dan luas ilmu pengetahuan, informasi yang dimiliki, semakin tinggi kualitas kemampuan berpikir.
Pada masa dewasa, berlangsung pengalaman moral. Melalui pengalaman moral, orang dewasa mengubah pemikiran-pemikiran moral menjadi perbuatan moral.
Bekerja untuk pengembangan karier merupakan tuntutan dan karakteristikutama dari masa dewasa.
• Karakteristik individu dalam Organisasi
Karakteristik biolologis
1. Umur
• Hubungan umur - turnover → umur meningkat maka tingkat turnover menurun. Karena alternatif pekerjaan (option) yang semakin sedikit, penghasilan lebih tinggi telah diperoleh, dan tunjangan pensiun yang lebih menarik.
• Hubungan umur - absensi → umur meningkat, maka ketidakhadiran yang disengaja menurun, dan ketidakhadiran yang tidak disengaja meningkat pula.
• Hubungan umur - produktivitas → umur meningkat, maka produktivitas menurun.
• Hubungan umur - kepuasan kerja
Bagi karyawan profesional : umur meningkat, kepuasan kerja juga meningkat
Karyawan non profesional : kepuasan merosot selama usia tengah baya dan kemudian naik lagi dalam tahun-tahun selanjutnya. Bila digambarkan dalam bentuk kurva, akan berbentuk kurva U
2. Jenis kelamin
• Tidak ada beda yang signifikan/bermakna dalam produktifitas kerja antara pria dengan wanita
• Tidak ada bukti yang menyatakan bahwa jenis elamin karyawan mempengaruhi kepuasan kerja
• Hubungan gender - turnover → beberapa studi menjumpai bahwa wanita mempunyai tingkat keluar yang lebih tinggi, dan studi lain menjumpai tidak ada perbedaan antara hubungan keduanya
• Hubungan gender - absensi → wanita mempunyai tingkat absensi yang lebih tinggi (lebih sering mangkir) dengan alasan wanita memikul tanggung jawab rumah tangga dan keluarga yang lebih besar.
3. Status kawin
• Tidak ada studi yang cukup untuk menyimpulkan mengenai efek status perkawinan terhadap produktivitas
• Karyawan yang menikah lebih sedikit absensinya, pergantian yang lebih rendah, dan lebih puas dengan pekerjaannya
4. Masa kerja
• Tidak ada alasan bahwa karyawan yang lebih lama bekerja (senior) akan lebih produktif daripada yang junior
• Senioritas/masa kerja berkaitan secara negatif dengan kemangkiran dan dengan tingkat turnover
Kedua hal yang berkaitan secara negatif
Masa kerja tinggi, tingkat absensi dan turnover rendah
Masa kerja renda, tingkat absensi dan turnover tinggi
Sedangkan dua hal yang berkaitan secara positif
Masa kerja, kepuasan kerja tinggi
Masa kerja rendah, kepuasan kerja rendah
Kemampuan
Kemampuan yaitu kapasitas individu untuk mengerjakan berbagai tugas dalam suatu pekerjaan
• Kemampuan itelektual merupakan kemampuan yang diperlukan untuk mengerjakan kegiatan mental. Misalnya berpikir, menganalisis, memahami yang mana dapat diukur dalam bentuk tes (tes IQ)
• Kemampuan fisisk merupakan kemampuan yang diperlukan untuk melakukan tugas yang menuntut stamina, kecekatan dan kekuatan
Kepribadian
Kepribadian cara individu bereaksi dan berinteraksi dengan orang lain. Kepribadian terbentuk dari faktor keturunan, juga lingkungan (budaya, norma keluarga dan pengaruh lainnya), dan juga situasi. Ciri dari kepribadian merupakan karakteristik yang bertahan, yang membedakan perilaku seorang individu, seperti sifat malu, agresif, mengalah, malas, ambisius, dan setia.
Proses belajar
Proses belajar adalah bagaimana dapat menjelaskan dan meramalkan perilaku dan memahami bagaimana orang belajar.
Belajar adalah setiap perubahan yang relatif pernanen dari perilaku yang terjadi sebagai hasil pengalaman.

Persepsi
Persepsi merupakan suatu proses dengan mana individu-individu mengorganisasikan dan menafsirkan kesan-kesan indera mereka agar memberikan makna bagi lingkungannya.
Penyimpangan persepsi :
• Persepsi selektif → orang-orang yang secara selektif menafsirkan apa yang, mereka saksikan berdasarkan kepentingan, latar belakang, pengalaman, dan sikap
• Efek halo → menarik suatu kesan umum mengenai individu berdasarkan suatu karakteristik tunggal (kesan pertama)
• Efek kontras → evaluasi dari karakteristik seseorang yang dipengaruhi oleh perbandingan dengan orang lain yang baru dijumpai, yang berperingkat lebih tinggi atau lebih rendah pada karakteristik yang sama
• Proyeksi → menghubungkan karakteristik pribadinya terhadap karakteristik pribadi orang lain
• Stereotype → menilai seseorang atas dasar persepsi kita terhadap kelompok dari orang tersebut (menggeneralisasikan)
Sikap
Sikap adalah pernyataan atau pertimbangan evaluatif (menguntungkan atau tidak menguntungkan) mengenai objek, orang dan peristiwa. Sikap mencerminkan bagaimana seseorang merasakan mengenai sesuatu.
Beberapa komponen sikap :
• Kognitif → segmen pendapat atau keyakinan dari suatu sikap
• Afektif → segmen emosional dari suatu sikap
• Perilaku → suatu maksud untuk perilaku dalam suatu cara tertentu terhadap seseorang atau sesuatu
Kepuasan kerja
Kepuasan kerja adalah suatu sikap umum seorang individu terhadap pekerjaanya atau perasaan senang atau tidak senang terhadap pekerjaannya. Kepuasan kerja mempengaruhi sikap.
• Karakteristik individu yang mampu menemukan makna hidup
Menurut Schultz, karakteristik manusia yang dianggap mampu menemukan makna di dalam kehidupannya anatara lain :
1. Memiliki kebebasan untuk menemukan langkah ataupun tindakan yang dianggapnya terbaik
2. Bertanggung jawab secara personal terhadap segala sikap dan tindak tanduknya
3. Memiliki independensi terhadap pengaruh di luar dirinya
4. Telah menemukan arti dalam kehidupan yang sesuai dengan dirinya
5. Memiliki kontrol terhadap hidupnya
6. Mampu untuk mengekspresikan nilai-nilai daya cipta, nilai-nilai pengalaman dan nilai-nilai sikap
7. Telah mengatasi perhatian pada dirinya
8. Mengembangkan hidup yang berorientasi masa depan, dan terus berusaha untuk mengarahkan hidupnya pada tujuan dan tugas-tugas yang akan datang
9. Memiliki alasan untuk tetap melanjutkan hidup walau bagaimana kondisinya
10. Memiliki komitmen yang kuat terhadap pekerjaan yang dilakoninya
11. Mampu memberi sekaligus menerima cinta

2.1 Perbedaan Individu
• Perbedaan individual anak usia SD
Perbedaan individual seorang anak akan terjadi pada aspek perkembangan anak itu. Aspek perkembangan tersebut di antaranya adalah pada aspek fisik, intelektual, noral, maupun aspek kemampuan.
Perbedaan pada aspek perkembangan fisik jelas terlihat dari perbedaan bentuk, berat, dan tinggi badan. Selain itu, perbedaan fisik juga dapat diidentifikasi dari segi kesehatan. Sedangkan perbedaan pada aspek perkembangan intelektual dapat dilihat sejalan dengan tahapan usia, kemampuan anak pun meningkat.
Pandangan Piaget tentang perbedaan pada aspek perkembangan moral yaitu, bahwa moralitas berkembang pada 2 tahap utama : yaitu tahap hambatan moralitas dan moralitas kerja sama. Sedngakan Kohlberg melukiskan 3 tingkatan alasan moral, yaitu pra conventional, conventional marality dan post conventional morality.
Perbedaan kemapuan seorang anak bisa mencakup perbedaan dalam berkomunikasi, bersosialisasi atau perbedaan kemampuan kognitif.
• Perbedaan individual anak Sekolah Menengah
Secara garis besar perbedaan individu dikategorikan menjadi 2, yaitu perbedaan secara fisik dan psikis. Perbedaan secara psikis meliputi perbedaan dalam tingkat intelektualitas, kepribadian, minat, sikap dan kebiasaan belajar.
Dalam pandangan lain, perbedaan individual siswa sekolah menengah dibedakan berdasarkan perbedaan dalam kemampuan potensial dan kemampuan nyata yang disebut prestasi belajar.
• Perbedaan individual orang dewasa
Faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan individual orang dewasa adalah fator lingkungan, pembawaan dan pengalaman.
Unsur-unsur perbedaan individu yang disebabkan oleh perbedaan lingkungan dan pembawaan adalah perbedaan dalam minat, kepribadian dan kecakapan (kecerdasan).
2.3 Aspek-aspek Pertumbuhan dan Perkembangan Individu
Pertumbuhan dapat diartikan sebagai perubahan kuantitatif pada materil sesuatu sebagai akibat dari ada pengaruh lingkungan. Perubahan kuantitatif ini dapat berupa pembesaran atau pertambahan dari tidak ada menjadi ada, dari kecil menjadi besar, dari sedikit menjadi banyak, dari sempit menjadi luas dan sebagainya. Ini tidak berarti bahwa pertumbuhan itu hanya berlaku pada hal-hal yang bersifat kuantitatif, karena tidak selamanya materil itu kuantitatif.
Perkembangan dalam Dictionary of Psycology adalah tahapan-tahapan perubahan yang progresif yang terjadi dalam rentang kehidupan manusia dan organisme lainnya, tanpa membedakan aspek-aspek yang terdapat dalam dari organisme-organisme tersebut.
Adapun aspek-aspek pertumbuhan dan perkembangan pada manusia yaitu :
1. Pertumbuhan Fisik
Pertumbuhan manusia merupakan perubahan fisik menjadi lebih besar dan panjang dan prosesnya terjadi sejak anak sebelum lahir hingga ia dewasa.
• Pertumbuhan sebelum lahir
Masa sebelum lahir merupakan pertumbuhan dan perkembangan manusia yang sangat kompleks, karena pada masa itu merupakan awal terbentuknya organ-organ tubuh dan tersusunnya jaringan saraf yang membentuk sistem yang lengkap, pertumbuhan dan perkembangan janin diakhir saat kelahiran.
• Pertumbuhan setelah lahir
Pertumbuhan fisik manusia setelah lahir merupakan kelanjutan pertumbuhannya sebelum lahir. Proses pertumbuhan dan perkembangan itu akan berlangsung terus-menerus dan kurang lebih berjalan secara teratur sejak masa bayi sampai dengan masa dewasa.
2. Pertumbuhan non Fisik
Intelek atau daya pikir berkembang sejalan dengan pertumbuhan saraf otak. Karena pikiran pda dasarnya menunjukkan otak, maka kemampuan intelektual yang lazim disebut dengan kemampuan berfikir, dipengaruhi oleh kematangan otak yang mampu menunjukkanfungsi yang baik.
Perkembangan lebih lanjut tentang perkembangan intelek berkembang mengikuti kekayaan pengetahuannya tentang dunia luar dan proses belajar yang dialaminya, sehingga pada saatnya seseorang akan berkemampuan melakukn peramal atau prediksi, perencanaan dan berbagai kemampuan analisis dan sintesis. Berkembang semacam ini dikenal sebagai perkembangan kognitif. Menurut Piaget mengikuti sebagai berikut :
a. Tahap pertama : Masa sensori motor (00 – 2,5 tahun)
Masa ketika bayi mempergunakan sistem pengidraan dan aktivitas motorik untuk mengenal lingkungannya. Bayi memberi reaksi motorik atas rangsangan-rangsangan yang diterimanya dalam bentuk refleks.
b. Tahap kedua : Masa Pra operasional (2,0-7,0 tahun)
Ciri khas ini adalah kemampuan anak menggunakan simbol yang mewakili sesuatu konsep.
c. Tahap ketiga : Masa konkreto (7,0-11 tahun)
Pada tahap ini anak sudah melakukan berbagai macam tugas yang konkret, anak mengembangkan tiga macam operasi berfikir yaitu :
• Identifikasi : mengenal sesuatu
• Negasi : mengingkari sesuatu
• Reprokasi : mencari hubungan timbal balik beberapa hal
d. Tahap keempat : Masa operasional (11-dewasa)
Dalam usia remaja dan seterusnya sudah mampu berfikir abstrak. Pada tahap ini seseorang bisa memperkirakan apa yang terjadi dan dapat memberikan kesimpulan.
3. Emosi
Rasa dan perasaan merupakan salah satu potensi yang khusus dimiliki oleh manusia. Dalam hidupnya atau dalam proses pertumbuhan dan perkembangan manusia, banyak hal yang dibutuhkannya. Jika kebutuhan itu dapat dipenuhi dengan baik maka ia dapat akan senang dan puas.
4. Sosial
Dalam proses pertumbuhan seiap orang tidak dapat berdiri sendiri. Sejalan dengan pertumbuhan bayi yang telah menjadi anak dan seterusnya menjadi orang dewasa ia akan mengenal lingkungan lebih luas, mengenal banyak manusia.
5. Bahasa
Fungsi bahasa adalah sebagai alat komunikasi. Pengertian bahasa sebagai alat komunikasi dapat diartikan sebagai tanda, gerak, dan suara untuk menyampaikan isi kepada orang lain. Dengan demikian dalam bahasa ada 2 pihak yang terlibat, yaitu pihak menyampaikan isi pikiran dan pihak penerima isi pikiran.
6. Bakat Khusus
Bakat pada awalnya merupakan hal yang amat penting dengan bidang pekerjaan atau tugas. Dalam proses pendidikan, bakat merupakan faktor penting untuk mendapatkan perhatian cara mendidikan. Seseorang yang memiliki bakat akan cepat diamati, sebab kemampuan yang dimilki akan berkembang dengan pesat dan menonjol.
7. Sikap, Nilai, dan Moral
Bloom (Woolfolk dan Nicolih) mengemukakan bahwa tujuan akhir dari proses belajar dikelompokkan menjadi tiga sasaran, yaitu penguasaan pengetahuan (kognitif), penguasaan nilai dan sikap (afektif) dan penguasaan psikomotorik. Semakin tumbuh dan berkembang fsik dan psikisnya, anak mulia dikenal terhadap nilai-nilia, ditunjukkan hal-hali yang boleh dan yang tidak boleh, yang harus dilakukan dan yang harus dilarang.




BAB III

PENUTUP


3.1 Kesimpulan
Karakteristik individu menurut adalah keinginan, sikap, dan kebutuhan seseorang yang dibawa ke dalam situasi kerja. Karakteristik yang mampu menemukan makna hidup adalah orang yang hari demi hari kehidupannya selalu melakukan introspeksi tentang arti dari keberadaannya di dunia serta mengarahkan dirinya ke arah berbagai prestasi dalam hidup, yang dalam pandangan orang lain prestasi tersebut dianggap sebagai suatu hal yang penting atau baik.
Berdasarkan kemampuan otak, cara belajar individu dapat dibagi dalam tiga kategori. Ketiga kategori itu cara belajar visual, auditorial, dan kinestik yang ditandai dengan ciri-ciri perilaku tertentu.
3.2 Saran
Agar dapat mengetahui lebih banyak lagi tentang karakteristik perbedaan individu, kita harus banyak membaca buku yang relevan dan artikel-artikel tentang karakteristik perbedaan individu. Karena tidak semua karakteristik perbedaan individu dapat dibahas dalam makalah ini.













DAFTAR PUSTAKA
Crow, L dan Crow, A. 1989. Psychologi Pendidikan. Yogyakarta : Nur Cahaya
Desmita. 2006. Psikologi Perkembangan. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.
Soemanto, Wasty.1998.Psikologi Pendidikan Landasan Kerja Pemimpin Pendidikan. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Syah, Muhibbin. 2000. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.
Sunarto dan Hartono Agung. 1999. Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Oemar Hamalik. 2001. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: PT Bumi Aksara.
No Permission